Berbagi Ilmu Agar Berguna Buat Banyak Orang

Macam - macam Ghibah yang diperbolehkan

Alhamdulillah kini saya dapat memenuhi janji saya untuk membahas macam macam ghibah yang diperbolehkan setelah saya memposting tentang Cara menjauhi perilaku ghibah. Inilah macam macam ghibah yang diperbolehkan menurut Imam namawi :


1. Orang yang dizalimi (teraniaya)
orang yang dizalimi atau teraniaya boleh menceritakan dan mengadukan perbuatan orang yang menzaliminya kepada penguasa, hakim, atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah an-Nisa ayat 4

4:148




Artinya: "Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah maha mendengar lagi maha mengetahui".
Tetapi walaupun kita boleh menggibah orang yang menzalimi kita, pemberian maaf adalah lebih baik. Hal ini ditegaskan pada ayat berikutnya, yaitu Surah an-Nisa ayat 149


4:149




Artinya: "Jika kamu menyatakan kebaikan atau menyembunyikannya atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah maha pemaaf lagi maha kuasa

2. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dari seseorang
Meminta bantuan dalam rangka isti'anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak. Setiap muslin harus saling bahu membahu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang orang yang menyimpang dari hukum hukum Allah swt.

3.Istifta ' (meminta fatwa) akan sesuatu hal.
Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa, namun ada ketentuannya. Untuk lebih berhati hati, ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain, tidak lebih.

4. Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan seperti:
a). Apabila ada perawi, saksi, atau pengarang yang cacat sifat atau kelakuannya, menurut jimak ulama kita boleh bahkan wajib memberitahukannya kepada kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk memelihara kebersihan syariat. Gibah dengan tujuan seperti ini jelas diperbolehkan, bahkan diwajibkan untuk menjaga kesucian hadis. Apalagi hadis merupakan sumber hukum kedua bagi kaum muslimin setelah Al-Qur'an.
b). Apabila kita melihat seseorang memberi kerja untuk seorang pembantu yang pencuri, peminum, dan sejenisnya sedangkan orang yang memberi kerja tidak mengetahuinya. Ini dilakukan untuk memberi nasihat atau mencegah kejahatan terhadap saudara kita, bukan untuk menyakiti salah satu pihak.
c). Apabila kita melihat seseorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang sesat dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Untuk itu, kita wajib menasihati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaam gurunya tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata.

5. Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik
Ketika menceritakan keburukan seseorang itu seperti minum minuman keras, memungut pajak liar, dan lain lain. Sebaiknya jangan menambah- nambahi karena jika kita menambah nambahi sama saja kita yang berbuat gibah.

6. Bila seseorang telah mendapat julukan boleh memanggilnya dengan nama itu.
Bila julukan nya adalah si bisu,  si pincang maka kita boleh memanggilnya seperti itu, agar orang tersebut langsung mengerti Asalkan tidak untuk menghina. Tetapi jika dia memiliki nama yang lebih baik, sebaiknya memanggil dengan nama itu.

Demikianlah Macam macam gibah yang diperbolehkan, semoga artikel ini membantu anda


Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Agama Islam / Kehidupan dengan judul Macam - macam Ghibah yang diperbolehkan. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://falah-kharisma.blogspot.com/2012/12/macam-macam-ghibah-yang-diperbolehkan.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: falah kharisma nuraziz - Saturday, 8 December 2012