Membiasakan perilaku setia kawan

Di dalam kehidupan sehari - hari, kita pasti membutuhkan orang lain. Tidak mungkin manusia dapat hidup sendirian, karena manusia adalah makhluk sosial. dalam bermain saja kita membutuhkan teman, baik di rumah, di sekolah, maupun di mana saja. coba kalian bayangkan bagaimana rasanya tidak punya teman, pasti hidup kita merasa tidak nyaman karena kita tidak mempunyai teman bermain. Biasanya kita lebih senang bermain dengan teman - teman yang terutama seumur atau hampir sama umurnya.
Kita bersahabat dan bergaul bersama mereka. Teman merasa senang kita ikut senang. Teman merasa sedih kita pun ikut sedih, apakah ada teman yang sedih kita malah senang? kalau kalian merasa demikian maka itu bukan sahabat namanya, ya kan?
Agar tercipta suatu pergaulan yang erat, maka kita harus tetap menjaga diri jangan sampai teman merasa tersinggung oleh sikap dan perbuatan kita, tetapi sebaliknya kita harus berusaha selalu akrab dan rukun. Di dalam pergaulan pun kita tidak boleh membeda-bedakan teman. sebab semua teman adalah saudara kita, baik kaya atau miskin, baik pintar atau miskin, baik hitam atau putih. semuanya adalah teman kita.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, yaitu : "Seorang muslim adalah saudara muslim, janganlah menganiaya, menghina, dan meremehkannya" ( H.R Tirmizi )

Selain sabda rasulullah, Allah subhanahu wa ta'ala juga menerangkan dalam surat Al - Hujurat yaitu :
Membiasakan perilaku setia kawan




Artinya : "Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, maka berbuat baiklah antara saudara saudara dan takutlah kamu kepada Allah agar kamu dirahmati." ( Q.S Al Hujurat [49]: 10)

Adapun peraturan yang harus dipatuhi dalam pergaulan dengan teman yaitu:
1. Berlaku jujur dan saling menghormati sesama teman
2. Jangan menyakiti dan menghina teman
3. Jika mempunyai makanan jangan lupa teman diberi
4. Jika teman mendapat kesenangan atau prestasi kita ucapkan selamat. 
5. Jika teman mendapat kesulitan atau kesusahan kita harus segera menolong atau membantu, saling menasihati, mengingatkan, dan meminta maaf jika ada kesalahan
6. Jika terjadi perselisihan segera diselesaikan melalui musyawarah dengan sebaik baiknya



Related Posts: