Ciri - Ciri Bakteri (Eubacteria)

Ciri - Ciri Bakteri

Eubacteria umumnya disebut bakteri saja atau kuman atau basil. Bakteri merupakan salah satu dari dua kelompok besar prokariot (sel yang inti selnya tidak memiliki membran inti).

1. Ciri – Ciri Eubacteria (bakteri)
Secara umum Eubacteria (bakteri) memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

a. Bersel tunggal, prokariotik (tidak memiliki membran inti), dan tidak memiliki kloroil sehingga bersifat heterotrof.
b. Ukuran tubuhnya 1 – 5 mikron.
c. Memiliki dinding sel yang mengandung peptidoglikan.
d. Sudah mempunyai organel sel yaitu ribosom yang mengandung satu jenis RNA polimerase
e. Membran plasmanya mengandung lipid dan ikatan ester.
f. Selnya mempunyai kemampuan untuk menyekresikan lendir ke permukaan dinding selnya, lendir ini jika terakumulasi akan dapat membentuk kapsul dan kapsul inilah sebagai pelindung untuk mempertahankan diri jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan baginya. Bakteri yang berkapsul biasanya lebih patogen daripada bakteri yang tidak memiliki kapsul.
g. Sitoplasmanya tersusun atas protein, karbohidrat, lemak, ion organik, juga terdapat organel sel yaitu ribosom dan asam nukleat sebagai penyusun DNA dan RNA.
h. Reproduksi aseksualnya dengan cara membelah diri dan seksualnya dengan paraseksual.

2. Habitat Eubacteria (bakteri)

Bakteri terdapat pada semua habitat, dapat dijumpai di udara, tanah, dan air, bahkan di dalam tubuh kita. Bakteri mempunyai keragaman metabolisme yang tinggi, sehingga dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak dapat menunjang bentuk kehidupan organisme lainnya.

Bakteri dapat dijumpai di lembah yang mengandung es di Benua Antartika, hutan yang gelap, guru, gunung berapi, akar tanaman, dalam makanan kaleng, mata air panas, dan bahkan di kedalaman yang gelap dalam samudra. Selain itu, bakteri juga tinggal di barang – barang yang ada di sekitar kita, seperti di serbet, handuk, lantai, meja, dan dapur.

Bakteri juga dapat dijumpai pada batuan dan es yang diperoleh dari pengeboran sampai kedalaman 430 m di benua Antartika. Bakteri – bakteri ini berumur sedikitnya 10.000 tahun dan mungkin satu juta tahun. Penemuan ini memperkuat kenyataan bahwa bakteri dapat tinggal dam keadaan “benda bernyawa yang tersuspensikan” untuk jangka waktu yang lama

Related Posts:

Pengelompokkan Jenis - Jenis Bakteri (Eubacteria)

Bakteri



Eubacteria (bakteri) dapat dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkan makanannya, kebutuhan oksigen pada respirasi, jumlah, dan kedudukan agella, serta berdasarkan bentuknya.


a.        1   Berdasarkan Cara Mendapatkan Makanannya
Berdasarkan cara mendapatkan makanannya, bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof.

1.      Bakteri Heterotrof
Bakteri heterotrof merupakan bakteri yang tidak bisa membuat makanannya sendiri sehingga makanannya diambil dari organisme lain. Kelompok bakteri ini sangat tergantung pada organisme lain untuk penyediaan makanannnya. Bakteri heterotrof dibedakan lagi menjadi dua kelompok, yaitu bakteri saprofit dan bakteri parasit (parasit obligat, fakultatif, dan patogen).
Bakteri saprofit adalah bakteri yang makanannya berasal dari sisa – sisa makhluk hidup yang telah mati atau sampah. Sedangkan bakteri parasit adalah bakteri yang makannya diambil dari organisme yang menjadi inangnya (tempat hidupnya).

2.      Bakteri Autotrof
Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri dan bahan – bahan anorganik. Bakteri ini dikelompokkan menjadi dua berdasarkan jenis energi untuk menyintesisnya, yaitu bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.
Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang menggunakan cahaya untuk menyintesis makanannya, misalnya bakteri hijau dan ungu. Sedangkan bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang menggunakan zat kimia untuk menyintesis makanannya, misalnya bakteri Nitrosomonas.

b.        2   Berdasarkan Kebutuhan Oksigen
Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob.

1.      Bakteri Aerob
Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen bebas di dalam kehidupannya. Misalnya bakteri Nitrosomonas.

2.      Bakteri Anaerob
Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas di dalam kehidupannya. Bakteri anaerob dikelompokkan lagi menjadi bakteri anaerob obligat dan anaerob fakultatif. Contoh bakteri anaerob obligat adalah Clostridium tetani, contoh bakteri anaerob fakultatif adalah Salmonella.

c.       3   Berdasarkan Jumlah dan Kedudukan Flagella
Berdasarkan jumlah dan letak flagella pada permukaan selnya, bakteri dibedakan menjadi lima, yaitu :
1.      Atrik, yaitu bakteri yang tidak mempunyai flagella.
2.      Monotrik, yaitu bakteri yang mempunyai satu buah flagella.
3.      Lofotrik, yaitu bakteri yang mempunyai sekelompok flagella pada salah satu ung sel.
4.      Amfitrik, yaitu bakteri yang mempunyai flagella pada dua ujung sel, baik flagella tunggal maupun berkelompok pada setiap ujung selnya.
5.      Peritrik, yaitu bakteri yang seluruh permukaan sel di kelilingi oleh flagella.

d.       4   Berdasarkan bentuknya.
Bakteri dapat dibedakan berdasarkan bentuknya. Secara garis besar bakteri dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu :

1.      Kokus (bulat)
Bakteri berbentuk kokus (bulat) dapat dibedakan atas :
a.      Monokokus, berbentuk bulat satu – satu
b.      Diplokokus, Berbentuk bulat bergandengan dua – dua
c.      Streptokokus, berbentuk bulat bergandengan serti rantai, seperti hasil pembelahan sel, ke satu arah atau dua arah dalam satu garis.
d.      Tetrakokus, berbentuk bulat terdiri dari empat sel yang tersusun dalam bentuk persegi sebagai hasil pembelahan sel ke dua arah.
e.      Sarkina, berbentuk bulat terdiri dari delapan sel yang tersusun dalam bentuk kubus sebagai hasil pembelahan sel ke dua arah.
f.       Stafilokokus, berbentuk bulat tersusun seperti kelompok buah anggur hasil pembelahan sel ke segala arah.

2.      Basil (batang)
Bakteri berbentuk basil (batang) dapat dibedakan atas :
a)      Monobasil, berbentuk batang satu – satu
b)      Diplobasil, berbentuk batang bergandengan dua – dua.
c)      Streptobasil, berbentuk batang bergandengan seperti rantai.

3.      Spiral
Bakteri berbentuk spiral dapat dibedakan atas :
a.      Koma atau vibrio, berbentuk lengkung kurang dari setengah lingkaran.
b.      Spiral, berupa lengkung lebih dari setengah lingkaran.
c.      Spiroseta, berupa spiral yang halus dan lentur.

Related Posts:

Peranan Jamur dalam Kehidupan



Peranan Jamur dalam Kehidupan

Peranan Jamur dalam Kehidupan


    Oncom merupakan salah satu makanan khas Sunda hasil fermentasi oleh jamur Ascomycotina. Itulah salah satu keuntungan dari jamur. Selain bersifat menguntungkan, beberapa jenis jamur bersifat merugikan pada tumbuhan, hewan, dan manusia karena dapat menimbulkan berbagai penyakit.

   Berikut ini akan dijelaskan contoh – contoh jamur yang bersifat menguntungkan dan merugikan.

  1. Peranan Jamur yang Menguntungkan

   Jamur mempunyai peran sebagai dekomposer, yaitu menguraikan sisa – sisa organisme yang telah mati sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. Hal ini sangat penting dalam keberlanjutan ekosistem di bumi, karena yang menjadi kunci keberlangsungan ekosistem adalah adanya keseimbangan antara produksi biomasa oleh organisme fotosintetik dan perombakan – perombakan atau daur ulang nutrien yang dikandungnya. Dalam proses daur ulang senyawa organik ini, jamur memiliki peran yang menonjol di semua ekosistem utama. 

   Disamping itu, jamur juga bisa bersimbiosis dengan organisme lain. Dengan akar tumbuhan tertentu jamur bersimbiosis membentuk mikoriza. Mikoriza merupakan struktur yang berperan penting dalam suplai unsur hara.  Bentuk simbiosis lain dari jamur adalah lumut kerak. Lumut kerak merupakan oganisme yang mampu hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrem dan sangat sensitif terhadap pencemaran udara. Sehingga lumutkerak ini biasa digunakan sebagai bioindikator kualitas udara.

   Jamur juga berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obat – obatan. Sebagai contoh, jamur yang termasuk kelompok Zygomycota, misalnya Rhizopus dapat digunakan secara komersial pada pembuatan tempe. 

   Beberapa jenis lain juga dimanfaatkan dalam industri alkohol dan untuk mengempukkan daging. Ada pula jenis lain yang mampu memproduksi pigmen kuning yang digunakan untuk memberi warna pada margarin.

  Berikut jenis jamur dan peranannya yang menguntungkan bagi manusia : 
  • Rhizopus stolonifer, Untuk membuat tempe.
  • Rhizopus nigricans, Menghasilkan asam fumarat.
  • Saccharomyces cerevisiae, Untuk membuat tape, roti, minuman sake, dan bir.
  • Aspergillus oryzae, Mengempukkan adonan roti.
  • Aspergillus wentii, Untuk membuat sake, kecap, tauco, asam sitrat, asam oksalat, dan asam formiat.
  • Aspergillus niger, Untuk menghasilkan O2 dari sari buah, dan menjernihkan sari buah.
  • Penicillium notatum dan P. chrysogenum , Menghasilkan penicillin (antibiotik).
  • Ganoderma lucidum,  Sebagai bahan obat.
  • Penicillium roqueforti dan P. camemberti, Untuk meningkatkan kualitas (aroma) keju.
  • Trichoderma sp., menghasilkan enzim selulase.
  • Neurospora crassa, Untuk membuat oncom.
  • Volvariella volvacea  (jamur merang), Auricularia polytricha  (Jamur kuping) dan Pleutus sp. (jamur tiram) , sebagai Jamur konsumsi.

  2. Peranan Jamur yang Merugikan

  Beberapa jenis jamur ada juga yang merugikan karena menyebabkan penyakit pada tumbuhan, hewan dan manusia. Misalnya beberapa jamur mikroskopis menghasilkan rancun, seperti aflatoksin yang dihasilkan oleh sejenis kapang. Selain itu, jamur juga dapat bersifat parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Berikut jenis jamur yang merugikan :
  • Aspergillus flavus : Menghasilkan aflatoksi, menyebabkan kanker pada manusia.
  • Aspergillus fumigatus : Kanker pada paru – paru burung.
  • Amanita phalloides : Mengandung balin yang menyebabkan kemaian bagi yang memakannya.
  • Ustilago maydis : Parasit pada tanaman jagung dan tembakau.
  • Epidermophyton floccosum : Menyebabkan penyakit kaki atlet.
  • Microsporum sp. dan Trichophyton sp. : Menyebabkan kurap atau panu.
  • Helminthospium oryzae : Parasit dan merusak kecambah dan tubuh buah serta menimbulkan noda – noda berwarna hitam pada hospes (inangnya).
  • Candinda albicans : Infeksi pada vagina.

Related Posts:

Ciri - Ciri Jamur


Ciri - Ciri Jamur


Jamur dapat ditemukan di mana – mana. Jamur banyak tumbuh pada musim pe nghujan. Habitatnya di tempat yang banyak sampah organiknya, pohon yang masih hidup (batangnya), dan pada kayu yang sudah mati. Bebepa jamur bisa dilihat secara langsung dengan mata, tidak memerlukan mikroskop.
Ciri – ciri umum jamur antara lain sebagai berikut :
  1. Tubuhnnya ada yang tersusun oleh satu sel (uniseluler) dan banyak sel (multiseluler).
  2. Selnya mempunyai membran inti, bersifat eukariotik.
  3. Tidak mempunyai klorofil, bersifat parasit, saprofit, atau simbiotik.
  4. Dinding sel tersusun dari zat kitin dan selulosa.
  5. Tubuhnya tersusun atas benang – benang halus yang disebut hifa. Hifa bercabang – cabang membentuk anyaman yang disebut miselium.
  6. Mempunyai dua generasi. Generasi haploid (n) dan diploid (2n). Jamur merupakan generasi haploid. Generasi haploid jamur sangat singkat.
  7. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara pembentukan spora. Jamur yang hidup di perairan pada umumnya memiliki spora yang berbulu cambuk, sedangkan jamur yang hidup di daratan sporanya tidak memiliki bulu cambuk. Spora ada yang dibentuk di dalam sel – sel khusus (misalnya pada asco) berupa endospora atau ada yang diluar, yaitu pada basidium sehingga diseut eksospora. (Marsusi, 2000:54)
  8. Reproduksi dengan aseksual dan seksual.
    1. Reproduksi aseksual dengan pembelahan, penguncupan, atau pembentukan spora aseksual.
      1. Reproduksi aseksual dengan pembelahan terjadi apabila satu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa.
      2. Reproduksi aseksual dengan penguncupan terjadi apabila sel anak tumbuh dari penonjolan kecil pada sel inangnya.
      3. Reproduksi aseksual dengan pembentukan spora aseksual dibentuk dalam jumlah besar
      Macam - macam spora aseksual adalah sebagai berikut :
      1. Konidiospora atau konidium; dibentuk di ujung atau di sisi suatu hifa.
      2. Sporangiospora, spora bersel satu yang terbentuk di dalam sporangium di ujung sporangiosfor.
      3. Sporangiospora dibagi menjadi dua yaitu aplanospora dan zoospora. Aplanospora adalah sporagiospora yang tidak bergerak, sedangkan zoospora adalah sporangiospora yang bergerak dengan menggunakan flagel
      4. Oidium atau artospora, spora bersel satu yang terbentuk karena terputusnya sel – sel hifa.
      5. Klamidospora, spora bersel satu yang berdinding tebal terbentuk dari sel – sel hifa somatidan sangat rentan terhadap kondisi lingkungan yang buruk.
      6. Blastospora, yaitu tunas atau kuncup pada sel – sel khamir.
    2. Reproduksi secara seksual dengan konjugasi dan spora seksual.
    3. Spora seksual dihasilkan dari peleburan dua inti, jarang terbentuk dan dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan spora aseksual
      Macam – macam spora aseksual adalah sebagai berikut :
      1. Asksospora, spora bersel satu yang terbentuk di dalam askus, umumnya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
      2. Basidiospora, spora bersel satu yang terdapat di atas basidium
      3. Zigospora; spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila terjadi peleburan ujung – ujung dua hifa yang secara seksual serasi (gametangia).
      4. Oospora; spora yang terbentuk di dalam struktur sel betina khusus (oogonium). Dalam setiap oogonium terdapat satu atau beberapa oosfer. Oosfer adalah pembuahan sel telur oleh gamet jangan yang menghasilkan oospora.
  9. Jamur hidup di tempat – tempat basah (lembap) yang mengandung zat organik, sedikit asam, dan kurang sinar matahari.
  10. Jamur belum mempunyai akar, batang, dan daun sehingga keseluruhannya disebut talus. Talus jamur ada yang membentuk struktur menyerupai akar, batang, dan daun tumbuhan. 
  11. Kebanyakan jamur bersifat mesofilik, yaitu tumbuh optimum pada suhu 20oC – 30oC. Namun ditemukan juga jenis jamur termofilik yang mampu tumbuh pada suhu di atas 50oC. Pada suhu 0oC atau kurang, beberapa jamur psikrofilik dapat hidup dan disebut jamur salju. Jamur inilah yang sering merusak bahan makanan yang didinginkan.



Related Posts:

Takdir Bukanlah Alasan untuk Berbuat Maksiat

Bismillahirrahmanirrahim
Ada sebagian orang yang melakukan kemaksiatan, kejahatan, kebid’ahan, dan kekufuran dengan alasan bahwa dia sudah ditakdirkan oleh Allah untuk melakukannya.
Seolah-olah dia ingin menyatakan bahwa dia tidak berhak untuk dihukum karena dia melakukan ini bukan karena kehendaknya. Dia ingin melegalkan hawa nafsunya untuk melakukan pelanggaran hukum dengan berdalih kepada takdir.
Alasan ini adalah alasan yang batil dan tidak dapat diterima. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullaah, di dalam kitab Syarh Ushulits Tsalatsah, telah membantah alasan seperti ini dari beberapa sisi, dan akan kita nukilkan di sini secara ringkas.
Bantahan Pertama:
Allah ta’ala telah mendustakan orang-orang yang berbuat kesyirikan dengan alasan takdir dan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih. Ini menunjukkan bahwa apa yang mereka dalihkan selama ini adalah salah. Allah berfirman:

سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ كَذَلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتَّى ذَاقُوا بَأْسَنَا قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ

“Orang-orang yang mempersekutukan Allah, akan mengatakan: “Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak akan mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami akan mengharamkan sesuatu apapun (tanpa dalil).” Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: “Adakah kalian mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kalian mengemukakannya kepada kami? Kalian tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kalian tidak lain hanyalah berdusta.” [QS Al-An’am: 148]
Kalau seandainya beralasan dengan takdir untuk melakukan kemaksiatan adalah boleh, maka tidaklah mungkin Allah mengatakan mereka berdusta dan menghukum mereka.
Bantahan Kedua:
Allah telah mengutus para rasul untuk menyampaikan syariat kepada umat mereka agar tidak ada alasan bagi manusia untuk meninggalkan perintah Allah dan melaksanakan larangan-Nya. Allah ta’ala berfirman:
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah sesudah diutusnya para rasul itu. Allah adalah ‘Aziz (Maha Perkasa) lagi Hakim (Maha Bijaksana).” [QS An Nisa`: 165]
Kalau seandainya beralasan dengan takdir untuk melakukan kemaksiatan adalah boleh, maka apa gunanya Allah mengutus para Rasul untuk membawa syariat-Nya. Tentunya tidak ada gunanya karena mereka dapat beralasan dengan takdir.
Bantahan Ketiga:
Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang kita untuk meninggalkan amalan (sebab) dan berpangku tangan dengan takdir. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَمَقْعَدُهُ مِنْ النَّارِ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نَتَّكِلُ فَقَالَ اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ ثُمَّ قَرَأَ {فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى} إِلَى قَوْلِهِ {لِلْعُسْرَى}
“Tidaklah salah seorang dari kalian melainkan telah ditentukan tempat duduknya di surga ataupun di neraka.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidakkah kita cukup bertawakkal saja?” Nabi menjawab: “Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan jalannya.” Kemudian Nabi membaca ayat {فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى} sampai kepada {لِلْعُسْرَى}.” [HR Al Bukhari (4945)]
Bantahan Keempat:
Takdir Allah itu adalah rahasia tersembunyi yang tidak diketahui melainkan setelah peristiwa yang ditakdirkan itu terjadi, sedangkan kehendak hamba itu telah ada sebelum perbuatan terjadi. Ini berarti bahwa kehendak untuk melakukan suatu perbuatan tidaklah didasarkan pengetahuan dia terhadap takdir Allah. Dengan ini, maka tertolaklah alasannya dengan takdir, karena sesuatu yang tidak diketahui oleh seseorang tidaklah bisa menjadi hujjah baginya.
Bantahan Kelima:
Kita menyaksikan manusia bersemangat untuk mengejar perkara duniawi yang bermanfaat bagi dirinya sampai berhasil mendapatkannya. Bila dia tidak mendapatkan apa yang dikejarnya tersebut, dia tidak beralasan dengan takdir. Lantas mengapa dia meninggalkan perkara-perkara agama yang bermanfaat baginya dan berpaling kepada perkara-perkara yang membahayakannya, kemudian beralasan dengan takdir?! Bukankah kedua kondisi di atas adalah sama?
Bantahan Keenam:
Orang yang beralasan dengan takdir untuk meninggalkan kewajiban atau melakukan kemaksiatan, bila dia dianiaya oleh orang lain dengan mengambil hartanya atau melecehkan kehormatannya, lalu orang itu beralasan bahwa dia melakukannya karena sudah ditakdirkan Allah, maka pastilah dia tidak akan menerima alasan dari si penjahat tadi.
Ini tentunya sangat berlawanan dan aneh. Di satu sisi dia menolak alasan orang yang mencuri hartanya karena takdir, namun di sisi lain dia malah beralasan dengan takdir ketika dia melakukan kemaksiatan. Lantas apa bedanya dia dengan si pencuri tadi?
Disebutkan di sebuah riwayat bahwa Amirul Mu`minin Umar ibnul Khaththab radhiyallaahu ‘anhu memerintahkan petugas untuk memotong tangan seorang pencuri. Lalu pencuri itu berkata:
“Tunggu dulu, wahai Amirul Mu`minin.
Sesungguhnya saya mencuri itu karena memang sudah takdir dari Allah.
” Lalu Umar membalas alasan si pencuri tadi dengan berkata:
“Kamipun akan memotong tanganmu karena ditakdirkan oleh Allah.”
Demikianlah beberapa bantahan terhadap orang-orang yang menjadikan takdir sebagai alasan untuk melakukan kemaksiatan atau meninggalkan kewajiban. Allaahu a'lam
Semoga Allah Subhaanahu wa Ta'ala memberikan petunjuk kepada kaum muslimin dan memperbaiki keadaan mereka. Aamin Yaa rabbal ‘alamiin.

Related Posts:

Bahaya Penyalahgunaan Narkoba


Penggunaan salah satu atau beberapa jenis narkoba, yang dilakukan secara berkala di luar tujuan pengobatan dan penelitian, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan jasmani, jiwa (mental) dan fungsi sosial. 

1. Bahaya Terhadap Fisik
  • Akan menimbulkan ketagihan / ketergantungan.
  • Mengganggu mental
  • Mengganggu kesehatan
  • Cenderung menjadi pelaku kejahatan
  • Mengakibatkan kematian
1.1 Kerusakan Fungsi Sistem Saraf Pusat ( Otak )
Otak adalah bagian terpenting dalam sistem saraf pusat sehingga otak dilindungi oleh tulang tengkorak yang sangat kuat. Waspadalah penyalahgunaan narkoba dapat merusak dan membahayakan jaring fungsi sistem saraf pusat (otak). Otak terbuat dari bahan yang sangat halus dan lunak, dalam hal ini dilakukan milyaran pesan - pesan elektronik yang menggerakkan seluruh tubuh dan mengendalikan berbagai fungsi penting seperti jantung, paru - paru, kelenjar hormon, dan pencernaan.

Di samping itu juga terdapat kemampuan berbahasa, melakukan berbagai pemecahan masalah secara logis / rasional mengenai berbagai cita rasa benda dan cairan yang masuk ke dalam mulut dan menyentuh lidah, mengenali berbagai jenis bebauan dari gas atau udara yang masuk ke rongga hidung, mengingat sesuatu yang pernah dipelajari dan ribuan fungsi lainnya.

Untuk itu sistem saraf pusat (otak) adalah bagian tubuh yang memberi "hidup" pada kita yang harus kita jaga dengan sangat hati - hati. Penggunaan narkoba sangat membahayakan fungsi sistem saraf pusat. aka harus dicegah sedini mungkin dengan menjauhi narkoba.

1.2 Terjadi Infeksi Akut Otot Jantung, Gangguan Peredaran Darah
Jantung sebagai alat hidup kita. Setiap detik jantung memompakan darah ke seluruh tubuh kita. Terganggunya alat pompa darah kita karena narkoba berarti fungsi kesehatan, kekebalan tubuh hkita sedikit demi sedikit akan hilang dan rusak.

1.3 Menggunakan Jarum Suntik Secara Sembarangan Rentan Terhadap Penyakit.

1.4 Gangguan Pada Paru - Paru, Sukar Bernafas, Sesak Nafas, Dan Penyakit-Penyakit Paru - Paru Lainnya.

1.5 Susah Buang Air Besar Karena Kinerja Saluran Cerna Pada Lambung, Usus Besar.

1.6 Mudah Terinfeksi TBC, HIV / AIDS, Hepatitis, Infeksi Ginjal / Saluran Kencing, Peradangan Pada Otot, dan Kinerja Jantung Terganggu.

1.7 Daya Tahan Tubuh Melemah


2. Bahaya Terhadap Kejiwaan
Dalam kehidupan sosial, remaja diharapkan untuk mampu menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif dengan lingkungannya, dan berkomunikasi secara efektif, perasaan rendah diri di dalam pergaulan harus dihilangkan dan menumbuhkan sikap saling menghargai. Selain itu, remaja harus dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Bagi remaja pemakai narkoba hal ini akan sulit dilakukan karena mereka akan memiliki kecenderungan untuk :

  • Bersikap labil
  • Cepat memberontak
  • introvert dan penuh rahasia
  • sering berbohong dan suka mencuri
  • menjadi sensitif, kasar dan tidak sopan
  • memiliki kecurigaan yang sama terhadap semua orang
  • menjadi malas dan prestasi belajar menurun
  • akal sehat tidak berperan, berpikir irasional.
Pada saat remaja mengalami "intoksikasi" atau teler apapun akan dilakukannya tanpa memperhitungkan dengan akal sehat akibat - akibat negatif dari perbuatannya tersebut, yang penting kebutuhannya saat ini terpenuhi walaupun harus melakukan jalan pintas. Dalam mengamati perilaku remaja pemakai narkoba, sulit bagi orang tua dan guru untuk menentukan secara pasti apakah perilaku yang ditampilkan saat ini merupakan sebab atau akibat, karena biasanya muncul secara bersamaan.

3. Bahaya Terhadap Lingkungan Masyarakat
Bahaya narkoba terhadap keluarga :

  • Akan mengganggu keharmonisan keluarga
  • merongrong keluarga
  • membuat aib keluarga
  • hilangnya harapan keluarga
Bahaya narkoba terhadap lingkungan / masyarakat : 
  • Mengganggu keamanan dan ketertiban
  • mendorong tindak kejahatan
  • mengakibatkan hilangnya kepercayaan
  • menimbulkan beban ekonomi dan sosial yang besar
Dalam kehidupan sehari - hari di masyarakat termasuk juga dalam lingkungan sekolah, banyak dijumpai remaja yang hanya menjadi pemakai narkoba, pengedar ataupun kedua - duanya. Sebagai pengedar dan juga sebagai pemakai.

Di lingkungan sekolah yang sangat mengkhawatirkan karena dikhawatirkan akan memengaruhi siswa yang lain. Biasanya kamu sulit untuk menolak ataupun mengatakan tidak kepada teman yang menawarkan, apalagi yang bersangkutan adalah teman baiknya atau anggota kelompoknya. Hal ini akan berakibat munculnya keresahan - keresahan yang mempengaruhi proses belajar mengajar dan relasi antarsiswa. Tidak menutup kemungkinan karena merasa terancan siswa tertentu memilih untuk pindah sekolah.

Dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas banyak dijumpai ulah para pengedar dan pemakai narkoba yang meresahkan. Mereka tidak segan - segan untuk melakukan tindak kriminal seperti menodong, mencopet, merampok, mencuri, marak hanya semata - mata untuk mendapatkan narkoba. Bagi mereka yang sudah sampai pada tingkat ketergantungan yang tinggi, Apapun risikonya tidak diperhitungkan lagi yang penting untuk mendapatkan narkoba.

Melalui media massa cetak dan elektronik sering kita membaca dan melihat bagaimana perlakuan para pemakai dan pengedar terhadap masyarakat dan sebaliknya bagaimana masyarakat memperlakukan mereka yaitu dengan main hakim sendiri, dipukul sampai babak belur, bahkan dikenakan sanksi hukum.

Related Posts:

Kaya dan Cukup

Kaya dan Cukup

Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan, dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani apabila dipancarkan; Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.
(QS. An - Najm [53] : 43 - 48)

Hidup itu berpasang - pasangan, Al - Quran sendiri banyak menyinggungnya dalam berbagai surat. Bahkan, tidak sedikit kalimat berpasang - pasangan telah Allah tampilkan dalam Al - Qur'an berulang kali, seperti hidup dan mati, baik dan buruk, malaikat dan setan, lelaki dan perempuan, baik dan buruk, dan masih banyak lagi.

Dalam Al - Qur'an terdapat sebuah kalimat yang belum tentu setiap kita mengetahui dan menyadarinya, yakni setiap kita mengetahui dan menyadarinya, yakni kalimat pada Surat An - Najm ayat 48, "Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan (aghna) dan memberikan kecukupan (aqna).

Pertanyaannya, mengapa ketika Allah berbicara tentang kekayaan malah disandingkan dengan kecukupan? Bukankah sandingan kekayaan itu adalah kemiskinan atau keterpurukan?

Secara harfiah, kata aqna dalam ayat tersebut memiliki akar kata yang sama dengan qinyah, yang bermakna apa yang dikumpulkan atau dari kata qaniya, yang berarti ridha.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa makna dari "Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan (aghna) dan memberikan kecukupan (aqna) adalah Dia memberikan kepemilikan harga kepada para hamba - Nya dan menjadikan harta tersebut sebagai qinyah (sesuatu yang dikumpulkan) yang tetap di sisi mereka, sehingga mereka tidak perlu menjualnya. Ini adalah kesempurnaan nikmat kepada para hamba - Nya.

Dari sini kita bisa memahami bahwa Allah hanya menyandingkan kata kaya dengan cukup, Dia tidak menyandingkan kata kaya dengan miskin. Oleh karena itu, sudah sepantasnya ayat ini menjadi renungan untuk kita semua, bahwa sama sekali Allah tidak pernah memberikan kita kemiskinan, dan Allah juga tidak pernah menjanjikan kefakiran kepada kita.

Fenomena kemiskinan yang berada di sekeliling kita tiada lain hanyalah akibat kesalahan kita sendiri. Sebab, kita terkadang tidak mau berubah ke arah yang lebih baik, malas, tidak mau belajar, hidup pesimis, dan lalai. Hanya setan yang mengarahkan manusia terjerumus ke arah keterpurukan hingga akhirnya mereka menjadi miskin.

Allah berfirman : "Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al - Baqarah [2] : 268)

Oleh karena itu, perlu kita ketahui bahwa ikhtiar dalah bagian dari takwa, dan orang yang bertakwa rezekinya terjamin. Lalu, siapa yang menjamin? Tentu Allah yang Maha Kaya. Sebagaimana janji Allah dalam Surat At - Thalaq ayat 2 - 3 :  Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. "

Wallahu A'lam
(dikutip dari Buletin Jumat Pusdai 29 Agustus 2014)

Related Posts: