Cara Mengembangkan Potensi Diri

Cara Mengembangkan Potensi Diri
Setiap manusia tentu diberi anugerah kecerdasan yang berbeda - beda dan inilah yang membuat unik setiap manusia. Oleh karena itu kita perlu mengetahui potensi apa yang kita miliki. Lalu bagaimana cara mengetahui potensi yang ada pada diri kita? Berikut beberapa cara untuk mengetahui dan mengembangkan Potensi diri :

1. Kenali Betul Potensi Yang Ada Pada Dirimu
Buat daftar pertanyaan dan jawab dengan jujur. Misalnya : Apa yang membuat anda bahagia? Apa yang anda inginkan dalam hidup ini? Apa kelebihan dan kekuatan anda? Apa kelemahan dan kekurangan anda?.

2. Merumuskan dan Menentukan Cita - Cita Hidup
Orang yang akan berhasil meraih cita - cita adalah orang yang telah berhasil menetapkan cita - citanya sejak awal. Lalu, dengan keteguhan hati berusaha keras mewujudkan cita - citanya tersebut. Oleh sebab itu, kamu harus sudah menetapkan cita - cita hidupmu mulai dari sekarang.
Bila telah menetapkan cita - cita, kamu akan mengetahui arah mana atau jalan hidup mana yang akan ditempuh guna mewujudkan cita - cita tersebut. Kamu juga harus konsisten (tetap dan tidak berubah - ubah) dalam berusaha agar cita - cita yang ingin dituju bisa cepat dicapai.
Karenanya kamu tidak boleh tergoda pada hal - hal yang sepele yang bisa mengalihkan pusat perhatianmu dalam berusaha meraih cita - cita. Walaupun kadangkala hal tersebut sepertinya lebih menarik bagi kamu, tapi hati - hati hal itu bisa membuat usahamu meraih cita - cita menjadi tidak optimal.

3. Belajarlah dengan Rajin, Ulet, Tekun, dan Tanpa kenal lelah
Belajar bisa menunjang berbagai sumber dan pengalaman yang dapat menunjang keberhasilan meraih cita - cita tersebut. Tapi yang terpenting adalah keseriusan, ketekunan, keuletan, rajin, dan tak kenal lelah dalam belajar.
Belajar bisa dari mana saja, dari buku, koran, televisi, radio, kurus - kursus, pengalaman pribadi maupun orang lain. Seorang Pembelajar sejati adalah orang yang rajin baca. Oleh sebab itu, kamu harus membiasakan rajin membaca.
Tumbuhkanlah minat baca di dalam dirimu. Membaca merupakan kunci utama dalam belajar. Sebab dengan membaca semua ilmu pengetahuan dan teknologi akan bisa kamu ketahui.
Camkan Semboyan berikut ! 
Tak akan aku menyerah kalah dalam setiap perjuanganku, sebelum aku benar - benar kalah
Semboyan ini menggambarkan teguhnya niat dan kerasnya perjuangan untuk meraih prestasi atau cita - cita. Akan tetapi, bila cita - cita tersebut ternyata tidak tercapai, kita dapat menerimanya dengan ikhlas. Sebab kita sudah berjuang dan berusaha secara maksimal, dan menganggap Allah mempunyai kehendak lain yang tentunya lebih baik dari kehendak kita sendiri.

4. Janganlah Kecil Hati dan Rendah Diri
Kecil hati adalah mudah putus asa apabila mendapat rintangan dalam menempuh hidup guna meraih   cita - cita. Adapun rendah diri adalah perasaan minder yang diakibatkan karena ia terlalu fokus (memperhatikan) kekurangan - kekurangan dalam dirinya saja. Ia tidak sadar bahwa ia juga mempunyai kelebihan. Karena Allah pasti menganugerahi manusia dengan kelebihan dan kekurangan.
Hati - hatilah dengan kedua sifat buruk ini. Kedua sifat ini akan membunuh karakter unggulmu. Membunuh bakat yang telah Allah berikan kepadamu. Dengan adanya sifat kecil hati dan rendah diri, kamu nanti tidak akan bisa maju dan berkembang. Sehingga sia - sialah bakat yang terpendam dalam dirimu.

5. Jika Ada Kemauan Pasti Ada Jalan
Dalam Hidup ini pasti ada masalah, tantangan, dan rintangan. Kalau tidak mau ada masalah, tantangan, dan rintangan maka jangan hidup. Orang yang lari dari masalah, tantangan, dan dengan hidupnya berarti ia pecundang. Bahkan orang yang beriman pun diberi ujian, firman Allah Subhanahu wa ta'ala : "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"(QS: Al Ankabut ayat 2)

Oleh sebab itu, kamu harus menyikapi masalah, tantangan, dan rintangan dalam hidup dengan sikap yang terbaik dan bijaksana. Caranya dengan menghadapi segala masalah, tantangan, dan rintangan dengan kemauan keras untuk mendapatkan jalan keluarnya. Sehingga mentalmu menjadi tangguh dengan baik. 

Dengan demikian, dalam dirimu akan terbentuk suatu karakter yang kuat dan pantang menyerah demi meraih prestasi dan cita - cita yang telah kamu tetapkan. Sehingga bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dan unggul di mata dunia, apabila semua generasi mudanya mempunyai mental kuat, tangguh, dan pantang menyerah. Yakinlah jika kau ada kemauan. Allah pasti memberi jalan.

6. Selalu Berdoa Memohon Pertolongan Kepada Allah
Kita harus meyakini bahwa kekuasaan Allah Sangat besar dan tak terbatas. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terwujud dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak terwujud, Firman Allah Subhanahu wa ta'ala : "Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia."(QS Yasin ayat 82)

Allah akan selalu mengabulkan keinginan makhluknya (manusia) yang berdoa pada-Nya. Firman Allah Subhanahu wa ta'ala : "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina". (QS. Al - Mukmin ayat 60).

Oleh sebab itu, berdo'alah memohon pertolongan-Nya agar diberi kekuatan, petunjuk, dan tuntunan-Nya. Sehingga kita dapat meraih cita - cita dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Keyakinan akan pertolongan Allah sangat penting karena akan membuat kita mempunyai energi (kekuatan) dan semangat yang besar. Sehingga kamu akan lebih mantap dan berani dalam mengarungi hidup guna meraih cita - cita dan prestasi diri








Related Posts:

Macam - Macam Kecerdasan

Macam - macam kecerdasan

Seorang psikolog yang bernama Howard Gardner mengemukakan teori tentang kecerdasan. Teorinya dikenal dengan Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Berdasarkan teorinya, psikolog tersebut mengemukakan bahwa lingkup kemampuan manusia terdiri dari delapan kecerdasan dasar, Yaitu :

1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan (misalnya pendongeng, orator, dan politisi) maupun tertulis (misalnya sastrawan, penulis drama, editor, dan wartawan).

2. Kecerdasan Matematis - Logis
Kecerdasan matematis - logis adalah kemampuan menggunakan angka dengan baik (misalnya ahli matematika, akuntan pajak, dan ahli statistik) dan melakukan penalaran yang benar (misalnya ilmuwan, pemrogram komputer, dan ahli logika).

3. Kecerdasan Spasial
Kecerdasan spasial adalah kemampuan memersepsi dunia spasial - visual secara akurat (misalnya sebagai pemburu, pramuka, dan pemandu) dan mentransformasikan persepsi dunia spasial - visual tersebut (misalnya dekorator interior, arsitek, senimal, dan penemu).

4. Kecerdasan Kinestetis - Jasmani
Kecerdasan kinestetis - jasmani adalah keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan (misalnya sebagai aktor, pemain pantomim, atlet, dan penari) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu (misalnya perajin, pematung, ahli mekaanik, dan dokter bedah).

5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk menangani bentuk - bentuk musikal dengan cara memersepsi (misalnya penikmat musik), membedakan (misalnya kritikus musik), mengubah (misalnya komposer), dan  mengekspresikan (misalnya penyanyi).

6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan memersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, dan perasaan orang lain.

7. Kecerdasan Intrapersonal.
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.

8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis adalah keahlian mengenali dan mengategorikan spesies (flora dan fauna) di lingkungan sekitar.

Teori Kecerdasan Majemuk ini kemudian dikembangkan oleh Thomas Armstrong yang menerapkan teori tersebut pada dunia pendidikan khususnya di sekolah. Menurutnya, ada 4 poin kunci dalam Teori kecerdasan Majemuk.
1. Setiap orang memiliki 8 kecerdasan. Kedelapan kecerdasan itu berfungsi berbarengan dengan cara yang berbeda - beda pada setiap orang.
2. Setiap orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai, apabila ia memperoleh cukup dukungan, pengayaan, dan pengajaran.
3. Kecerdasan - kecerdasan umumnya bekerja bersamaan dengan cara yang kompleks. Tidak ada kecerdasan yang berdiri sendiri dalam kehidiupan sehari - hari (kecuali mungkin untuk kasus yang amat langka, misalnya orang yang mengalami cedera otak).
4. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas dalam setiap kategori. Orang mungkin saja tidak dapat membaca, tetapi ia memiliki kecerdasan linguistik yang tinggi. Sebab ia dapat menyampaikan cerita yang memukau atau memiliki kosakata lisan yang luas.

Selain itu, ada orang yang mungkin tampak canggung ketika berada di lapangan olahraga. Akan tetapi, sebenarnya ia memiliki kecerdasan kinestis - jasmani yang luar biasa ketika ia merajut karpet atau membuat papan catur yang indah.

Teori Kecerdasan majemuk menekankan keanekaragaman cara orang menunjukkan bakat. Baik itu bakat dalam satu kecerdasan tertentu maupun bakat pada beberapa kecerdasan.

Setiap manusia telah diberi kelebihan dan kekurangan oleh Allah, oleh karena itu kita harus bersyukur atas nikmat (kelebihan) yang telah diberikannya, bukan mengkufurinya, firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam QS: Ibrahim [14] ayat 7 : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".

Related Posts:

Ciri - Ciri Makhluk Hidup


Ciri - Ciri Makhluk Hidup : 
A. Membutuhkan Nutrisi / Makan
Nutrisi berperan untuk semua aktivitas tubuh makhluk hidup. Makanan / Nutrisi adalah sumber energi, bahan pembangun sel dan pergantian sel - sel yang rusak bagi makhluk hidup.

B. Bernapas / Respirasi
Bernapas adalah menghirup dan mengeluarkan udara melalui sistem pernapasan. kebanyakan makhluk hidup bernafas menghidup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida serta uap air, namun pada tumbuhan agak sedikit berbeda. Pada siang hari tumbuhan menghirup karbondioksida dan mengeluarkan oksigen, sedangkan pada malam harinya mengeluarkan karbondioksida dan menghirup oksigen, itulah mengapa udara luar di malam hari berdampak kurang baik pada tubuh kita.
Pada tumbuhan proses pernafasan disebut sebagai transpirasi / evaporasi yang terjadi pada mulut daun / stomata dan celah pada batang / lentisel.

C. Bergerak
Gerak pada makhluk hidup dikelompokkan menjadi dua, Gerak berpindah tempat dan Gerak di tempat.
Gerak pada tumbuhan umumnya dilakukkan oleh sebagian tubuhnya saja, sedangkan manusia dan hewan dan kebanyakan mikroorganisme lainnnya bergerak dengan alat bantu. Contoh alat Bantu gerak adalah tangan dan kaki pada manusia dan kebanyakan hewan, flagel (bulu cambuk) pada protozoa, silia (bulu getar) pada protozoa, kaki semu (pseudopodia) pada protozoa, sirip pada ikan.
Gerak yang terjadi pada makhluk hidup seringkali terpicu oleh rangsangan luar maupun dalam tubuh. Contoh rangsangan yang menyebabkan pergerakan adalah cahaya , gravitasi, suhu, sentuhan, zat kimia, rasa lapar dan haus.

D. Mengeluarkan Zat Sisa / Berekskresi
Ekskresi adalah Pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh.
Contoh zat sisa yang dikeluarkan makhluk hidup  pada umumnya adalah karbondioksida, uap air, urea melalui air seni, keringat, minyak. Khusus pada tumbuhan terjadi pengembunan / gutasi, yaitu keluarnya tetesan air di pagi hari dari celah - celah tepi daun / hidatoda, dan pengeluaran getah jika tanaman di lukai.
Alat - alat pengeluaran pada manusia dan hewan :
1. Kulit : mengeluarkan keringat dan minyak
2. Ginjal : mengeluarkan urine
3. Hati : mengeluarkan empedu
4. Paru - paru : mengeluarkan karbondioksida dan uap air
5. Pada serangga, sistem trakea : mengeluarkan karbondioksida

Alat Pengeluaran pada tumbuhan : 
1. Hidatoda / selah ditepi daun : meneteskan embun
2. Stomata / mulut daun : mengeluarkan air dan uap air
3. Lentisel / celah pada batang : mengeluarkan air dan uap air.

E. Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh adalah peristiwa bertambahnya volume atau isi, ukuran dan berat tubuh akibat adanya pembelahan sel. Contohnya : dari pendek menjadi tinggi, pendek menjadi panjang, bertambahnya berat badan. Sifat dari pertumbuhan makhluk hidup adalah dapat diukur / bersifat kuantitatif dengan alat bantu ukur seperti penggaris, meterann, auksanometer (untuk mengukur pertambahan tinggi tumbuhan) dan lainnya.
Berkembang adalah berubahnya fungsi alat tubuh menjadi lebih kompleks / mengalami pendewasaan secara fisik maupun emosional. Contohnya : bunga yang kuncup menjadi mekar dan kemudian berbuah; bayi menjadi anak - anak, remaja, dewasa kemudian tua. Sifat dari perkembangan adalah kualitatif, membutuhkan waktu yang banyak untuk menilai proses perkembangan tersebut baik atau tidak, tidak dapat menggunakan alat bantu yang sama seperti tumbuhan.

Faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ada dua :
1. Faktor Internal / dari dalam : hormon dan gen / keturunan
2. Faktor Eksternal / dari luar : nutrisi, cahaya, aktivitas, air dan mineral.

F. Berkembang biak / Bereproduksi
Berkembang biak / bereproduksi adalah kemampuan untuk berketurunan. Ada dua cara secara kawin / generatif dan tidak kawin / vegetatif.
Perkembangbiakan secara kawin / generatif melibatkan peleburan sperma / sel kelamin jantan yang dihasilkan oleh laki - laki melalui alat kelamin laki - laki / testis dengan ovum / sel kelamin perempuan yang dihasilkan oleh sel kelamin perempuan / ovarium. Pada tumbuhan kita mengenal putik sebagai alat kelamin betina dan benang sari sebagai alat kelamin jantannya.
Perkembangbiakan secara tak kawin / vegetatif tidak melibatkan peleburan sel - sel kelamin. Contoh dari perkembangbiakan vegetatif adalah tunas, umbi akar, umbi batang, akar tinggal, geragih, stek, cangkok, merunduk, menempel dan menyambung pada batang.

G. Peka terhadap Rangsang / Iritabilitas.
Iritabilitas adalah kemampuan makhluk hidup untuk dapat menerima dan beraksi terhadap rangsangan yang diterimanya. Rangsangan luar berupa cahaya, sentuhan, zat kimia, suhu, dan grativasi. Rangsangan dari dalam berupa lapar dan haus. Organ tubuh manusia dan hewan yang penting menerima dan menyampaikan rangsangan adalah sistem saraf dan indera.

Related Posts:

Cara Menyembunyikan File / Folder pada Windows 7

Cara Menyembunyikan File / Folder pada Windows 7, Mungkin ada beberapa file / folder yang ingin anda sembunyikan agar tidak diketahui oleh orang lain. Untuk menyembunyikan file ada 2 cara, yaitu dengan menggunakan [Properties] atau dengan [CMD].
  • Cara Menyembunyikan File dengan Properties
1. Klik Kanan pada file / folder yang akan disembunyikan, Kemudian klik [properties]
2. Kemudian hilangkan centang [Read Only] kemudian Centang [Hidden]
3. Klik [Apply] kemudian [ok]
4. Setelah itu akan muncul "Confirm Attribute Changes", pilih yang [Apply changes to this folder only]. kemudian klik OK



Step Penting
Kemudian setelah itu, Setting pengaturan hidden files di windows, caranya adalah :
1. Klik [Organize] pada menubar windows anda
2. Kemudian klik [Folder and search Option]
3. Pada Layar Folder Option, klik tab [view]
4. Kemudian pilih [Don’t show hidden files, folders, or drives], lalu klik OK


  • Cara Menyembunyikan File Dengan CMD
1. Buka CMD, caranya tekan Tombol "Windows+R" lalu pada kolom ketikan cmd => Enter
2. Masuk ke direktori yang diinginkan misalnya akan masuk ke direktori D:/Blogger :
d:
cd d:/blogger
3. Apabila ingin meng-hidden seluruh file (tidak termasuk folder) ketik "attrib +s +h"

Keterangan :
1). Sebelum file - file disembunyikan
2). Setelah file - file disembunyikan

4. Apabila ingin meng-hidden sebuah folder, maka ketik "attrib +s +h namafile". Contohnya kita akan meng-hidden sebuah folder yang bernama "Tugas"



Terlihat dari gambar di atas, setelah cmd dieksekusi dengan perintah "attrib +s +h tugas" maka folder tugas telah disembunyikan. Kemudian setelah ini sama seperti cara dengan properties, harus masuk ke Step Penting.

Related Posts:

Klasifikasi Sistem 5 Kingdom

Klasifikasi Sistem 5 Kingdom

Apa itu Klasifikasi?
Klasifikasi adalah pengelompokan atau penggolongan makhluk hidup berdasarkan jumlah persamaan dan perbedaan ciri anatomis, fisiologis serta kebiasaan makhluk tersebut.
Ilmu yang mempelajari pengklasifikasian makhluk hidup disebut TAKSONOMI (takson=tingkatan). Tujuan dari taksonomi adalah :
  • Menyederhanakan objek yang beranekaragam.
  • Mempermudah mempelajari keanekaragaman hayati.
Klasifikasi Sistem 5 Kingdom
Klasifikasi sistem 5 kingdom yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
A. Monera, memiliki ciri - ciri :
1. Terdiri atas satu sel / uniseluler
2. Tidak mempunyai membran inti / prokariotik
3. Dinding sel kaku
4. Ada yang memiliki zat warna / plastida
5. Ada yang hidup sendiri / soliter atau berkelompok / berkoloni
6. Pernapasan dilakukan secara difusi pada permukaan sel
7. Ada yang memiliki alat gerak flagel.

Contoh dari Monera :
a. Bakteri : Escheria coli (Bakteri pada usus besar manusia), Streptomyces griceus (penghasil antibiotic streptomisin), Azotobacter (bakteri pengikat Nitroget di perairan), Rhizobiup sp. (bakteri pengikat di tanah), Salmonella typhii (bakteri penyebab tifus), Mycobacterium tuberculosis (Penyebab TBC).

b. Alga Hijau : Nostoc cimmune (pengikat nitrogen tanah), Anabaena azolae (bahan pupuk), Spirullina (sumber protein), Chlorella (sumber protein).

B. Protista, memiliki ciri - ciri :
1. Bersel satu
2. Memiliki membrane inti / eukariotik
3. Habitatnya di air, tempat lembab, atau parasit
4. Hidup soliter atau berkoloni
5. Terbagi dalam delapan filum, tiga filum berupa alga bersel satu yang sederhana (Euglenophyta, Chrysophyta, dan Dinoflagelata), dan empat filum lainnya merupakan hewan PROTOZOA (Sarcodina, Ciliata, Flagelata, dan Sprorozoa). Filum ke delapan adalah Jamurlendir / Myxomycota.

C. Fungi / Jamur, memiliki ciri - ciri
1. Tidak berklorofil
2. Ada yang bersel satu dan ada juga yang bersel banyak / multiseluler
3. Hidup di tempat yang lembab
4. Jamur multiseluler bersekat / septum dan memiliki hifa / benang halus. Kumpulan hifa disebut miselium.
5. Ada yang bersifat saprofit (hidup dari sisa organisme yang sudah busuk) atau parasit.
6. Reproduksinya dapat secara kawin atau tak kawin.
7. Dibagi menjadi empat kelas :
a. Phycomycota, contohnya Rhizopus stolonifer (parasit pada roti), Rhizopus oryzae (pembuat tempe)
b. Ascomycota, contohnya : Penicillium notatum / penghasil antibiotic penisilin, Aspergillus Oryzae / jamur pembuat tempe, Aspergillus Wenti / Jamur pembuat kecap, Piedra hortai / penyebab infeksi kepala manusia, Saccaharomyces cerevisiae / ragi pembuat roti, tape dan bir.
c. Basidiomycota, contohnya : Auricularia polytricha (jamur kuping), Volvariela volvacea (jamur merang), Amanita muscarina (Jamur payung beracun).
d. Deutromycota, contohnya : Monila sitophila (jamur pembuat kuping). Candida albicans (jamur penyebab penyakit kelamin).
Untuk Mengetahui lebih lanjut mengenai Jamur, silahkan buka http://falah-kharisma.blogspot.com/2014/12/ciri-ciri-jamur_6.html
Baca Juga : Peranan Jamur Dalam Kehidupan

D. Plantae, memiliki ciri - ciri
1. Makhluk hidup bersel banyak
2. Memiliki dinding sel yang kuat
3. Berinti / eukariotik
4. Memiliki zat warna / kloroplas yang berisi klorofil / makhluk autotrof
5. Di bagi dalam 3 kelompok : Lumut / Bryophyta, paku - pakuan / Pteridophyta, dan tumbuhan biji / Spermatophyta. Ketiga kelompok tersebut dikelompokan dalam dua kelompok besar :
a. Tumbuhan Tidak berpembuluh, dengan ciri utamanya tidak mempunyai pembuluh angkut, akar bersifat rhizoid, belum terlihat pembagian yang jelas antar akar batang dan daun. Yang termasuk kelompok ini adalah Bryophyta / Lumut.
b. Tumbuhan berpembuluh, dengan ciri utamanya memiliki pembuluh angkut ; akar, batang, dan daun yang sejati disebut juga dengan tumbuhan cormus (CORMOPHYTA). Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Pteridophyta / tumbuhan paku dan Spermatophyta (tumbuhan Biji).

E. Animalia, memiliki ciri - ciri
1. Makhluk hidup bersel banyak
2. Memiliki inti sel eukariotik
3. Tidak memiliki dinding sel
4. Tidak berkloroplas, makhluk heterotrof
5. Memiliki pigmen kulit
6. Terdiri dua Filum : 
a. Chordata : Vertebrata (Pisces, Amphibi, Reptil, Aves, Mamalia)
b. Achordata: Invertebrata / Avertebrata (Porifera / hewan berpori, Coelentara / hewan berongga, Platyhelminthes / cacing pipih, Nemathelminthes / cacing gilig, Annelida / cacing beruas - ruas, Arthoropada / hewan berbuku - buku, Mollusca / hewan lunak, Echinodermata / hewan berkulit duri )

Related Posts: