Ciri - Ciri Jamur


Ciri - Ciri Jamur


Jamur dapat ditemukan di mana – mana. Jamur banyak tumbuh pada musim pe nghujan. Habitatnya di tempat yang banyak sampah organiknya, pohon yang masih hidup (batangnya), dan pada kayu yang sudah mati. Bebepa jamur bisa dilihat secara langsung dengan mata, tidak memerlukan mikroskop.
Ciri – ciri umum jamur antara lain sebagai berikut :
  1. Tubuhnnya ada yang tersusun oleh satu sel (uniseluler) dan banyak sel (multiseluler).
  2. Selnya mempunyai membran inti, bersifat eukariotik.
  3. Tidak mempunyai klorofil, bersifat parasit, saprofit, atau simbiotik.
  4. Dinding sel tersusun dari zat kitin dan selulosa.
  5. Tubuhnya tersusun atas benang – benang halus yang disebut hifa. Hifa bercabang – cabang membentuk anyaman yang disebut miselium.
  6. Mempunyai dua generasi. Generasi haploid (n) dan diploid (2n). Jamur merupakan generasi haploid. Generasi haploid jamur sangat singkat.
  7. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara pembentukan spora. Jamur yang hidup di perairan pada umumnya memiliki spora yang berbulu cambuk, sedangkan jamur yang hidup di daratan sporanya tidak memiliki bulu cambuk. Spora ada yang dibentuk di dalam sel – sel khusus (misalnya pada asco) berupa endospora atau ada yang diluar, yaitu pada basidium sehingga diseut eksospora. (Marsusi, 2000:54)
  8. Reproduksi dengan aseksual dan seksual.
    1. Reproduksi aseksual dengan pembelahan, penguncupan, atau pembentukan spora aseksual.
      1. Reproduksi aseksual dengan pembelahan terjadi apabila satu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa.
      2. Reproduksi aseksual dengan penguncupan terjadi apabila sel anak tumbuh dari penonjolan kecil pada sel inangnya.
      3. Reproduksi aseksual dengan pembentukan spora aseksual dibentuk dalam jumlah besar
      Macam - macam spora aseksual adalah sebagai berikut :
      1. Konidiospora atau konidium; dibentuk di ujung atau di sisi suatu hifa.
      2. Sporangiospora, spora bersel satu yang terbentuk di dalam sporangium di ujung sporangiosfor.
      3. Sporangiospora dibagi menjadi dua yaitu aplanospora dan zoospora. Aplanospora adalah sporagiospora yang tidak bergerak, sedangkan zoospora adalah sporangiospora yang bergerak dengan menggunakan flagel
      4. Oidium atau artospora, spora bersel satu yang terbentuk karena terputusnya sel – sel hifa.
      5. Klamidospora, spora bersel satu yang berdinding tebal terbentuk dari sel – sel hifa somatidan sangat rentan terhadap kondisi lingkungan yang buruk.
      6. Blastospora, yaitu tunas atau kuncup pada sel – sel khamir.
    2. Reproduksi secara seksual dengan konjugasi dan spora seksual.
    3. Spora seksual dihasilkan dari peleburan dua inti, jarang terbentuk dan dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan spora aseksual
      Macam – macam spora aseksual adalah sebagai berikut :
      1. Asksospora, spora bersel satu yang terbentuk di dalam askus, umumnya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
      2. Basidiospora, spora bersel satu yang terdapat di atas basidium
      3. Zigospora; spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila terjadi peleburan ujung – ujung dua hifa yang secara seksual serasi (gametangia).
      4. Oospora; spora yang terbentuk di dalam struktur sel betina khusus (oogonium). Dalam setiap oogonium terdapat satu atau beberapa oosfer. Oosfer adalah pembuahan sel telur oleh gamet jangan yang menghasilkan oospora.
  9. Jamur hidup di tempat – tempat basah (lembap) yang mengandung zat organik, sedikit asam, dan kurang sinar matahari.
  10. Jamur belum mempunyai akar, batang, dan daun sehingga keseluruhannya disebut talus. Talus jamur ada yang membentuk struktur menyerupai akar, batang, dan daun tumbuhan. 
  11. Kebanyakan jamur bersifat mesofilik, yaitu tumbuh optimum pada suhu 20oC – 30oC. Namun ditemukan juga jenis jamur termofilik yang mampu tumbuh pada suhu di atas 50oC. Pada suhu 0oC atau kurang, beberapa jamur psikrofilik dapat hidup dan disebut jamur salju. Jamur inilah yang sering merusak bahan makanan yang didinginkan.



Related Posts: