Ciri - Ciri Platyhelminthes

Ciri - Ciri Platyhelminthes


Ciri - Ciri Platyhelminthes

   Ciri - ciri Platyhelminthes antara lain sebagai berikut :

  a. Merupakan hewan triploblastik aselomata, artinya sudah mempunyai tiga lapisan tubuh (ektoderm, mesoderm, dan endoderm), tetapi belum mempunyai rongga tubuh (selom).

  b. Plathelminthes memiliki ukuran tubuh beragam, mulai dari yang berukuran hampir mikroskopis hingga yang panjangnya 20 cm.

  c. Struktur tubuh memanjang pipih dorsoventral. Tubuhnya simetri bilatelar. DI antara hewan simetri bilatera, Platyhelminthes merupakan hewan yang paling sederhana.

  d. Bagian tubuhnya terdiri atas bagian anterios (depan / kepala), posterior (belakang / ekor), dorsal (punggung), ventral (perut), dan lateral (samping).

  e. SIstem pencernaannya belum sempurna (hanya mempunyai mulut, faring, dan usus tanpa anus). Usus bercabang - cabang ke seluruh tubuhnya.

  f. Tidak memiliki sistem peredaran darah.

  g. Sebagian besar tidak memiliki sistem respirasi dan ekskresi. Sistem ekskresi pada kelompok Platyhelminthes tertentu berfungsi untuk menjaga kadar air dalam tubuh.

  h. Bernapas dengan seluruh permukaan tubuh dan melalui rongga gastrovaskuler.

  i. Kelompok Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga tali. SIstem saraf tangga tali terdiri dari sepasang simpul saraf (ganglia) dengan sepasang tali saraf yang memanjang dan bercabang - cabang melintang seperti tangga.

  j. Reproduksi Platyhelminthes dilakukan secara seksual dan aseksual. Pada reproduksi seksual akan menghasilkan gamet. Fertilisasi ovum oleh sperma terjadi di dalam tubuh (internal). Fertilisasi dapat dilakukan sendiri ataupun dengan pasangan lain. Reproduksi aseksual tidak dilakukan oleh semua Platyhelminthes. Kelompok Platyhelminthes tertentu dapat melakukan reproduksi aseksual dengan cara membelah diri (fragmentasi), kemudian regenerasi potongan tubuh tersebut menjadi individu baru dari perkawinan silang.

  k. Ada yang hidup bebas dan ada juga yang hidup parasit. Platyhelminthes yang hidup bebas banyak ditemukan di laut, beberapa di air tawar dan di tempat - tempat lembap. Sedangkan Platyhelminthes yang hidup parasit mempunyai lapisan kutikula, silia (hilang setelah dewasa), alat pengisap, dan mungkin memiliki kait untuk menempel.

Related Posts:

Daur Ulang Limbah Anorganik

Daur Ulang Limbah Anorganik

Daur Ulang Limbah Anorganik

   Beberapa limbah anorganik yang dapat didaur ulang adalah sampah plastik, logam, kaca, plastik dan kaleng. Pengolahan limbah ini melalui beberapa tahap, yaitu sanitary landfill, incineration (pembakaran), dan pulverisation (penghancuran).

   Sanitary landfill yaitu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik. Sedangkan pada incineration, sampah dibakar di dalam alat yang disebut insinerator. Hasil pembakarannya berupa gas dan residu. Sementara itu, pada pulverisation, penghancuran sampah dilakukan di dalam mobil pengumpul sampah yang telah dilengkapi dengan alat pelumat sampah. Sampah - sampah tersebut langsung dihancurkan menjadi potongan - potongan kecil yang dapat digunakan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah

Related Posts:

Daur Ulang Limbah Organik

Daur Ulang Limbah Organik

Daur Ulang Limbah Organik

   Daur ulang limbah organik sudah merupakan kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama oleh penduduk negara - negara maju, seperti Eropa dan Jepang. Bagaimana halnya di Indonesia? Penduduk Indonesia juga sudah mulai melakukan daur ulang limbah organik, meskipun masih bersifat sederhana dan dilakukan secara tradisional. Salah satu daur limbah organik yang dilakukan adalah pembuatan kompos dari sampah rumah tangga. Kompos merupakan salah satu jenis pupuk.

   Pada prinsipnya, limbah organik dapat ditangani tanpa melalui daur ulang dan dengan melalui daur ulang. Penanganan limbah organik tanpa melalui daur ulang artinya limbah tersebut dapat dimanfaatkan secara langsung, misalnya sampah rumah tangga berupa sayuran dan daun - daun bekas dapat digunakan sebagai makanan ternak. Sedangkan penanganan limbah organik melalui daur ulang dilakukan dengan membuatnya menjadi pupuk kompos dan biogas.

  1) Pembuatan Kompos

   Pupuk kompos dibuat dari limbah organik (daun, sampah rumah tangga, dan kotoran ternak) dengan cara menguraikan bahan - bahan organik menjadi bahan anorganik. Proses ini dibantu oleh mikroorganisme malelui fermentasi.

   Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan kompos dikenal sebagai Effective Microorganism (EM). EM terdiri atas mikroorganisme aerob dan anaerob. Kedua kelompok mikroorganisme ini bekerja sama menguraikan sampah - sampah organik.

   Kompos digunakan sebagai pupuk tanaman, bersifat ramah lingkungan, dan hasil panen dari tanaman pertanian yang menggunakan pupuk ini memiliki harga jual yang lebih mahal karena resiko masuknya zat - zat berbahaya dari tanaman pertanian yang dipupuk dengan kompos lebih sedikit bahkan hampir tidak ada dibandingkan dengan tanaman pertanian yang menggunakan pupuk kimia.

  2) Pembuatan Biogas

   Biogas merupakan gas - gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Gas ini dihasilkan dari proses pembusukan atau fermentasi anaerob (tanpa oksigen) sampah organik (kotoran hewan, sisa - sisa tumbuhan, atau kedua - duanya). Proses ini dibantu oleh bakteri Metalothrypus methanica).

   Langkah pembuatannya diawali dari mencampurkan sampah organik dan air, kemudian dimasukkan bakteri M. methanica, dan disimpan di dalam tempat yang kedap udara sekitar dua minggu.

  3) Daur Ulang Kertas

   Kertas bekas membungkus makanan, kertas bekas kegiatan administrasi, maupun kertas bekas dari media - media cetak dapat dimanfaatkan dengan mendaur - ulangnya. Daur ulang kertas menghasilkan kertas yang dapat dimanfaatkan sebagai kertas buram, kertas pembungkus kado, atau aneka kerajinan yang lain.



Related Posts:

Jenis - Jenis Limbah

Jenis - Jenis Limbah

Jenis - Jenis Limbah

   Berdasarkan komponen penyusunnya, limbah dibagi menjadi dua, yaitu limbah organik dan limbah anorganik.

  1. Limbah Organik

   Limbah organik adalah limbah yang berasal dari bagian organisme, yang dapat terurai secara alami. Limbah ini banyak dihasilkan dari rumah tangga, seperti sampah dari dapur, sayuran yang telah membusuk, daun, dan kulit buah. Limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dan sumber energi alternatif yang disebut biogas.

  2. Limbah Anorganik

   Limbah anorganik umumnya sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pengurai, dan mungkin beberapa bisa terurai tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui atau yang berasal dari pertambangan seperti minyak bumi, batu bara, besi, timah, dan nikel. Limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri tetapi bisa juga dari sampah rumah tangga seperti kaleng bekas, botol, plastik, dan karet sintesis. Limbah anorganik dapat dimanfaatkan kembali dengan cara didaur - ulang menjadi bahan yang lebih berguna.

Related Posts:

Peranan Tumbuhan bagi Kehidupan

Peranan Tumbuhan bagi Kehidupan

Peranan Tumbuhan bagi Kehidupan

   Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang bisa menentukan keberadaan makhluk hidup lainnya. Seperti yang telah kita ketahui, tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis. Makanan yang dibuat tumbuhan digunakan untuk melakukan aktivitasnya sehari - hari dan untuk tumbuh dan berkembang. Sedangkan sisanya disimpan sebagai cadangan makanan. Cadangan makanan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, makhluk hidup baik secara langsung maupun tidak langsung sangat tergantung kepada tumbuhan.

   Sekarang para ahli anatomi tumbuhan mengetahui bahwa tumbuhan memiliki sifat totipotensi, yaitu suatu kemampuan setiap sel untuk tumbuh menjadi sebuah individu baru. Pengetahuan tentang totipotensi ini kemudian, dimanfaatkan oleh para ahli untuk melakukan perbanyakan tumbuhan dengan teknik kultur jaringan.

   Teknik kultur jaringan merupakan cara perbanyakan tumbuhan dalam waktu yang singkat dengan hasil yang banyak. Teknik kultur jaringan dapat dijadikan solusi untuk mengatasi masalah kekurangan pangan untuk masyarakat.

  Manfaat tumbuhan bagi kehidupan khususnya bagi manusia antara lain sebagai berikut.


  1) Pohon jati dan eboni sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena kayunya unggul untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bangunan, mebel, kapal laut, jembatan, dan sebagainya.

  2) Biji Ginkgo biloba berfungsi untuk menajamkan daya ingat. Para pakar farmasi menemukan bahwa di dalam biji Ginkgo terkandung sejenis zat yang dapat menajamkan konsentrasi seseorang, sehingga informasi yang masuk ke otak dapat diingat dengan mudah.

  Beberapa manfaat tumbuhan bagi kemajuan sains, teknologi, dan lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut.


  1) Sifat totipotensi tumbuhan dimanfaatkan pada teknik kultur jaringan, sehingga dapat dihasilkan tumbuhan dalam waktu yang singkat dan dalam jumlah yang banyak.

  2) Eceng gondok akan menjadi gulma bila terjadi eutrofikasi, akan tetapi batangnya yang dikeringkan, disamak, dan dianyam dapat digunakan untuk membuat barang - barang, seperti tas, tikar, mebel, dan tirai. Hal ini menyebabkan lingkungan terbebas dari gulma, selain itu membuka lapangan kerja baru.

  3) Melalui teknik radiasi dan induksi zat kimia kolkisin pada biji, jumlah kromosom tubuh digandakan sehingga ukuran tubuh akan melebihi ukuran normal sehingga dapat dihasilkan buah - buahan yang berukuran besar dan tidak berbiji.

  4) Tanaman tagetes menghasilkan senyawa tiofen yang aman bagi manusia, tetapi racun bagi hama sehingga dapat mengekstrak tiofen dari daun, batang, akar, dan bunganya dapat diperoleh ekstrak untuk insektisida, nematisida, dan fungisida.

  5) Sel - sel tubuh tumbuhan mengandung sitoplasma yang bersifat elektrolit sehingga dengan mengekstrak kulit buah dan sisa potongan sayuran kemudian ekstrak tersebut dihubungkan dengan elektroda ke alat - alat yang menggunakan energi rendan dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif rendah.



Related Posts:

Ciri - Ciri Tumbuhan Paku

Ciri - Ciri Tumbuhan Paku


Ciri - Ciri Tumbuhan Paku

   Tumbuhan paku sama halnya dengan tumbuhan lumut, yaitu merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah dan berkembang biak dengan spora. Meskipun mempunyai kesamaan dengan tumbuhan lumut, akan tetapi tumbuhan paku mempunyai beberapa perbedaan dengan tumbuhan lumut, yaitu tumbuhan paku sudah memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem) dan sudah termasuk tumbuhan kormus. Tumbuhan kormus adalah tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya.

   Ciri - ciri tumbuhan paku antara lain sebagai berikut :

   a. Tumbuhan paku tergolong kormofita sejati karena sudah menyerupai tumbuhan tinggi, misalnya :
     1) Batangnya bercabang - cabang dan ada yang berkayu.
     2) Daun sudah memiliki urat - urat daun, tetapi ada juga yang tidak berdaun, atau daunnya hanya berupa sisik.
     3) Rizoid sudah berkembang ke bentuk akar.
     4) Sudah memiliki berkas pembuluh angkut (xilem dan floem).

  b. Pada waktu muda daunnya menggulung, setelah dewasa daunnya dapat dibedakan menjadi tropofil dan sporofil.
     1) Tropofil : daun khusus yang berfungsi untuk fotosintesis, tidak mengandungs pora.
     2) Sporofil : daun penghasil spora.

  c. Spora dihasilkan di dalam kotak spora (sporangium), Sejumlah sporangium mengelompok membentuk sorus. Letak sorus pada daun bermacam - macam, antara lain :
     1) Sorus di sepanjang tulang daun, contoh : Asplenium nidus (paku sarang burung).
     2) Sorus di sepanjang cabang tulang daun, contoh : Gleichenia linearis (paku resam).
     3) Sorus di sepanjang tepi daun, contoh : Drymoglossum heterophyllum (paku picis).
     4) Sorus merata pada sisi bawah daun, contoh : Acrostichum aureum (paku laut).
     5) Sorus pada ujung tulang daun, contoh Angiopteris evecta (paku kedondong).
     6) Sorus pada ujung daun sebelah bawah, contoh : Adiantum cuneatum (paku suplir).

  d. Sporanya berbeda - beda, baik bentuk, ukuran, maupun sifat - sifatnya..
 
  e. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) seperti halnya pada tumbuhan lumut. Hanya pada tumbuhan paku yang dikenal sebagai tumbuhan pakunya adalah fase sporofitnya, sedangkan fase gametofitnya masih berbentuk talus dan sangat kecil sehingga tidak terlihat. Gametofit tumbuhan paku disebut protalium.

  f. Tumbuhan paku tersebar luas di daerah tropis sehingga daerah subtropis, menyukai tempat - tempat yang lembap (higrofit), sebagai tumbuhan lapis bawah (undergrowth) di hutan - hutan yang lebat, menempel pada tumbuhan lain (epifit) dan ada yang hidup di perairan air tawar (hidrofit).

Related Posts:

Peranan Tumbuhan Paku bagi Kehidupan

Peranan Tumbuhan Paku bagi Kehidupan

Peranan Tumbuhan Paku bagi Kehidupan

   Tumbuhan paku mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Peranan tersebut ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan. Beberapa peranan tumbuhan paku dalam kehidupan adalah sebagai berikut.

  a. Tumbuhan paku dapat digunakan sebagai tanaman hias. Misalnya : Adiantum, Platycerum, Asplenium, Nephrolepis, dan Selaginella.

  b. Beberapa tumbuhan paku dapat digunakan sebagai obat, Misalnya :
     1) Equisetum digunakan untuk obat antidiuretik (lancar seni).
     2) Cyclophorus digunakan untuk obat pusing dan obat luar.
     3) Dryopteris digunakan untuk obat cacing pita.
     4) Platycerium bifurcatum digunakan untuk obat tetes telinga luar.
     5) Lycopodium digunakan untuk obat antidiuretik dan sporanya digunakan untuk pencahar lemak.

  c. Beberapa tumbuhan paku dapat dijadikan sayuran (makanan), Misalnya, semanggi (Marsilea) dan paku garuda (Pteridium aquilinum).

  d. Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena (alga biru) dapat mengikat unsur nitrogen bebas dari udara sehingga dapat menyuburkan tanah.

  e, Paku tiang (Alsophyla glauca) batangnya dapat digunakan untuk tiang bangunan.

  f. Tepung spora Lycopodium dapat digunakan untuk bahan kembang api.

  g. Batang paku ekor kuda (Equisetum) yang dikeringkan dapat dipakai untuk alat pembersih (penggosok).

  h. Tumbuhan paku ada yang merugikan karena beberapa ada yang menjadi gulma (tumbuhan pengganggu). Misalnya, Salvinia natans (keyambang) merupakan tumbuhan pengganggu pada tumbuhan padi.

Related Posts:

Jenis - Jenis Koperasi

Jenis - Jenis Koperasi

Jenis - Jenis Koperasi

  a. Koperasi berdasarkan jenis usahanya

  1) Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
   KSP adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. 

  2) Koperasi Serba Usaha (KSU)
   KSU adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam - macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari - hari anggota dan masyarakat, unit produksi, unit wartel.
  
  3) Koperasi Konsumsi
   Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari - hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, parabot rumah tangga.
   
  4) Koperasi Produksi
   Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama - sama.
   

  b. Koperasi berdasarkan keanggotaannya

  
  1) Koperasi Unit Desa (KUD)
   Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman, benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan teknis pertanian.
   
  2) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
   Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan dni lingkup departemen atau instansi.
   
  3) Koperasi Sekolah
   Koperasi Sekolah memiliki anggota yang terdiri dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajara, alat tulis, makanan dan lain - lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan hanya sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kejujuran.
   

  c. Koperasi berdasarkan tingkatannya


   Menurut tingkatannya koperasi dapat dibedakan menjadi koperasi primer dan koperasi sekunder.
   
  1) Koperasi Primer
   Koperasi primer dibentuk oleh sekurang - kurangnya 20 (dua puluh) orang. Lingkup kerja koperasi primer berada pada lingkungan suatu pekerjaan, satu kelurahan, atau satu desa.
  
  2) Koperasi Sekunder
   Berdasarkan wilayah kerjanya, koperasi sekunder dapat dibagi menjadi 3 macam, seperti berikut.

   a) Pusat Koperasi
    Pusat koperasi adalah koperasi yang beranggotakan minimal 5 koperasi primer yang berbadan hukum. Wilayah kerja pusat koperasi adalah daerah tingkat II (tingkat kabupaten).
   b) Gabungan Koperasi
    Gabungan koperasi adalah koperasi yang anggotanya paling sedikit 3 pusat koperasi yang berbadan hukum. Wilayah kerja gabungan koperasi adalah daerah tingkat I (tingkat provinsi).
   c) Induk Koperasi
    Induk koperasi adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 3 gabungan koperasi yang berbadan hukum. Wilayah kerja induk koperasi adalah ibukota Negara Republik Indonesia (tingkat nasional).
   Adanya koperasi dapat membuat turunnya praktik rentenir yang tidak sesuai dengan agama islam. Dalam koperasi pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing - masing anggota yang dalam agama islam dikenal dengan Mudharabah
   
   

Related Posts:

Bidang - Bidang Manajemen

Bidang - Bidang Manajemen

Bidang - Bidang Manajemen


   Bidang - bidang manajemen meliputi manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen personalia, dan manajemen administrasi / akuntansi. Simaklah uraian bidang - bidang manajemen berikut.

  1. Manajemen Produksi

   Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengoordinasikan faktor - faktor produksi seperti alam, tenaga kerja, modal, dan skill secara efektif dan efisien agar dapat menciptakan atau menambah guna suatu barang atau jasa. Tujuan manajemen produksi adalah mengatur produksi barang atau jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kegiatan manajemen produksi adalah sebagai berikut.

  a. Perencanaan Sistem Produksi

   Perencenaan sistem produksi adalah perencanaan dan pengoordinasian tentang orang, bahan, mesin, metode, dan modal yang diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa pada metode di masa yang akan dadtang. Perencanaan produksi mencakup, meliputi : 
   1) Jenis barang yang diproduksi
   2) Jumlah barang yang akan diproduksi
   3) Desain produksi
   4) Bahan baku yang dibutuhkan
   5) Cara Pengolahan.

  b. Pengendalian produksi

   Pengendalian produksi merupakan rangkaian prosedur yang diarahkan pada semua elemen dalam proses produksi. Pengendalian produksi meliputi pengendalian bahan, harga beli bahan baku, proses produksi, standar kualitas produksi, tenaga kerja dan sebagainya agar memberikan hasil dengan sedikit biaya dalam waktu tercepat.

  c. Pengawasan Produksi

   Pengawasan produksi bertujuan untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, yaitu memproduksi dengan cara yang terbaik dan biaya seminimal mungkin, serta tepat waktu.

  2. Manajemen Pemasaran

   Manajemen pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan penetapan harga, promosi, dan pendistribusian gagasan, barang atau jasa yang memungkinkan terjadi pertukaran atau penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dapat berjalan lancar dan memuaskan. Manajemen pemasaran bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan produk yang dihasilkan. Kegiatan manajemen pemasaran antara lain.

  a. Riset Pasar

   Riset pasar merupakan penelitian yang dilakukan perusahaan untuk mengidentifikasi keinginan atau kebutuhan konsumen, sehingga perusahaan dapat menentukan produk yang dapat memenuhi kebutuhannya.

  b. Perencanaan Pemasaran

   Perencanaan pemasaran meliputi penentuan target penjualan, penetapan segmen pasar, metode pemasaran, dan penentuan alat pemasaran.

  c. Melakukan Analisis

   Analisis dilakukan untuk mengetahui peluang pasar, tantangan, dan ancaman dari pesaing.

  d. Mempromosikan Produk

   Promosi produk dilakukan melalui media massa, reklame, atau billboard, personal selling (promosi secara lisan oleh perusahaan), promosi penjualan (kegiatan pemasaran yang merangsang pembelian produk oleh konsumen) dan publisitas.

   Di dalam manajemen pemasaran, terdapat istilah bauran pemasaran (marketing mix). Bauran pemasaran (marketing mix) meliputi 4P yaitu product, price, place, dan promotion.
   1) Product (produk), yaitu barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen.
   2) Price (harga), yaitu jumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan produk.
   3) Place (distribusi), yaitu aktivitas perusahaan untuk menyalurkan produk dari produsen kepada konsumen.
   4) Promotion (promosi), yaitu aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk konsumen agar membelinya.

  3. Manajemen Keuangan

   Manajemen keuangan adalah kegiatan mengatur keseimbangan antara kebutuhan dana dengan tersedianya dana dari berbagai sumber dana untuk meningkatkan nilai perusahaan. Dalam melakukan fungsinya mengelola keuangan, manajemen keuangan melakukan tiga langkah berikut.
   a. Menentukan sumber dana yang diperlukan
   b. Mengalokasikan sumber keuangan yang ada pada segala aktivitas perusahaan atau penyusunan anggaran pengeluaran.
   c. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan dan pemanfaatan keuangan.

  4. Manajemen Sumber Daya Manusia

   Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) atau manajemen personalia adalah seni ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan terhadap personalia. Manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk meningkatkan kontribusi personalia terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi.

   Ruang lingkup manajemen personalia meliputi kegiatan berikut.
   a. Pengadaan pegawai (recruitment), yaitu kegiatan yang meliputi perencanaan penerimaan pegawai, analisis jabatan, seleksi pegawai, dan penempatan pegawai.
   b. Pengembangan, yaitu kegiatan yang meliputi sistem pengupahan, penilaian karyawan, dan pemindahan.
   c. Pemberian kompensasi, yaitu kegiatan yang meliputi sistem pengupahan, analisis tentang upah yang dibayarkan, evaluasi jabatan, penilaian tingkat produktivitas, dan penilaian sistem pengupahan insentif.
   d. Pengintegrasian, adalah kegiatan untuk memudahkan keinginan perusahaan, tenaga kerja, dan masyarakat.
   e. Pemeliharaan, adalah kegiatan yang meliputi penyusunan program keselamatan, kesehatan dan pelayanan karyawan, serta pemutusan hubungan kerja.

  5. Manajemen Administrasi (Akuntansi)

   Kegiatan manajemen akuntansi adalah mengumpulkan, mencatat, menganalisis, dan melaporkan keuangan perusahaan sebagai bahan pengambilan keputusan. Sasaran utama manajemen akuntansi adalah menyajikan laporan tentang peristiwa finansial atau keuangan
  
   Manajemen administrasi (akuntansi) mempunyai tahap - tahap sebagai berikut.
   a. Pengumpulan data yang berbentuk data harian, mingguan, atau bulanan.
   b. Pencatatan data secara sistematis, berurutan, dan terperinci.
   c. Pengelompokan data menurut golongan, rekening, atau penggolongan yang lain menurut kebutuhan.
   d. Pelaporan secara periodik agar terdapat kesinambungan dan untuk mengetahui kemajuan atau kemunduran perusahaan.
   e. Penafsiran data kemudian dibandingkan dengan kondisi perusahaan periode sebelumnya atau kondisi perusahaan lain.


Related Posts:

Unsur - Unsur Manajemen

Unsur - Unsur Manajemen

Unsur - Unsur Manajemen


   Manajemen sering juga diartikan sebagai suatu proses pemberian pimpinan dan bimbingan serta fasilitas - fasilitas dalam suatu kegiatan kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, dalam kegiatan manajemen selalu memerlukan fasilitas - fasilitas atau sarana - sarana, serta alat - alat kerja yang juga disebut sebagai unsur - unsur manajemen.

   Unsur - unsur manajemen lebih dikenal dengan istilah "6M" dalam manajemen atau "The Six M's in Management". Unsur - unsur ini merupakan bagian terpenting dan mutlak harus ada manajemen, baik dalam rangka proses pencapaian tujuan secara keseluruhan atau pencapaian tujuan dari masing - masing pelaksanaan fungsi manajemen.

   Unsur - unsur manajemen yang dikenal dengan 6M terdiri atas :

  a. Man (Manusia)

   Manusia merupakan unsur yang utama dalam manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Manusia berperan untuk melaksanakan beberapa aktivitas untuk mencapai tujuan, misalnya dalam kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Sarana manusia ini dalam organisasi biasa disebut Sumber Daya Manusia (SDM). Kualitas SDM sangat menentukan keberhasilan organisasi, karena manajemen tidak akan mungkin dapat mencapai tujuannya tanpa ada manusia.

  b. Money (Uang)

   Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan membutuhkan uang. Uang digunakan untuk pendirian perusahaan, pembayaran upah tenga kerja, membeli berbagai peralatan dan bahan baku, biaya transportasi, dan sebagainya. Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan secara efisien dan efektif agar tujuan tercapai dengan biaya serendah mungkin.

  c. Material (Bahan Baku)

   Bahan baku digunakan sebagai bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi. Contohnya yaitu pada perusahaan pakaian. Perusahaan pakaian akan membutuhkan bahan - bahan seperti kain, benang, kancing baju, dan sebagainya untuk menghasilkan pakaian. Bahan mentah tersebut akan diproses secara efisien dan efektif. Pada umumnya perusahaan membeli bahan baku dari pihak lain, misalnya supplier, dengan harga yang termurah.

  d. Machine (Mesin)

   Mesin merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat menyebabkan penggunaan mesin semakin meningkat. Penggunaan mesin dalam kegiatan perusahaan dapat membuat proses produksi atau kegiatan yang terkait dengan tujuan organisasi lebih efisien.

  e. Methods (Metode)

   Metode adalah cara untuk melakukan agar berdaya guna dan berhasil guna. Metode kerja yang tepat dapat memperlancar jalannya usaha. Agar kegiatan yang dilakukan dapat efektif dan efisien maka diperlukan berbagai alternatif metode untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemilihan metode yang tepat akan menentukan tercapainya tujuan. Masing - masing metode memiliki daya guna dan hasil guna yang berbeda.

  f. Market (Pasar)

   Pasar merupakan tempat untuk melakukan kegiatan memasarkan hasil produksi dari suatu kegiatan usaha. Penguasaan pasar untuk menyebarkan hasil produksi agar sampai ke tangan konsumen merupakan unsur yang menentukan dalam kegiatan manajemen pada umumnya.

Related Posts:

Syarat - Syarat Benda Dijadikan Uang

Syarat - Syarat Benda Dijadikan Uang



Syarat - Syarat Benda Dijadikan Uang

   Uang terbuat dari suatu benda yang dapat dijadikan sebagai alat pertukaran. Oleh karena itu, benda yang dijadikan uang tersebut harus memenuhi syarat - syarat sebagai berikut :

  a. Dapat Diterima oleh Masyarakat Umum (Acceptability)

   Artinya benda yang dijadikan uang harus bisa diterima oleh seluruh masyarakat, karena jika benda tersebut tidak diterima maka uang tersebut tidak dapat beredar ke seluruh kalangan masyarakat.

  b. Tidak Berkurang Nilainya (Stability of Value)

   Artinya jika benda itu tidak dipakai dan dibiarkan saja maka nilainya tidak akan berkurang. Sehingga masyarakat akan percaya jika mereka menyimpan benda tersebut dalam waktu yang lama karena nilainya akan tetap.

  c. Tahan Lama dan Tidak Mudah Rusak (Durability)

   Artinya benda yang dijadikan uang harus tahan jika disimpan dalam waktu yang lama, dan tidak mudah rusak. Misalnya benda yang dijadikan uang adalah daun, maka jika disimpan dalam waktu yang lama akan kering dan mudah rusak.

  d. Mudah Dipindahkan dan Dibawa ke Mana - Mana (Portability)

   Artinya benda yang dijadikan uang harus mudah jika akan disimpan, dibawa, dan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Oeh karena itu, benda tersebut harus memiliki ukuran yang kecil dan ringan sehingga mudah disimpan dan dibawa ke manapun.

  e. Mudah Dibagi tanpa Mengurangi Nilai (Disability)

   Artinya jika benda itu dipecah ke dalam beberapa bagian maka nilai keseluruhan benda yang dibagi - bagi tersebut akan tetap. Misalnya emas 2 gram jika dibagi dua masing - masing 1 gram, maka nilai emas tersebut secara keseluruhan tetap 2 gram.

  f. Memiliki Satu Kualitas Saja (Uniformity)

   Artinya kualitas benda yang dijalikan uang tersebut sama. Jika kualitas benda berbeda akan mengakibatkan terjadi perbedaan nilai uang. MIsal benda yang dijadikan uang adalah emas, maka harus ditentukan kadarnya, misalnya emas dengan kadar 80%. Sehingga hanya emas yang berkadar 80% saja yang dijadikan uang, sedangkan emas dengan kadar yang lain tidak diakui sebagai uang.

  g. Jumlahnya Terbatas dan Tidak Mudah Dipalsukan

   Artinya jika jumlahnya tidak terbatas dan mudah dipalsukan maka setiap orang dapat memiliki benda tersebut dengan jumlah yang tidak terbatas, sehingga peran dan fungsi uang menjadi tidak dijalankan. Mengapa demikian? Karena jika setiap orang sudah memiliki benda tersebut dalam jumlah yang tidak terbatas maka mereka tidak memerlukan lagi benda tersebut dari orang lain sehingga pertukaran tidak dapat berjalan.

Related Posts:

Masalah Pokok Ekonomi

Masalah Pokok Ekonomi

Masalah Pokok Ekonomi

  Setiap negara berkembang maupun negara maju yang menganut sistem ekonomi apapun selalu mengalami tiga masalah pokok di bidang ekonomi. Ketiga masalah pokok di bidang ekonomi itu adalah sebagai berikut :

  1. Barang dan Jasa Apa yang Akan Diproduksi (What?)
   Setiap negara harus dapat menentukan barang dan jasa yang akan diproduksi. Untuk menentukan barang atau jasa yang akan diproduksi, pemerintah perlu menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi dan dalam jumlah berapa.

   Untuk dapat menentukan barang / jasa yang harus di buat, maka pemerintah harus mengetahui barang / jasa apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat. Di sisi lain juga harus dilihat ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk membuat barang / jasa tersebut.

   Selain itu juga perlu diperhitungkan tentang efisiensi jika barang / jasa dibuat sendiri. atau jika dibuat oleh pihak lain. Berbagai pertimbangan tersebut harus dicari jawabannya dengan cermat. Sebab apabila terjadi kesalahan dalam memberi jawaban akan berakibat pada tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Jawaban atas pertanyaan ini sebaiknya adalah membuat barang / jasa yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat akan merasakan manfaatnya.

2. Bagaimana Barang dan Jasa Diproduksi (How?)

   Pertanyaan "how" berkaitan dengan bagaimana cara memproduksi barang atau jasa yang sudah diputuskan untuk dibuat. Setelah ada kepastian mengenai jenis dan jumlah barang yang dikehendaki masyarakat, maka langkah berikutnya adalah melakukan persiapan untuk memproduksi produk tersebut. Faktor - faktor penting yang perlu dipertimbangkan antara lain :

  a. Bagaimana memilih kombinasi sumber daya yang digunakan yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal, sehingga diperoleh hasil optimal dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
  b. Bagaimana mengelola biaya produksi agar dengan biaya minimum dapat diperoleh laba maksimum.
  c. Bagaimana memilih teknik produksi, apakah menggunakan teknik produksi yang padat karya atau padat modal. Masing - masing teknik tersebut memiliki kelebihan tersendiri. Kelebihan menggunakan teknik padat karya yaitu banyak menyerap tenaga kerja, sehingga secara otomatis mengurangi pengangguran. Sementara itu, teknik yang padat modal lebih menekankan penggunaan alat, mesin, dan teknologi yang canggih sehingga produksi dapat lebih efisien.

   Contoh yang berkaitan dengan pertanyaan "How"?, yaitu pertimbangan penting dalam pemilihan teknologi yang akan dipakai dalam proses produksi perlu mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja. Jika melakukan proses produksi di daerah yang padat penduduk dan banyak penduduk usia kerja, maka akan lebih baik jika memilih teknologi yang padat karya.

3. Untuk Siapa Barang dan Jasa Diproduksi (For Whom?)
   
   Permasalahan yang berkaitan dengan "for whom?" adalah tentang siapa yang nanti akan menikmati barang / jasa yang diproduksi. Untuk merumuskan jawaban pertanyaan "for whom", perlu mempertimbangkan hal - hal berikut :

  a. Siapa pengguna atau pemakai produk yang diproduksi?
  b. Bagaimana cara distribusi agar barang atau jasa sampai kepada konsumen.

   Setelah ada penentuan yang jelas tentang barang atau jasa apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksi dan untuk siapa barang diproduksi (what, how, dan for whom), maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan produksi sesuai rencana tersebut. Dalam pelaksanaan ini perlu konsistensi agar tidak ada pihak yang mengalami kerugian. Oleh karena itu, harus teliti dan benar dalam merumuskan tiga permasalahan tiga permasalahan pokok ekonomi tersebut.


Related Posts:

Macam - Macam Sistem Ekonomi

Macam - Macam Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi

   Pada umumnya setiap negara mempunyai tiga masalah pokok ekonomi. Cara yang digunakan oleh negara untuk mengatasi masalah ekonomi tersebut tergantung dari sistem ekonomi yang dianut negara tersebut. Sistem ekonomi yang digunakan oleh suatu negara dipengaruhi oleh pandangan hidup atau falsafah hidup yang dianut oleh negara tersebut.

   Sistem ekonomi yang berlaku di suatu negara dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki, kebiasaan, dan faktor politik yang berlaku pada masyarakat yang bersangkutan.

  1. Sistem Ekonomi Tradisional

   Sistem ekonomi tradisional terdapat pada masyarakat yang cara hidupnya masih tradisional. Mereka memproduksi sendiri barang - barang yang diperlukan dengan cara sederhana karena belum mengenal teknologi. Semua kegiatan dilakukan berdasar tradisi yang telah dilaksanakan secara turun - temurun. Kegiatan ekonomi lebih tertuju untuk mempertahankan yang telah ada, sehingga tidak ada usaha untuk memeroleh sesuatu yang baru, karena mereka menganggap apa yang mereka dimiliki sudah memadai.

   Kebutuhan pada masyarakat tradisional hanya berupa makan dan minum yang dapat diatasi dengan bercocok tanam, bertenak, dan berburu. Pada sistem ini belum mengenal perdagangan.

  a. Ciri - Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

   Sistem ekonomi tradisional mempunyai ciri - ciri berikut :
   1) Kegiatan ekonomi hanya mengandalkan sektor pertanian (agraris)
   2) Belum Mengenal Perdagangan.
   3) Rumah tangga produksi masih menyatu dengan rumah tangga konsumsi (produsen mengonsumsi sendiri barang yang diproduksinya)
   4) Hanya sedikit menggunakan modal.
   5) Masih terikat tradisi
   6) Belum mengenal pembagian kerja

  b. Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

   Berikut ini kelebihan sistem ekonomi tradisional.
   1) Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sehingga masyarakat tidak dibebani target yang berat.
   2) Segala sesuatu berdasarkan pada tradisi atau kebiasaan, sehingga tidak terdapat persaingan.

  c. Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional

   Sistem ekonomi tradisional mempunyai kelemahan sebagai berikut :
   1) Sulit terjadi kemajuan karena perubahan dianggap sesuatu yang tabu.
   2) Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, bukan untuk meningkatkan kesejahteraan.
   3) Belum memperhitungkan efisiensi dan efektivitas dalam memproduksi.

  2. Sistem Ekonomi Terpusat / Komando

   Sistem ekonomi terpusat disebut juga sistem sistem ekonomi komando. Dalam sistem i ni jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kebiasaan yang besar terhadap faktor - faktor produksi karena sebagian besar faktor produksi adalah milik pemerintah. Pencetus gagasan ekonomi terpusat adalah Karl Marx.

   Sosialisme dan komunisme merupakan contoh sistem ekonomi terpusat. Ciri sosialisme yaitu kepemilikan dan kontrol terhadap semua industri penting dilakukan oleh pemerintah, namun swasta masih diperbolehkan mengelola industri yang tidak terlalu penting, seperti pertokoan, dan rumah makan. Sementara itu, pada komunisme tidak terdapat kepemilikan pribadi, karena semua barang dimiliki oleh umum, serta negara mengendalikan sepenuhnya faktor produksi dan rencana produksi.

  a. Ciri - Ciri Sistem Ekonomi Terpusat

   Berikut ini ciri - ciri sistem ekonomi terpusat :
   1) Pemerintah bertanggung jawab terhadap keputusan produksi, konsumsi, dan distribusi.
   2) Semua faktor produksi dan modal dimiliki pemerintah.
   3) Hak pribadi tidak diakui karena semuanya diatur oleh pemerintah.
   4) Pemerintah tidak memberikan kebebasan yang cukup kepada perseorangan maupun kelompok untuk melakukan kegiatan ekonomi.

  b. Kelebihan Sistem Ekonomi Terpusat

   Sistem ekonomi terpusat memiliki kelebihan sebagai berikut.
   1) Penentuan dan pelaksanaan produksi dan distribusi relatif lebih mudah.
   2) Pemerataan dan pengendalian harga relatif lebih mudah dilakukan.
   3) Pengangguran dapat dikendalikan.
   4) Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian.

  c. Kelemahan Sistem Ekonomi Terpusat

   Berikut ini kelemahan sistem ekonomi terpusat :
   1) Karya cipta pribadi kurang dihargai pemerintah, sehingga mematikan kreativitas masyarakat.
   2) Pemerintah kesulitan menghitung secara pasti jumlah yang dibutuhkan masyarakat dan jumlah biaya kegiatan produksi yang diperlakukan secara sentral.
   3) Barang yang didistribusikan oleh pemerintah tidak selalu dibutuhkan oleh masyarakat.
   4) Hak milik seseorang tidak ada kecuali barang - barang yang sudah dibagikan.

  3. Sistem Ekonomi Pasar / Liberal

   Pencetus gagasan sistem ekonomi pasar adalah Adam Smith. Ia berpendapan bahwa kemakmuran bangsa akan terjamin jika setiap orang diberi kebebasan untuk menentukan sendiri tentang apa, berapa, di mana, dan bagaimana melakukan kegiatan ekonomi. Pemikirannya tersebut dimuat dalam buku An Inquiri Into the Nature and Causes of the wealth of Nations.

   Sistem ekonomi pasar sering disebut juga sistem ekonomi liberal. Sistem perekonomian yang paling tepat untuk mendorong kesejahteraan bangsa adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memberi kebebasan kepada individu dan badan - badan swasta untuk melakukan produksi dan konsumsi menurut pertimbangan sendiri.

   Ketentuan tentang jenis dan jumlah barang dan jasa yang diproduksi, untuk siapa sasaran produksi, serta cara distribusi ditentukan oleh mekanisme pasar yaitu hubungan permintaan dan penawaran. Pemerintah memberikan kebebasan dalam penggunaan sumber - sumber ekonomi.

  a. Ciri - Ciri Sistem Ekonomi Pasar

   Berikut ini ciri - ciri sistem ekonomi pasar :
   1) Hak milik setiap orang diakui, bahkan diberi kebebasan untuk memiliki barang modal.
   2) Seluruh aktivitas ekonomi dilakukan oleh masyarakat atau masyarakat.
   3) Pemeirntah tidak campur tangan dalam mekanisme pasar.
   4) Terjadi persaingan secara bebas.

   b. Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar

   Sistem ekonomi pasar mempunyai kelebihan seperti berikut :
   1) Terjadi efisiensi dan efektivitas yang tinggi, karena semua tindakan dilandasi motif ekonomi.
   2) Kreativitas masyarakat berkembang karena diberi kebebasan berusaha, memilih pekerjaan, dan menentukan konsumsi.
   3) Barang - barang yang ada di pasar bermutu tinggi karena barang yang kurang bermutu tidak diterima oleh pasar.
   4) Perseorangan dan badan swasta bebas memilih dan memiliki alat produksi.

   c. Kelemahan Sistem Ekonomi Pasar

   Berikut ini kelemahan sistem ekonomi pasar.
   1) Terjadi persaingan yang tidak sehat.
   2) Pemerataan pendapatan sulit dicapai.
   3) Terdapat kecenderungan berupa pemilik modal mengeksploitasi kaum pekerja dan sumber - sumber ekonomi.
   4) Monopoli yang terjadi akibat persaingan bebas dapat merugikan masyarakat.

  4. Sistem Ekonomi Campuran

   Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau kombinasi yang mengambil kelebihan sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. SIstem ini banyak dianut oleh negara - negara di dunia. Sistem ekonomi yang dijalankan di setiap negara tidak sama dengan negara yang lain. Perbedaan terjadi karena setiap negara memiliki proporsi yang tidak sama dalam mengambil unsur kelebihan dari sistem ekonomi terpusat maupun sistem ekonomi pasar.
 
   Pada sistem ekonomi campuran, pemerintah serta masyarakat atau swasta bersama - sama meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah berperan sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Tujuan pemerintah melakukan campur tangan dalam kegiatan ekonomi adalah untuk melindungi masyarakat yang lemah serta mengatasi kegiatan ekonomi yang berfluktuasi. Campur tangan pemerintah misalnya diterbitkannya peraturan untuk mengatur dan mengawasi kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh swasta agar sesuai dengan norma yang wajar.

  a. Ciri - Ciri Sistem Ekonomi Campuran

   Berikut ini ciri - ciri sistem ekonomi campuran :
   1) Merupakan kombinasi antara sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar.
   2) Sumber daya yang penting seperti listrik, air, telekomunikasi, dan transportasi dikuasai oleh pemerintah.
   3) Intervensi pemerintah ditandai dengan adanya undang - undang dan kebijakan ekonomi sehingga persaingan tidak sehat dapat dihindari.
   4) Terjadi keseimbangan peran antara pemerintah dan swasta.

  b. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

   Berikut ini kelebihan sistem ekonomi campuran.
   1) Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah lebih bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
   2) Hak individu / swasta diakui dengan jelas.
   3) Harga lebih mudah untuk dikendalikan.

  c. Kelemahan Sistem Ekonomi Campuran

   Sistem ekonomi campuran memiliki kelemahan berikut.
   1) Beban pemerintah lebih berat daripada swasta.
   2) Timbul KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor - sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah.
   3) Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih tinggi daripada pegawai swasta.

  5. Sistem Ekonomi Pancasila

   Ada berbagai macam sistem ekonomi yang ada di dunia. Sistem ekonomi manakah yang dianut oleh Indonesia? Sistem ekonomi yang dianut negara Indonesia adalah sistem ekonomi pancasila. Sistem ekonomi pancasila adalah sistem ekonomi yang dijiwai oleh ideologi pancasila, di dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Sistem ekonomi Pancasila memberikan kebebasan berusaha kepada masyarakat dengan batas dan syarat tertentu. Landasan sistem ekonomi pancasila antara lain sila - sila dalam pancasila, pembukaan UUD 1945, dan UUD 1945 pasal 27, 33, dan 34.

  Ciri - Ciri Sistem Ekonomi Pancasila

   1) Hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara (pemerintah).
   2) Peran negara dan pihak swasta sangat penting, namun tidak dominan.
   3) Masyarakat adalah bagian yang penting, di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawali oleh anggota masyarakat.
   4) Hubungan kerja antar lembaga ekonomi tidak didasarkan pada jumlah modal, tetapi didasari atas asas kekeluargaan.
   5) Terlaksananya sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi.







Related Posts:

Otoritas Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan

  1. Pengertian Otoritas Jasa Keuangan 

   Menurut UU No 21 Tahun 2011 Bab I Pasal 1 ayat 1 yang dimaksud dengan "adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang - Undang ini."

  OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel; mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; mampu melindungi kepentingan Konsumen dan masyarakat.

   2. Fungsi, Tujuan, Tugas, dan Wewenang Otoritas Jasa Keuangan.


   A. Fungsi OJK adalah sebagai berikut.

  1. Mengawasi aturan main yang sudah dijalankan dari forum stabilitas keuangan.
  2. Menjaga stabilitas sistem keuangan
  3. Melakukan pengawasan non-bank dalam struktur yang sama seperti sekarang.
  4. Pengawasan bank keluar dari otoritas Bank Indonesia sebagai bank sentral dan dipegang oleh lembaga baru.

   B. Tujuan dalam pembentukan OJK adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mencapainya, Bank Indonesia dalam melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, dan transparan dengan mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian.
  2. Mengatasi kompleksitas keuangan global dari ancaman krisis.
  3. Menciptakan satu otoritas yang lebih kuat dengan memiliki sumber daya manusia dan ahli yang mencukupi.

   C. OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap :

  1. Kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan;
  2. Kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal; dan
  3. Kegiatan jasa keuangan di sektor Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.

   D. Wewenang OJK dalam menjalankan tugas pengaturan dan pengawasan, sebagai berikut.

  1. Terkait khusus Pengawasan dan Pengaturan Lembaga Jasa Keuangan Bank yang meliputi :
    • Perizinan untuk pendirian bank, pembukaan kantor bank, anggaran dasar, rencana kerja, kepemilikan, kepengurusan dan sumber daya manusia, merger, konsolidasi dan akuisisi bank, serta pencabutan izin usaha bank.
    • Kegiatan usaha bank, antara lain sumber dana, penyediaan dana, produk hibridasi, dan aktivitas di bidang jasa.
    • Pengaturan dan pengawasan mengenai kesehatan bank yang meliputi : linkuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kualitas aset, rasio kecukupan modal mininum, batas maksimum pemberian kredit, rasio pinjaman terhadap simpanan, dan pencadangan bank; laporan bank yang terkait dengan kesehatan dan kinerja bank; sistem informasi debitur; pengujian kredit (credit testing); dan standar akuntansi Bank.
    • Pengaturan dan pengawasan mengenai aspek kehati - hatian bank, meliputi : manajemen risiko; tata kelola bank; prinsip mengenal nasabah dan anti pencucian uang; dan pencegahan pembiayaan terorisme dan kejahatan perbankan; dan pemeriksaan bank. 
  2. Terkait Pengaturan Lembaga Keuangan (Bank dan Bukan Bank) yang meliputi :
    • Menetapkan peraturan dan keputusan OJK.
    • Menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan.
    • Menetapkan kebijakan mengenai pelaksanaan tugas OJK.
    • Menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan perintah tertulis terhadap Lembaga Jasa Keuangan dan pihak tertentu.
    • Menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan pengelola statuter pada Lembaga Jasa Keuangan.
    • Menetapkan struktur organisasi dan infrastruktur, serta mengelola, memelihara, dan menatausahakan kekayaan dan kewajiban.
    • Menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan di sektor jasa keuangan.
  3. Terkait Pengawasan Lembaga Keuangan (Bank dan Bukan Bank) yang meliputi :
    • Menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan.
    • Mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutir.
    • Melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen, dan tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan , pelaku, dan penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang - undangan di sektor jasa keuangan.
    • Memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan pihak tertentu.
    • Melakukan Penujukan pengelola statuter.
    • Menetapkan penggunaan pengelola statuter.
    • Menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di sektor jasa keuangan.
    • Memberikan dan mencabut : izin usaha, izin orang perseorangan, efektifnya pernyataan pendaftaran, surat tanda terdaftar, persetujuan melakukan kegiatan usaha, pengesahan, persetujuan atau penetapan pembubaran dan penetapan lain.

Related Posts: