Pemikiran Konterfaktual : Efek Dari Memikirkan "Apa Yang Akan Terjadi Seandainya...."

Pemikiran Konterfaktual : Efek Dari Memikirkan "Apa Yang Akan Terjadi Seandainya...."

Pemikiran Konterfaktual : Efek Dari Memikirkan "Apa Yang Akan Terjadi Seandainya...."

   Misalnya Anda melaksanakan ujian penting; ketika Anda menerima hasilnya, nilainya adalah C —jauh lebih rendah dari yang Anda harapkan. Apa yang ada di benak Anda mengenai nilai Anda itu? Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda mungkin dengan cepat mulai membayangkan "apa yang akan terjadi seandainya..." yaitu mendapat nilai yang lebih tinggi —selain pemikiran tentang apa yang seharusnya perlu dilakukan agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik. "Seandainya saya belajar lebih giat, atau datang ke kelas lebih sering", Anda mungkin berpikir seperti ini. Kemudian, Anda mungkin mulai membuat perencanaan untuk bisa lebih baik pada ujian berikutnya.

   Pemikiran tentang apa yang akan terjadi seandainya —dikenal dalam psikologi sosial sebagai pemikiran konterfaktual (counterfactual thinking) —muncul dalam berbagai situasi, tidak hanya pada situasi yang mengecewakan. Berpikir dengan meninjau kembali bisa melibatkan bayangan mengenai kemungkinan yang lebih baik (upward counterfactuals) atau mengenai kemungkinan yang lebih buruk (downward counterfactuals) dari yang kita alami.

   Ketika memikirkan kemungkinan yang lebih baik daripada yang sebenarnya terjadi, hal ini berdekatan dengan penyesalan. Penyesalan semacam itu tampaknya lebih kuat intensitasnya ketika melibatkan hal - hal yang tidak kita lakukan tapi berharap kita telah melakukannya, dibandingkan dengan hal - hal yang sebenarnya telah kita lakukan tapi hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita (Gilovich && Medvec, 1994). 


   Mengapa terjadi seperti ini? Di antaranya karena ketika berpikir tentang hal - hal yang telah kita lakukan namun hasilnya buruk, kita tahu apa yang telah terjadi dan  menemukan rasionalisasi atau alasan bagi hasil buruk tersebut. Namun ketika kita berpikir bahwa kita telah kehilangan kesempatan, situasinya menjadi sangat berbeda. Dengan berjalannya waktu, perlahan - lahan kita tidak lagi mengecilkan arti faktor - faktor penghambat kinerja pada waktu itu —faktor - faktor ini menjadi semakin kurang penting. Lebih buruk lagi, kita cenderung untuk membayangkan keuntungan yang menyenangkan yang akan kita peroleh, seandainya kita melakukan hal - hal yang seharusnya kita lakukan. Akibatnya : Semakin lama kita menyesal maka penyesalan tersebut kita semakin kuat dari waktu ke waktu dan dapat menghantui kita seumur hidup (Medvec, Madey, & Gilovich, 1995).

   Yang menarik, temuan terkini mengindikasikan bahwa orang - orang yang memulai bisnis mereka sendiri -wiraswastawan- memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terlibat dalam pemikiran konterfaktual dan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami penyesalan terhadap kehilangan kesempatan dibanding orang - orang lain (Baron, 2000). Ternyata, mereka percaya bahwa hilangnya kesempatan tidak berpengaruh : akan selalu ada kesempatan baru di tempat lain. Sejalan dengan ini, mereka tidak menghabiskan terlalu banyak waktu memikirkan apa yang akan terjadi seandainya mereka telah melakukan hal tertentu: mereka terlalu sibuk memikirkan apa yang akan datang!

   Namun ini bukan satu - satunya efek dari konterfaktual. Seperti yang dilihat oleh Neal Roese (1977), psikolog sosial yang telah melakukan berbagai penelitian dapat berakibat pada banyak hal, di antaranya menguntungkan dan lainnya merugikan. Contohnya, tergantung pada fokus, pemikiran konterfaktual dapat berakibat pada peningkatan atau penurunan suasana hati saat ini. Jika individu membayangkan kemungkinan yang lebih baik, membandingkan hasil saat ini dengan kemungkinan yang lebih baik, hasilnya akan berupa perasaan tidak puas atau iri yang kuat, khususnya jika mereka merasa tidak mampu mencapai hasil yang lebih baik pada waktu yang akan datang (Sanna, 1977). Para atlet olimpiade yang memenangkan medali perak namun membayangkan memenangkan medali emas mengalami reaksi seperti itu (Medvec, Madey & Gilovich, 1995). 

   Selain itu, apabila individu membandingkan hasil mereka saat ini dengan kemungkinan yang lebih buruk, atau bila mereka mempertimbangkan berbagai cara agar dapat menghindari hasil yang mengecewakan dan memperoleh hasil yang positif, mereka dapat mengalami perasaan puas atau penuh harapan. Reaksi semacam itu ditemukan pada atlet - atlet olimpiade yang memenangkan medali perunggu yang kemudian membayangkan bagaimana rasanya bila ia tidak memenangkan medali sama sekali (misalnya dalam Gleicher, dll, 1995). Kesimpulannya, pemikiran konterfaktual dapat secara kuat berpengaruh terhadap kondisi afek kita (Medvec & Savitsky, 1997).

   Sebagai tambahan, ternyata kita sering berpikir untuk mengurangi kepahitan dari kekecewaan. Setelah peristiwa tragis seperti kematian orang yang kita cintai, orang sering kali menemukan ketenangan dalam berpikir, "Tidak ada yang bisa dilakukan lagi, kematian tersebut memang tidak dapat dihindari". Dengan perkataan lain, mereka menyesuaikan pandangan mereka mengenai kematian yang tidak dapat dihindari untuk membuatnya tampak lebih pasti dan tidak lagi dapat dihindari. Sebaliknya, jika mereka memiliki pemikiran yang berbeda dengan kenyataan yang terjadi seperti "Jika saja penyakitnya didiagnosis lebih awal..." atau "Jika saja kita lebih cepat membawanya ke rumah sakit..." penderitaan mereka mungkin justru meningkat. Jadi dengan berasumsi bahwa peristiwa negatif atau kekecewaan datang tanpa bisa dihindari, kita cenderung untuk membuat peristiwa ini lebih bisa diterima (Tykocinsky, 2001). 

   Masih merupakan pengaruh dari pemikiran konterfaktual —atau dalam hal ini, dengan mengantisipasi bahwa kita akan terlibat di dalam suatu tindakan —dikenal sebagai inaction inertia (kelambanan apatis). Hal ini muncul ketika individu memutuskan untuk tidak melakukan sesuatu sehingga kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang positif. Akibatnya, ia cenderung untuk tidak lagi mengulang perilaku - perilaku yang seupa di waktu yang akan datang, khususnya jika perilaku ini memberikan hasil yang kurang diinginkan.

   Contohnya, bayangkan jika Anda bermaksud membeli sebuah radio yang didiskon 50%, namun Anda tidak datang ke toko pada waktunya sehingga ketika Anda datang, kortingnya sudah menjadi 25%. Apakah anda akan membelinya? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anda cenderung untuk tidak membelinya dibandingkan dengan bila anda tidak ketingalan korting awal (misalnya dalam Tykocinski, Pittman, & Tuttle, 1995).

   Mengapa? Ternyata karena kita menyadari bahwa jika kita membeli radio sekarang, kita mengingatkan diri sendiri bahwa sebenarnya kita bisa membelinya dengan harga lebih murah; kita ingin menghindari itu, karena dengan pemikiran konter faktual, kita akan merasa tidak nyaman dan menyesal. Hasil penelitian Tykocinski dan Pittman (1998) mendukung penjelasan ini : Individu dalam penelitian ini cenderung menunjukkan kelambanan apatis paling tinggi ketika ia terlindung dari pemikiran tentang kesempatan yang telah hilang tersebut. Ketika mereka tidak lagi dapat menghindari pemikiran mengenai kesempatan yang hilangn ini (misalnya setiap hari mereka harus berjalan melewati apartemen yang sangat diinginkan yang gagal mereka sewa), kelambanan apatis berkurang.

   Kesimpulannya, membayangkan apa yang dapat terjadi jika suatu situasi diulang kembali memiliki banyak pengaruh, mulai dari kekecewaan dan penyesalah yang mendalam di satu sisi, hingga penuh harapan dan peningkatan kemauan untuk menjadi lebih baik di sisi lain. Kecenderungan kita untuk berpikir tidak hanya mengenai apa yang terjadi tetapi juga mengenai apa yang mungkin terjadi seandainya dilakukan atau terjadi sesuatu, berdampak luas pada berbagai aspek kognisi dan perilaku sosial

Sumber : Baron, Robert A.,Donn Bryne. 2004. Psikologi Sosial Jilid 1. Bandung : Penerbit Erlangga.

  Islam Melarang "upward counterfactuals" (Dalam Rangka Menentang / Menyesali Takdir!)

   “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

   Seperti yang telah diuraikan di atas, apabila kita terkena musibah / sesuatu yang mengecewakan biasanya kita melakukan konterfaktual. Biasanya kita melakukan konterfaktual dengan memikirkan "Seandainya saya melakukan begini pasti hasilnya tidak akan seperti ini" sehingga cenderung tidak bersyukur dan 'tersiksa' karena penyesalan tersebut.

   Sehingga, seperti contoh di atas juga, dengan memikirkan bahwa musibah tersebut sudah tidak bisa dihindari lagi (sehingga kita memikirkan bahwa ini adalah takdir Allah) dapat mengurangi kekecewaan + menambah pahala (contoh lihat paragraf 8).

Apakah Semua Perkataan Seandainya Terlarang?

   Kata ‘law (seandainya atau andaikata)’ biasa digunakan dalam beberapa keadaan dengan hukum yang berbeda-beda. Berikut rinciannya sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Qoulul Mufid (2/220-221), juga oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam Bahjatul Qulub (hal. 28) dan ada beberapa contoh dari kami.

   Pertama: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk memprotes syari’at, dalam hal ini hukumnya haram. Contohnya adalah perkataan: “Seandainya judi itu halal, tentu kami sudah untung besar setiap harinya.”

   Kedua: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk menentang takdir, maka hal ini juga hukumnya haram. Semacam perkataan: “Seandainya saya tidak demam, tentu saya tidak akan kehilangan kesempatan yang bagus ini.”

   Ketiga: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk penyesalan, ini juga hukumnya haram. Semacam perkataan: “Seandainya saya tidak ketiduran, tentu saya tidak akan ketinggalan pesawat tersebut.”

   Keempat: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk menjadikan takdir sebagai dalih untuk berbuat maksiat, maka hukumnya haram. Seperti perkataan orang-orang musyrik:
                                                                   وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ
“Dan mereka berkata: “Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)”.” (QS. Az Zukhruf: 20)

   Kelima: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk berangan-angan, ini dihukumi sesuai dengan yang diangan-angankan karena terdapat kaedah bahwa hukum sarana sama dengan hukum tujuan.

   Jadi, apabila yang diangan-angankan adalah sesuatu yang jelek dan maksiat, maka kata andaikata dalam hal ini menjadi tercela dan pelakunya terkena dosa, walaupun dia tidak melakukan maksiat. Misalnya: “Seandainya saya kaya seperti si fulan, tentu setiap hari saya bisa berzina dengan gadis-gadis cantik dan elok.”

   Namun, apabila yang dianggan-angankan adalah hal yang baik-baik atau dalam hal mendapatkan ilmu nafi’ (yang bermanfaat). Misalnya: “Seandainya saya punya banyak kitab, tentu saya akan lebih paham masalah agama”. Atau kalimat lain: “Seandainya saya punya banyak harta seperti si fulan, tentu saya akan memanfaatkan harta tersebut untuk banyak berderma.”

   Keenam: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan hanya sekedar pemberitaan, maka ini hukumnya boleh. Contoh: “Seandainya engkau kemarin menghadiri pengajian, tentu engkau akan banyak paham mengenai jual beli yang terlarang.”
   (Baca Selengkapnya mengenai "Jangan Berkata Seandainya" menurut pandangan Islam di http://rumaysho.com/aqidah/jangan-berkata-seandainya-693.html



    

Related Posts:

Perangkat Organisasi Koperasi

Perangkat Organisasi Koperasi


  Perangkat Organisasi Koperasi

   Menurut UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian pada pasal 31 dinyatakan bahwa perangkat organisasi koperasi terdiri atas : rapat anggota, pengawas, dan pengurus.


   A. Rapat Anggota

   Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawaran untuk mencapai mufakat, dan apabila belum dapat diputuskan maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.

   Rapat anggota diadakan sekali dalam setahun dan dihadiri minimal setengah ditambah satu dari jumlah anggota. Keputusan yang diambil dalam rapat anggota mengikat semua anggota dan pengurus untuk ditaati dan dilaksanakan. Koperasi dapat melakukan rapat anggota luar biasa jika keadaan membutuhkan keputusan segera yang wewenangnya ada pada rapat anggota. Rapat anggota luar biasa dapat diadakan berdasarkan permintaan sejumlah anggota koperasi atau berdasarkan keputusan pengurus yang tata caranya diatur dalam anggaran dasar.

   Menurut UU No. 17 Tahun 2012 pasal 33 rapat anggota berwenang : 
   1) Menetapkan kebijakan umum koperasi.
   2) Mengubah anggaran dasar.
   3) Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengawas dan pengurus.
   4) Menetapkan batas maksimum pinjaman yang dapat dilakukan oleh pengurus untuk dan atas nama koperasi.
   5) Menetapkan batas maksimum pinjaman yang dapat dilakukan oleh Pengurus untuk dan atas nama koperasi.
   6) Meminta ketarangan dan mengesahkan pertanggungjawaban pengawas dan pengurus dalam pelaksanaan tugas masing - masing.
   7) Menetapkan pembagian selisih hasil usaha.
   8) Memutuskan penggabungan, peleburan, kepailitan, dan pembubaran koperasi.
   9) Menetapkan keputusan lain dalam batas yang ditentukan oleh Undang - Undang ini.

   B. Pengawas

   Pengawas dipilih oleh anggota koperasi dalam rapat anggota, sehingga juga bertanggung jawab kepada rapat anggota, Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai anggota pengawas ditetapkan dalam Anggaran Dasar.

   1) Tugas Pengawas
   Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2012 pasal 50 pengawas bertugas : 
   a) Mengusulkan calon pengurus.
   b) Memberi nasihat dan pengawasan kepada pengurus.
   c) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi yang dilakukan oleh pengurus
   d) Melaporkan hasil pengawasan kepada rapat anggota.

   2) Wewenang Pengawas
   a) Menetapkan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar.
   b) Meminta dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dari pengurus dan pihak lain yang terkait.
   c) Mendapatkan laporan berkala tentang perkembangan usaha dan kinerja koperasi dan pengurus.
   d) Memberikan persetujuan atau bantuan kepada Pengurus dalam melakukan perbuatan hukum tertentu yang ditetapkan dalam anggaran dasar.
   e) Dapat memberhentikan pengurus untuk sementara waktu dengan menyebutkan alasannya.

   C. Pengurus

   Pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Masa jabatan pengurus ditentukan dalam anggaran dasar (AD) yaitu paling lama 5 tahun. Jika pengurus telah habis masa jabatannya maka dapat dipilih kembali. Pengurus merupakan pelaksana kebijakan - kebijakan yang telah ditetapkan dalam rapat anggota koperasi.

   1) Tugas Pengurus
   Pada UU No. 17 Tahun 2012 pasal 58 dijelaskan pengurus bertugas : 
   a) Mengelola koperasi berdasarkan anggaran dasar.
   b) Mendorong dan memajukan usaha anggota.
   c) Menyusun rancangan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk diajukan kepada rapat anggota.
   d) Menyusun laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas untuk diajukan kepada rapat anggota.
   e) Menyusun rencana pendidikan, pelatihan, dan komunikasi koperasi untuk diajukan kepada rapat anggota.
   f) Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib.
   g) Menyelenggarakan pembinaan karyawan secara efektif dan efisien.
   h) Memelihara buku daftar anggota, buku daftar pengawas, buku daftar pengurus, buku daftar pemegang sertifikat modal koperasi, dan risalah rapat anggota.
   i) Melakukan upaya lain bagi kepentingan, kemanfaatan, dan kemajuan koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan rapat anggota.

   2) Wewenang Pengurus
   Wewenang pengurus koperasi adalah mewakili koperasi di dalam maupun di luar pengadilan.

Related Posts:

Makna Lambang Koperasi

Makna Lambang Koperasi

  Makna Lambang Koperasi

   Arti Gambar dan Penjelasan Lambang Koperasi menurut Peraturan Mentteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah adalah sebagai berikut.

   A. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia, mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif, dan produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan teknologi.

   B. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 4 (empat) sudut pandang melambangkan arah mata angin yang mempunyai maksud koperasi Indonesia : 
   - Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi.
   - Sebagai dasar perekonomian nasional yang bersifat kerakyatan.
   - Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan, dan demokrasi.
   - Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global.

   C. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk teks Koperasi Indonesia memberi kesan dinamis modern, menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta mengikuti kemajuan jaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi, teks Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna adanya ikatan yang kuat, baik di dalam lingkungan internal Koperasi Indonesia maupun antara koperasi Indonesia dan para anggotanya.

   D. Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna pastel memberi kesan tenang dan juga berwibawa, selain Koperasi Indonesia bergerak pada sektor perekonomian, warna pastel melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan, dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal terhadap peningkatan rasa bangga dan percaya diri yang tinggi terhadap pelaku ekonomi lainnya.

   E. Lambang Koperasi Indonesia dapat digunakan pada papan nama kantor, pataka, umbul - umbul, atribut yang terdiri dari pin, tanda pengenal pegawai dan emblem untuk seluruh kegiatan ketatalaksanaaan administratif oleh gerakan koperasi di seluruh Indonesia.

   F. Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan falsafah hidup berkoperasi yang memuat : 
   - Tulisan : 
     Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang.
   - Gambar : 
     4 (empat) kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk sebuah lingkaran yang menghubungkan satu kuncup dengan kuncup lainnya, menggambarkan seluruh pemangku kepentingan saling bekerja sama secara terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun Koperasi Indonesia.
   - Tata Warna : 
     1) Warna Hijau Muda
         Dengan kode warna C:10, M:3,Y:22,K:9
     2) Warna Hijau Tua
         Dengan kode warna C:20,M:0,Y:30,K:25
     3) Warna Merah Tua
         Dengan kode warna C:5,M:56,Y:76,K:21
     4) Perbandingan skala 1 : 20

Related Posts:

Landasan Koperasi Indonesia

Landasan Koperasi Indonesia

  Landasan Koperasi Indonesia

   Pendirian koperasi memerlukan landasan yang kokoh. Landasan koperasi terdiri atas landasan idiil, landasan struktural, landasan mental, dan landasan operasional.

  A. Landasan Idiil

   Landasan idiil koperasi adalah Pancasila. Oleh karena itu, semua kegiatan koperasi harus menerapkan sila - sila Pancasila agar dapat mencapai cita - citanya serta menjadi landasan moral bagi seluruh anggota koperasi di Indonesia.

  B. Landasan Struktural

   Landasan struktural koperasi Indonesia adalah UUD 1945, khususnya Pasal 33 ayat (1). Dalam pasal 33 ayat (1) terkandung makna bahwa segala kegiatan koperasi adalah usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

  C. Landasan Mental

   Landasan mental koperasi Indonesia adalah kesetiakawanan dan kesadaran pribadi. Setiap anggota koperasi harus memiliki rasa kesetiakawanan terhadap anggota koperasi yang lain. Rasa kesetiakawanan tersebut harus diikuti oleh kesadaran diri untuk maju dan berkembang guna meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.

  D. Landasan Operasional

   Landasan operasional merupakan tata aturan kerja yang harus diikuti dan ditaati oleh anggota, pengurus, badan pemeriksa, manajer, dan karyawan koperasi dalam melakukan tugas masing - masing. Berikut ini landasan operasional koperasi Indonesia
   1). UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian.
   2). Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) koperasi.

Related Posts:

Prinsip - Prinsip Koperasi

Prinsip - Prinsip Koperasi

  Prinsip - Prinsip Koperasi

   Prinsip koperasi menurut UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, adalah sebagai berikut.
   A. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
   B. Pengawasan oleh anggota diselenggarakan secara demokratis.
   C. Anggota Berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi koperasi.
   D. Koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, dan independen.
   E. Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengawas, pengurus, dan karyawannya, serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan koperasi.
   F. Koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat gerakan koperasi, dengan bekerja sama melalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal, nasional, dan regional , dan internasional.
   G. Koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakatnya melalui kebijakan yang disepakati oleh anggota.

Related Posts:

Asas - Asas Koperasi

Asas - Asas Koperasi

  Asas - Asas Koperasi

   Asas koperasi di Indonesia dalam menjalankan kegiatan adalah kekeluargaan dan gotong royong.

  A. Asas Kekeluargaan

   Asas ini mengandung makna adanya kesadaran dari hati nurani setiap anggota koperasi untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi yang berguna untuk semua anggota dan dari semua anggota koperasi tersebut. Jadi, bukan untuk diri sendiri maupun beberapa anggota saja dan juga bukan dari satu anggota melainkan mencakup semuanya. Dengan asas yang bersifat seperti ini maka semua anggota akan mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

  B. Asas Gotong Royong

   Asas ini mengandung arti bahwa dalam berkoperasi harus memiliki toleransi, sifat mau bekerja sama, dan sifat - sifat lainnya yang mengandung unsur kerja sama.

Related Posts:

Pengertian Koperasi

Pengertian Koperasi

  Pengertian Koperasi

   Sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 ayat (1) menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Badan usaha yang paling sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi.

   Menurut Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian, koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosia, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. 

   Karakteristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik dan juga pengguna jasa koperasi.

Related Posts:

Tujuan Koperasi

Tujuan Koperasi

  Tujuan Koperasi

   Menurut UU Perkoperasian No. 17 Tahun 2012 pasal 4, koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang demokratis dan berkeadilan.

   Untuk mencapai tujuan tersebut, koperasi berfungsi sebagai berikut.
   a. Membangun serta mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota maupun masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
   b. Berperan aktif meningkatkan kualitas hidup anggota dan masyarakat.
   c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai tiang utama.
   d. Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan

Related Posts:

Pengertian, Ciri - Ciri, Contoh Cacing Nemathelminthes

Pengertian, Ciri - Ciri, Contoh Cacing Nemathelminthes

  Pengertian Nemathelminthes

   Menurut bahasa, Nemathelminthes berasal dari kata Nematos yang artinya Benang dan Helminthes yang artinya Cacing. Cacing ini sering disebut juga cacing gilig karena tubuhnya tidak terbagi menjadi segmen - segmen. Bentuk tubuhnya bulat panjang atau silindris.

  Ciri - Ciri Nemathelminthes

   Ciri - ciri Nemathelminthes antara lain sebagai berikut.
   A. Merupakan hewan triploblastik pseudoselomata, artinya tubuhnya mempunyai tiga lapisan tubuh (ektoderm, mesoderm, dan endoterm) dan sudah mempunyai selom semu.
   B. Ukuran tubuh pada umumnya kecil dan banyak yang mikroskopik. Tubuh bagian luar dilapisi oleh kutikula. Pada umumnya ukuran tubuh cacing betina lebih besar daripada ukuran tubuh cacing jantan.
   C. Sistem pencernaannya sudah sempurna, artinya sudah memiliki mulut dan anus.
   D. Tidak mempunyai sistem sirkulasi dan sistem pernapasan.
   E. Berkembang biak secara seksual, dimana alat kelamin jantan dan betina terpisah. Pada cacing jantan di bagian posterior (ekornya) dekat lubang anus terdapat tonjolan yang disebut penial setae yang berfungsi untuk kopulasi.
   G. Cacing ini ditemukan di semua habitat, umumnya hidup bebas di air dan di tanah. Sebagian lagi ada yang hidup dan parasit pada jaringan atau cairan tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan.

  Contoh Cacing Yang Termasuk Nemathelminthes

   Beberapa jenis Nemathelminthes yang hidup parasit di dalam saluran pencernaan manusia adalah Ascaris, Ancylostoma/Necator, Wuchereria bancrofti, dan Enterobius.

  A. Ascaris lumbricoides (Cacing Perut)

   Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus manusia dan sering disebut sebagai cacing usus atau cacing gelang, mempuyai panjang sekitar 20 cm, dengan kedua ujungnya meruncing dan berwarna merah muda. Karena hidupnya di dalam usus halus manusia, maka cacing ini mengisap sari makanan yang ada di dalam usus.
   
 Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hermafrodit. Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual. Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus, disebut spikula. Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing betina dan memindahkan sperma saat kawin. Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya diderita oleh anak - anak. Infeksi ini terjadi pada saat mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur Ascaris.

   Daur hidupnya dimulai dari telur yang telah membentuk embrio keluar bersama feses, kemudian termakan oleh manusia dan menetas di usus. Kemudian, larva menembus dinding usus dan masuk ke peredaran darah sampai ke paru - paru. Dari paru - paru, larva keluar menuju ke trakea, kemudian ke faring, selanjutnya tertelan kembali dan masuk ke usus lagi hingga berkembang sampai dewasa.
Siklus Hidup Ascaris Lumbricoides (Cacing Perut)


  B. Ancylostoma/Necator (Cacing Tambang)

    Cacing ini dikenal sebagai cacing tambang yang persebarannya di daerah tropis Asia dan Afrika. Di daerah Amerika terdapat cacing serupa yang dikenal sebagai Necator americanus. Cacing tambang berukuran 1 - 1,5 cm dan bersifat parasit dalam usus manusia. Pada mulutnya terdapat kait berupa gigi dari kitin untuk melekat dan melukai dinding usus inangnya. Cacing ini mengisap darah inang sehingga dapat mengakibatkan anemia yang disebabkan oleh pendarahan pada bekas gigitan cacing karena cacingnya mengeluarkan antikoagulan ketika ia mengisap darah. Akibatnya dapat menurunkan gairah kerja serta menurunkan produktivitas. Penyakit yang disebabkan oleh cacing tambang disebut ankilostomiasis.

    Cacing dewasa hidup di rongga usus halus, dengan mulut melekat pada mukosa dinding usus. Cacing betina menghasilkan 9.000 - 10.000 butir telur per hari. Cacing betina mempunyai panjang 1 cm dan cacing jantan kira - kira 0.8 cm. Cacing dewasa berbentuk huruf S atau C dan di dalam mulutnya ada sepasang gigi. Rongga mulutnya sangat besar. Cacing jantan mempunyai bursa kopulatriks. Telur cacing tambang besarnya kira - kira 60 x 40 mikron, berbentuk bujur, dan mempunyai dinding yang tipis. Di dalamnya terdapat beberapa sel di antaranya larva rabditiform yang panjangnya kira - kira 250 mikron dan larva filariform yang panjangnya kira - kira 600 mikron. 
   
    Pada daur hidupnya telur menetas di tanah yang becek menjadi larva. Larva menembus kulit telapak kaki, kemudian masuk ke peredaran darah. Cacing dewasanya berada di usus halus, menempel pada dinding usus halus, dan mengisap darah.

  C. Wuchereria bancrofti

   Cacing ini merupakan penyebab penyakit elephantiasis (penyakit kaki gajah). Penyakit ini ditularkan melalui sektornya berupa nyamuk Culex. Cacing dewasa hidup pada pembulus limfe manusia.

   Cacing dewasa menyerupai benang, berwarna putih kekuning - kuningan. Cacing betina berukuran 90 - 100 x 0,25 mm, ekornya lurus dan ujungnya tumpul serta uterusnya berpasangan. Cacing jantan berukuran 35 - 40 x 0,1 mm, ekornya melingkar dan dilengkapi dua spikula. Cacing betina mengeluarkan mikrofilaria bersarung dan berukuran 250 - 300 x 7 - 8 mikron. Mikrofilaria terdapat di dalam darah dan paling sering ditemukan di aliran darah tepi, tetapi pada waktu tertentu saja. Pada umumnya mikrofilaria cacing ini mempunyai periodisitas nokturna karena mikrofilaria dalam darah tepi banyak ditemukan pada malam hari, sedangkan pada siang hari mikrofilaria terdapat di kapiler organ - organ viseral (jantung, ginjal, paru - paru, dan sebagainya).

   Untuk melengkapi daur hidupnya, Wuchereria bancrofti membutuhkan manusia (inang sesungguhnya) dan nyamuk (inang perantara). Nyamuk terinfeksi dengan menelan mikrofilaria yang terisap bersama - sama dengan darah. Di dalam lambung nyamuk, mikrofilaria melepaskan sarungnya dan berkembang menjadi larva stadium 1 (L - 1), larva stadium 2 (L - 2), dan larva stadium 3 (L - 3) dalam otot toraks dan kepala.

   L - 1 memiliki panjang 135 - 375 mikron, bentuknya seperti sosis, ekornya, memanjang dan lancip, dan masa perkembangannya 0,5 - 5,5 hari (di toraks). L - 2 memiliki panjang 310 - 1.370 mikron, bentuknya gemuk dan lebih panjang daripada L - 1, ekornya pendek membentuk kerucut, dan masa perkembangannya antara 6,5 - 9,5 hari ( di toraks dan kepala). L - 3 memiliki mobilitas yang cepat sekali, kadang - kadang ditemukan di proboscis nyamuk sehingga larva ini bersifat infektif dan ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk.

   Apabila L - 3 ini masuk ke dalam jaringan manusia kemudian masuk ke sistem limfatik perifer dan bermigrasi ke saluran limfe distal dan akhirnya ke kelenjar limfe maka akan tumbuh menjadi L - 4 dan L - 5 (cacing betina dan jantan dewasa).
Siklus Hidup Wuchereria bancrofti

  D. Enterobius vermicularis (Cacing Kremi)

   Ukuran telur E. vermicularis yaitu 50 - 60 mikron x 20 - 30 mikron ( rata - rata 55 x 26 mikron ).. Telurnya berbentuk asimetris, tidak berwarna, mempunyai dinding yang tembus sinar dan salah satu sisinya datar. Di dalam telur terdapat bentuk larvanya. Seekor cacing betina memproduksi telur sebanyak 11.000 butir setiap harinya selama 2 sampai 3 minggu, sesudah itu cacing betina akan mati.

   Cacing dewasa E. vermicularis berukuran kecil, berwarna putih, yang betina jauh lebih besar daripada yang jantan. Ukuran cacing jantan adalah 2 - 5 mm, mempunyai sayap, dan ekornya melingkar seperti tanda tanya. Sedangkan ukuran cacing betina adalah 8 - 13 mm x 0,4 mm, mempunyai sayap, bulbus esofagus jelas sekali, ekornya panjang dan runcing. Uterus cacing betina berbentuk gravid melebar dan penuh dengan telur. Bentuk khas dari cacing dewasa ini adalah tidak terdapat rongga mulut tetapi dijumpai adanya 3 buah bibir, bentuk esofagus bulbus ganda dan di daerah anterior sekitar leher, kutikulumnya melebar. Pelebaran yang khas ini disebut sayap leher ( cervical alae).

   Manusia merupakan satu - satunya inang definitif E. vermicularis dan tidak diperlukan inang perantara. Cacing dewasa betina mengandung banyak telur pada malam hari dan akan melakukan migrasi keluar melalui anus ke daerah perianal dan pernium. Migrasi ini disebut nocturnal migration. Di daerah perinium tersebut cacing - cacing ini bertelur dengan cara kontraksi uterus, kemudian telur melekat di daerah tersebut. Telur dapat menjadi larva infektir pada tempat tersebut, terutama pada temperatur optimal 23 - 26 derajat celcius dalam waktu 6 jam.

   Waktu yang diperlukan untuk daur hidupnya, mulai dari tertelan telur matang sampai menjadi cacing dewasa gravid yang bermigrasi ke daerah perianal, berlangsung kira - kira 2 minggu sampai 2 bulan. Mungkin, daurnya hanya berlangsung kira - kira 1 bulan karena telur - telur cacing dapat ditemukan kembali pada anus paling cepat 5 minggu sesudah pengobatan.
Siklus Hidup Enterobius vermicularis ( cacing kremi )


Related Posts: