Pengertian, Ciri - Ciri, Contoh Cacing Nemathelminthes

Pengertian, Ciri - Ciri, Contoh Cacing Nemathelminthes

  Pengertian Nemathelminthes

   Menurut bahasa, Nemathelminthes berasal dari kata Nematos yang artinya Benang dan Helminthes yang artinya Cacing. Cacing ini sering disebut juga cacing gilig karena tubuhnya tidak terbagi menjadi segmen - segmen. Bentuk tubuhnya bulat panjang atau silindris.

  Ciri - Ciri Nemathelminthes

   Ciri - ciri Nemathelminthes antara lain sebagai berikut.
   A. Merupakan hewan triploblastik pseudoselomata, artinya tubuhnya mempunyai tiga lapisan tubuh (ektoderm, mesoderm, dan endoterm) dan sudah mempunyai selom semu.
   B. Ukuran tubuh pada umumnya kecil dan banyak yang mikroskopik. Tubuh bagian luar dilapisi oleh kutikula. Pada umumnya ukuran tubuh cacing betina lebih besar daripada ukuran tubuh cacing jantan.
   C. Sistem pencernaannya sudah sempurna, artinya sudah memiliki mulut dan anus.
   D. Tidak mempunyai sistem sirkulasi dan sistem pernapasan.
   E. Berkembang biak secara seksual, dimana alat kelamin jantan dan betina terpisah. Pada cacing jantan di bagian posterior (ekornya) dekat lubang anus terdapat tonjolan yang disebut penial setae yang berfungsi untuk kopulasi.
   G. Cacing ini ditemukan di semua habitat, umumnya hidup bebas di air dan di tanah. Sebagian lagi ada yang hidup dan parasit pada jaringan atau cairan tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan.

  Contoh Cacing Yang Termasuk Nemathelminthes

   Beberapa jenis Nemathelminthes yang hidup parasit di dalam saluran pencernaan manusia adalah Ascaris, Ancylostoma/Necator, Wuchereria bancrofti, dan Enterobius.

  A. Ascaris lumbricoides (Cacing Perut)

   Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus manusia dan sering disebut sebagai cacing usus atau cacing gelang, mempuyai panjang sekitar 20 cm, dengan kedua ujungnya meruncing dan berwarna merah muda. Karena hidupnya di dalam usus halus manusia, maka cacing ini mengisap sari makanan yang ada di dalam usus.
   
 Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hermafrodit. Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual. Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus, disebut spikula. Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing betina dan memindahkan sperma saat kawin. Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya diderita oleh anak - anak. Infeksi ini terjadi pada saat mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur Ascaris.

   Daur hidupnya dimulai dari telur yang telah membentuk embrio keluar bersama feses, kemudian termakan oleh manusia dan menetas di usus. Kemudian, larva menembus dinding usus dan masuk ke peredaran darah sampai ke paru - paru. Dari paru - paru, larva keluar menuju ke trakea, kemudian ke faring, selanjutnya tertelan kembali dan masuk ke usus lagi hingga berkembang sampai dewasa.
Siklus Hidup Ascaris Lumbricoides (Cacing Perut)


  B. Ancylostoma/Necator (Cacing Tambang)

    Cacing ini dikenal sebagai cacing tambang yang persebarannya di daerah tropis Asia dan Afrika. Di daerah Amerika terdapat cacing serupa yang dikenal sebagai Necator americanus. Cacing tambang berukuran 1 - 1,5 cm dan bersifat parasit dalam usus manusia. Pada mulutnya terdapat kait berupa gigi dari kitin untuk melekat dan melukai dinding usus inangnya. Cacing ini mengisap darah inang sehingga dapat mengakibatkan anemia yang disebabkan oleh pendarahan pada bekas gigitan cacing karena cacingnya mengeluarkan antikoagulan ketika ia mengisap darah. Akibatnya dapat menurunkan gairah kerja serta menurunkan produktivitas. Penyakit yang disebabkan oleh cacing tambang disebut ankilostomiasis.

    Cacing dewasa hidup di rongga usus halus, dengan mulut melekat pada mukosa dinding usus. Cacing betina menghasilkan 9.000 - 10.000 butir telur per hari. Cacing betina mempunyai panjang 1 cm dan cacing jantan kira - kira 0.8 cm. Cacing dewasa berbentuk huruf S atau C dan di dalam mulutnya ada sepasang gigi. Rongga mulutnya sangat besar. Cacing jantan mempunyai bursa kopulatriks. Telur cacing tambang besarnya kira - kira 60 x 40 mikron, berbentuk bujur, dan mempunyai dinding yang tipis. Di dalamnya terdapat beberapa sel di antaranya larva rabditiform yang panjangnya kira - kira 250 mikron dan larva filariform yang panjangnya kira - kira 600 mikron. 
   
    Pada daur hidupnya telur menetas di tanah yang becek menjadi larva. Larva menembus kulit telapak kaki, kemudian masuk ke peredaran darah. Cacing dewasanya berada di usus halus, menempel pada dinding usus halus, dan mengisap darah.

  C. Wuchereria bancrofti

   Cacing ini merupakan penyebab penyakit elephantiasis (penyakit kaki gajah). Penyakit ini ditularkan melalui sektornya berupa nyamuk Culex. Cacing dewasa hidup pada pembulus limfe manusia.

   Cacing dewasa menyerupai benang, berwarna putih kekuning - kuningan. Cacing betina berukuran 90 - 100 x 0,25 mm, ekornya lurus dan ujungnya tumpul serta uterusnya berpasangan. Cacing jantan berukuran 35 - 40 x 0,1 mm, ekornya melingkar dan dilengkapi dua spikula. Cacing betina mengeluarkan mikrofilaria bersarung dan berukuran 250 - 300 x 7 - 8 mikron. Mikrofilaria terdapat di dalam darah dan paling sering ditemukan di aliran darah tepi, tetapi pada waktu tertentu saja. Pada umumnya mikrofilaria cacing ini mempunyai periodisitas nokturna karena mikrofilaria dalam darah tepi banyak ditemukan pada malam hari, sedangkan pada siang hari mikrofilaria terdapat di kapiler organ - organ viseral (jantung, ginjal, paru - paru, dan sebagainya).

   Untuk melengkapi daur hidupnya, Wuchereria bancrofti membutuhkan manusia (inang sesungguhnya) dan nyamuk (inang perantara). Nyamuk terinfeksi dengan menelan mikrofilaria yang terisap bersama - sama dengan darah. Di dalam lambung nyamuk, mikrofilaria melepaskan sarungnya dan berkembang menjadi larva stadium 1 (L - 1), larva stadium 2 (L - 2), dan larva stadium 3 (L - 3) dalam otot toraks dan kepala.

   L - 1 memiliki panjang 135 - 375 mikron, bentuknya seperti sosis, ekornya, memanjang dan lancip, dan masa perkembangannya 0,5 - 5,5 hari (di toraks). L - 2 memiliki panjang 310 - 1.370 mikron, bentuknya gemuk dan lebih panjang daripada L - 1, ekornya pendek membentuk kerucut, dan masa perkembangannya antara 6,5 - 9,5 hari ( di toraks dan kepala). L - 3 memiliki mobilitas yang cepat sekali, kadang - kadang ditemukan di proboscis nyamuk sehingga larva ini bersifat infektif dan ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk.

   Apabila L - 3 ini masuk ke dalam jaringan manusia kemudian masuk ke sistem limfatik perifer dan bermigrasi ke saluran limfe distal dan akhirnya ke kelenjar limfe maka akan tumbuh menjadi L - 4 dan L - 5 (cacing betina dan jantan dewasa).
Siklus Hidup Wuchereria bancrofti

  D. Enterobius vermicularis (Cacing Kremi)

   Ukuran telur E. vermicularis yaitu 50 - 60 mikron x 20 - 30 mikron ( rata - rata 55 x 26 mikron ).. Telurnya berbentuk asimetris, tidak berwarna, mempunyai dinding yang tembus sinar dan salah satu sisinya datar. Di dalam telur terdapat bentuk larvanya. Seekor cacing betina memproduksi telur sebanyak 11.000 butir setiap harinya selama 2 sampai 3 minggu, sesudah itu cacing betina akan mati.

   Cacing dewasa E. vermicularis berukuran kecil, berwarna putih, yang betina jauh lebih besar daripada yang jantan. Ukuran cacing jantan adalah 2 - 5 mm, mempunyai sayap, dan ekornya melingkar seperti tanda tanya. Sedangkan ukuran cacing betina adalah 8 - 13 mm x 0,4 mm, mempunyai sayap, bulbus esofagus jelas sekali, ekornya panjang dan runcing. Uterus cacing betina berbentuk gravid melebar dan penuh dengan telur. Bentuk khas dari cacing dewasa ini adalah tidak terdapat rongga mulut tetapi dijumpai adanya 3 buah bibir, bentuk esofagus bulbus ganda dan di daerah anterior sekitar leher, kutikulumnya melebar. Pelebaran yang khas ini disebut sayap leher ( cervical alae).

   Manusia merupakan satu - satunya inang definitif E. vermicularis dan tidak diperlukan inang perantara. Cacing dewasa betina mengandung banyak telur pada malam hari dan akan melakukan migrasi keluar melalui anus ke daerah perianal dan pernium. Migrasi ini disebut nocturnal migration. Di daerah perinium tersebut cacing - cacing ini bertelur dengan cara kontraksi uterus, kemudian telur melekat di daerah tersebut. Telur dapat menjadi larva infektir pada tempat tersebut, terutama pada temperatur optimal 23 - 26 derajat celcius dalam waktu 6 jam.

   Waktu yang diperlukan untuk daur hidupnya, mulai dari tertelan telur matang sampai menjadi cacing dewasa gravid yang bermigrasi ke daerah perianal, berlangsung kira - kira 2 minggu sampai 2 bulan. Mungkin, daurnya hanya berlangsung kira - kira 1 bulan karena telur - telur cacing dapat ditemukan kembali pada anus paling cepat 5 minggu sesudah pengobatan.
Siklus Hidup Enterobius vermicularis ( cacing kremi )


Related Posts: