Akibat - Akibat Negatif Dari Sikap - Sikap Antisosial

Akibat - Akibat Negatif Dari Sikap - Sikap Antisosial

Akibat - Akibat Negatif Dari Sikap - Sikap Antisosial

   Tindakan antisosial dalam masyarakat akan menimbulkan berbagai macam dampak negatif. Dampak tersebut adalah sebagai berikut.
   A. Mengganggu kenyamanan dan keharmonisan hubungan antarindividu dalam masyarakat.
   B. Merusak integrasi sosial pada masyarakat yang majemuk yang sangat mahal harganya.
   C. Mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
   D. Menimbulkan ketegangan dan gangguan kejiwaan bagi warga masyarakat secara menyeluruh.
   E. Memungkinkan terjadinya konflik antarkelompok yang ada di masyarakat.
   F. Memperbesar hambatan bagi masyarakat dan bangsa menuju kemajuan.

Related Posts:

Faktor - Faktor Penyebab Terjadinya Sikap - Sikap Antisosial

Faktor - Faktor Penyebab Terjadinya Sikap - Sikap Antisosial

Faktor - Faktor Penyebab Terjadinya Sikap - Sikap Antisosial

   A. Lemahnya Fungsi Keluarga Dalam Pendidikan Informal

   Sejak lahir seorang anak mendapatkan pembinaan dari keluarga dalam bentuk pendidikan informal. Dalam pendidikan informal ini berisi pendidikan budi pekerti serta pendidikan akhlak yang diberikan oleh orang tua pada anak - anaknya. Namun, tidak semua orang tua menyadari fungsi menjalankan pembinaan akhlak dan budi pekerti dalam lingkungan keluarganya. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan pendidikan. Selain itu karena keterbatasan perhatian terhadap perhatian terhadap pembinaan kepada anak - anaknya. Kondisi seperti ini memungkinkan sikap - sikap menyimpang dari nilai dan norma di masyarakat yang selanjutnya akan berkembang ketika mendapatkan pergaulan yang kurang baik.

   B. Proses Sosialisasi Terhadap Sub - Sub Kebudayaan Yang Menyimpang

   Proses sosialisasi di lingkungan masyarakat sekitar khususnya terhadap sub - sub kebudayaan menyimpang, seperti lingkungan pemabuk, penjudi, klub - klub malam dan kelompok - kelompok gang yang berfokus pada perkelahian kolektif. Kondisi pergaulan yang seperti ini memungkinkan terjadinya proses sosialisasi terhadap sub - sub kebudayaan yang menyimpang yang pada gilirannya dapat melahirkan sistem nilai yang salah pada diri anak, sehingga perilakunya sangat aneh dan berbeda dengan perilaku orang - orang pada umumnya.

   C. Proses Sosialisasi Yang Tidak Sempurna

   Proses sosialisasi yang tidak sempurna memungkinkan adanya sikap "potong kompas" yaitu sikap untuk mengambil kemudahan - kemudahan tanpa memerhatikan nilai - nilai dan norma - norma yang ada dalam masyarakat. Akibatnya adalah mengabaikan kepentingan individu yang lain dalam masyarakat, sehingga menimbulkan sistem nilai yang salam dan perilaku - perilaku yang mengganggu ketertiban umum.

   D. Ketidakmampuan Menyesuaikan Dengan Perilaku Yang Ada

   Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat terus menerus memungkinkan lahirnya pola - pola pikir baru dan pola - pola perilaku yang baru. Bagi anak - anak yang belum cukup usia seringkali perubahan - perubahan diterima tanpa disesuaikan dengan budaya setempat, kemampuan diri sendiri dan nilai - nilai sosial yang ada di dalam lingkungan masyarakat. Keadaan ini memungkinkan terjadinya kesalahan dalam memilih nilai sehingga mengakibatkan terjadinya perilaku aneh yang bertentangan dengan ketertiban dan kemapanan dalam masyarakat.

   E. Kegagalan Dalam Mencapai Sesuatu Sehingga Memunculkan Pelampiasan

   Tidak selamanya segala sesuatu yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. Kondisi - kondisi ini apabila terkumpul dalam jumlah yang besar akan menimbulkan beban kejiwaan dan kekecewaan. Pada perkembangan berikutnya akan terjadi bentuk - bentuk pelampiasan untuk membuang rasa tidak puas dan tidak senang terhadap kegagalan itu dalam bentuk perilaku - perilaku negatif yang mengundang sensasi baru dalam masyarakat. Perilaku seperti ini apabila dibiarkan akan berkembang menjadi tindakan - tindakan anti sosial yang mengusik ketenteraman dan kemapanan di masyarakat.

   F. Sikap - Sikap Radikalistik Yang Cenderung Ekstrim

   Ada kalanya kelompok - kelompok sektarian tertentu memiliki tujuan kelompok yang pencapaiannya mengabaikan keberadaan kelompok - kelompok lain dan mengabaikan keberadaan norma - norma sosial. Sikap - sikap radikal ini seringkali melahirkan tindakan - tindakan ekstrim yang juga mengusik kemapanan yang ada di dalam masyarakat dalam bentuk demokrasi, aksi - aksi anarkis, pemboikotan, aksi protes, dan lain - lain. Bentuk - bentuk pelampiasannya justru dituangkan di lingkungan publik yang strategis untuk mendapatksan sensasi dan perhatian dari masyarakat.

Related Posts:

Ciri - Ciri Interaksi Sosial

Ciri - Ciri Interaksi Sosial

Ciri - Ciri Interaksi Sosial

   Interaksi sosial yang dilakukan manusia sebagai anggota masyarakat pada hakikatnya mempunyai ciri - ciri berikut ini.

   A. Jumlah pelaku lebih dari satu orang, artinya dalam sebuah interaksi sosial, setidaknya ada dua orang yang sedang bertemu dan mengadakan hubungan.
   B. Ada komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol - simbol, artinya dalam sebuah interaksi sosial di dalamnya terdapat proses tukar - menukar informasi atau biasa disebut dengan proses komunikasi dengan menggunakan isyarat atau tanda yang dimaknai dengan simbol - simbol yang akan diungkapkan dalam komunikasi itu.
   C. Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung, artinya dalam proses interaksi dibatasi oleh dimensi waktu sehingga dapat menentukan sifat aksi yang sedang dilakukan oleh orang - orang yang terlibat dalam interaksi.
   D. Ada tujuan - tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat, artinya dalam sebuah interaksi sosial, orang - orang yang terlibat di dalamnya memiliki tujuan yang diinginkan oleh mereka. Apakah untuk menggali informasi, atau sekedar beramah - tamah atau yang lainnya.

   Setiap interaksi sosial terdiri atas empat komponen pokok, yaitu : 
   A. Rangsangan (stimulan)
   Rangsangan adalah segala sesuatu yang mengandung perhatian sehingga mendorong manusia untuk melihat, mendengar, mencium, atau memerhatikan.
   B. Tanggapan (respon)
   Tanggapan adalah reaksi terhadap rangsangan Reaksi ini akan menggerakkan panca indra dan organ tubuh untuk mengetahuinya.
   C. Aksi
   Aksi adalah aktivitas pemula yang mengalami terjadinya suatu reaksi dari pihak pertama.
   D. Reaksi
   Adalah aktivitas lanjutan atau balasan terhadap aksi yang dilakukan oleh pihak pertama. Aktivitas ini dilakukan oleh pihak kedua sebagai lawan dari pihak yang berinteraksi. 

Related Posts:

Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

   Syarat utama terjadinya suatu interaksi sosial adalah adanya kontak sosial (social contact) dan komunikasi (communication).

A. Kontak Sosial

   Kontak berasal dari kata Latin cum atau con yang berarti bersama - sama, dan tangere yang memiliki arti menyentuh. Jadi, secara harafiah kontak berarti bersama - sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologis, kontak merupakan gejala sosial. Orang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa mengadakan sentuhan fisik, misalnya berbicara dengan orang lain melalui telepon, surat, dan sebagainya. Jadi, kontak sosial merupakan aksi individu atau kelompok dalam bentuk isyarat yang memiliki makna bagi si pelaku dan si penerima, dan si penerima membalas aksi itu dengan reaksi. Kita membedakan kontak berdasarkan cara, sifat, bentuk, dan tingkat hubungannya.

1) Berdasarkan Cara

   Kita mengenal dua macam kontak dilihat dari caranya, yaitu kontak langsung dan kontak tidak langsung
   a) Kontak langsung terjadi secara fisik. Misalnya dengan berbicara, tersenyum, atau bahasa gerak (isyarat).
   b) Kontak tidak langsung terjadi melalui media atau perantara tertentu, seperti pesawat telepon, radio, televisi, telegram, surat, dan lain - lain. 

2) Berdasarkan Sifat

   Berdasarkan sifatnya, kita mengenal tiga macam kontak, yaitu kontak antarindividu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok.
   a) Kontak antarindividu, misalnya tindakan seseorang anak mempelajari kebiasaan - kebiasaan dalam keluarganya.
   b) Kontak antara kelompok dengan kelompok, misalnya pertandingan bola voli antarsiswa SMA se-Bandung.
   c) Kontak antara individu dengan kelompok, misalnya tindakan seorang guru yang sedang mengajar siswanya agar mereka mempunyai persepsi yang sama tentang sebuah masalah. Contohnya guru tari yang melatih beberapa murid, sehingga terjadi persamaan gerak di antara mereka.

3) Berdasarkan Bentuk

   Dilihat dari bentuknya, kita mengenal dua macam kontak, yaitu kontak positif dan kontak negatif.
   a) Kontak positif mengarah pada suatu kerja sama. Misalnya seorang pedagang melayani pelanggannya dengan baik.
   b) Kontak negatif mengarah pada suatu pertentangan, bahkan berakibat putusnya interaksi sebagaimana tampak dalam perang Lebanon dan Israel.

4) Berdasarkan Sifat Hubungan

   Menurut tingkat hubungannya, kita mengenal kontak primer dan kontak sekunder.
   a) Kontak primer terjadi apabila orang yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. Misalnya orang yang saling berjabat tangan, saling melempar senyum, dan sebagainya.
   b) Kontak sekunder memerlukan suatu perantara atau media, bisa berupa orang atau alat. Selain itu juga dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak sekunder langsung misalnya berbicara melalui telepon. Contoh sekunder tidak langsung dapat Anda pahami dari cerita berikut ini.

   "Toni berkata kepada Sigit bahwa Ani mengagumi permainannya sebagai pemegang peran utama dalam pementasan sandiwara yang lalu. Ani mendapat ucapan terima kasih dari Sigit atas pujiannya melalui Toni."

   Dari cerita tersebut dapat diketahui bahwa walaupun Toni sama sekali tidak bertemu dengan Ani, tetapi di antara mereka telah terjadi suatu kontak karena masing - masing memberi tanggapan.

B. Komunikasi

   Dalam berinteraksi dengan teman - teman, tentu Anda juga melakukan komunikasi. Apakah komunikasi itu? Komunikasi dapat diwujudkan dengan pembicaraan gerak - gerik fisik, ataupun perasaan. Selanjutnya, timbul sikap dan ungkapan perasaan seperti senang, ragu, takut, atau menolak, bersahabat, dan sebagainya yang merupakan reaksi atas pesan yang diterima. Saat ada aksi dan reaksi itulah terjadi komunikasi. Jadi, komunikasi adalah tindakan seseorang menyampaikan pesan terhadap orang lain dan orang lain itu memberi tafsiran atas sinyal tersebut serta mewujudkannya dalam perilaku. 

   Dari uraian di atas, tampak bahwa komunikasi hampir sama dengan kontak. Namun, adanya kontak belum tentu berarti terjadin komunikasi. Komunikasi menuntut adanya pemahaman makna atas suatu pesan dan tujuan bersama antara masing - masing pihak.

   Dalam komunikasi terdapat empat unsur, yaitu pengirim, penerima, pesan, dan umpan balik.
   1) Pengirim (sender) atau yang biasa disebut communicator adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada orang lain.
   2) Penerima (receiver) yang biasa disebut communicant adalah pihak yang menerima pesan dari sender.
   3) Pesan (message) adalah isi atau informasi yang disampakan pengirim kepada penerima.
   4) Media adalah alat / sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan di komunikator kepada khalayak. Media digolongkan menjadi 4, yaitu : media antarpribadi, media kelompok, media publik, dan media massa.
   5) Umpan balik (feed back) adalah reaksi dari penerima atas pesan yang diterima.

Related Posts: