Bentuk - Bentuk Pengendalian Sosial

Bentuk - Bentuk Pengendalian Sosial

  Bentuk - Bentuk Pengendalian Sosial

   Bentuk - bentuk pengendalian sosial antara lain sebagai berikut.

   1. Pendidikan

   Pendidikan berperan sebagai alat pengendalian sosial karena pendidikan dapat membina dan mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negaranya. 

   Menurut pendapat para ahli sosiologi maupun ahli psikologi, bahwa pengaruh pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. Individu yang berpendidikan cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. Berdasarkan asumsi tersebut, pendidikan dapat berfungsi untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang dari warga masyarakat.

   2. Pendidikan Agama

   Agama pun dapat berperan sebagai alat pengendalian sosial karena agama dapat memengaruhi sikap dan perilaku para pemeluknya dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

   Agama pada dasarnya berisikan perintah, larangan, dan anjuran kepada pemeluknya dalam menjalani hidup sebagai makhluk pribadi, makhluk Tuhan sekaligus makhluk sosial. Norma - norma agama tersebut membimbing dan mengarahkan kepada pemeluknya agar bersikap dan bertindak baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

   3. Gosip Atau Desas - Desus

   Gosip atau desas - desus adalah bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. Gosip ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari - hari di masyarakat. Jika ada individu maupun kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai - nilai norma - norma sosial yang berlaku maka individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

   4. Teguran

   Teguran adalah kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. Teguran ini umumnya dilakukan oleh orang - orang dewasa, seperti orang tua, guru, tokoh - tokoh masyarakat, dan para pemimpin masyarakat. Dalam pelaksanaannya teguran terdiri dari dua macam, yaitu teguran lisan dan teguran terbuka.

   5. Kepercayaan Terhadap Hal - Hal Yang Bersifat Supernatural

   Di antara masyarakat primitif, baik orang purba maupun orang modern keduanya menggunakan sarana biasa maupun sarana supernatural (ajaib, tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat) dalam kendali sosialnya. Orang - orang primitif lebih bergantung pada cara - cara bertindak tradisional dan sanksi supernatural daripada orang modern.
 
   Dalam banyak keadaan,cara yang sudah dipolakan memerlukan dukungan yang lebih kuat daripada hanya berupa pola kebiasaan saja. Dukungan ini ditentukan oleh kaum primitif di luar diri mereka yaitu dalam kekuatan supernatural yang meliputi berbagai macam roh. Jadi pengendalian sosial ditambah kekuatannya dengan sanksi supernatural.

   6. Hukuman

   Dalam kenyataan sehari - hari di masyarakat terdapat individu - individu yang tidak percaya adanya siksa Tuhan. Dengan sanksi hukuman yang keras, akan membuat jera bagi para pelanggar sehingga tidak berani mengulanginya lagi.



Related Posts: