Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Masyarakat

Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Masyarakat

  Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Masyarakat

   Di dalam masyarakat yang terus berkembang nilai senantiasa ikut berubah. Pergeseran nilai dalam banyak hal akan memengaruhi kebiasaan - kebiasaan ataupun tata kelakuan yang berlaku dalam masyarakat. Di wilayah pedesaan, sejak berbagai siaran dan tayangan televisi swasta mulai dikenal, perlahan - lahan terlihat bahwa di dalam masyarakat itu mulai terjadi pergeseran nilai, misalnya tentang kesopanan.

   Nilai dan norma dalam masyarakat berperan dalam mengatur perilaku warganya terutama dalam rangka mewujudkan keharmonisan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. Dalam kondisi yang seperti ini semua individu akan mendapatkan perlindungan dan rasa aman sehingga dapat hidup dengan tentram dan damai. Inilah salah satu peran psikologis norma dan nilai dalam masyarakat. Selanjutnya masih banyak peran - peran yang lain yang sejenis yang akan diuraikan melalui keterangan berikut ini.

   1. Sebagai Pengatur Sistem dalam Masyarakat

   Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap orang dalam masyarakat memiliki kebutuhan yang sangat berbeda - beda dan semua orang menginginkan kebutuhannya dapat terpenuhi secara normal. Dalam konteks seperti ini masyarakat memerlukan adanya sistem pengatur perilaku untuk mewujudkan tertib sosial dalam masyarakat. Sistem pengatur ini dalam sosiologi dinamakan pranata sosial. Pranata sosial pada dasarnya merupakan perangkat masyarakat yang berfungsi untuk menciptakan sistem keteraturan dalam rangka melindungi agar semua kebutuhan warga masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu masyarakat akan saling tergantung satu dengan yang lain sehingga membentuk rantai sistem ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan. Dalam konteks seperti inilah nilai dan norma benar - benar berfungsi sebagai pengatur sistem dalam masyarakat.

   2. Sebagai Khasanah Budaya Masyarakat

   Sebagaimana kita ketahui bahwa norma struktur budaya suatu masyarakat dalam arti luas. Dalam peranannya untuk memberikan ciri khusus terhadap suatu masyarakat norma dan nilai berperan sebagai pengatur perilaku antara warga masyarakat termasuk sistem komunikasi yang dapat memberikan corak khas masyarakat tertentu sehingga berbeda dengan masyarakat yang lain. Pada konteks inilah norma dan nilai berfungsi sebagai etos budaya masyarakat. Ditinjau dari lapangan hukum norma dan nilai suatu masyarakat merupakan kausa prima yang menjadi cikal bakal dan tatanan kehidupan pada masyarakat itu. Norma dan nilai ini mempunyai perkembangan yang sangat panjang sepanjang sejarah keberadaan umat manusia atau suku bangsa tersebut.

   3. Sebagai Pelindung bagi Mereka yang Lemah

   Norma sosial seringkali bersumber dari nilai - nilai yang dianggap baik dan benar oleh masyarakat yang kemudian diaktualisasikan dalam bentuk kaidah - kaidah yang bersifat konkret. Dalam perkembangan selanjutnya norma sosial ditulis secara eksplisit serta dilengkapi dengan sanksi bagi mereka yang melarangnya.

   Dalam konteks ini norma sosial berfungsi sebagai pelindung bagi mereka yang lemah dan tak berdaya terhadap keganasan dan keperkasaan pihak - pihak lain termasuk para penjahat dan para penguasa yang bercorak tirani. Oleh karena itu , penyusunan norma - norma terutama norma hukum harus mendapatkan kesepahaman antara wakil - wakil rakyat serta penguasa yang ada (rulling class). Nilai dan norma dikatakan sebagai pelindung karnea di belakang norma dan nilai dicantumkan sanksi terhadap pelanggaran norma itu. Peraturan akan menjadi pelindung bagi mereka yang lemah.

   Dalam era penegakan hukum sekarang upaya - upaya untuk menegakkan hukum terus menerus dilakukan dengan menciptakan lembaga - lembaga baru yang dapat berfungsi menjamin kepastian hukum yang berlaku dalam masyarakat. Lembaga - lembaga baru itu antara lain :
   A. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
   B. Komisi Perlindungan Anak
   C. Komisi Nasional Hak - Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
   D. Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) pemantau hukum dan peradilan
   E. Komisi Ombusmant

   4. Sebagai Petunjuk Perilaku yang Benar

   Secara tidak kita sadari bahwa norma dan nilai yang ada di dalam masyarakat terus menerus mengalami seleksi tentang kebenarannya. Selanjutnya nilai - nilai yang telah mengakar kuat kebenarannya dipaksakan untuk dapat berlaku dan ditiru oleh semua warga masyarakat sebagai pedoman perilaku. Dalam konteks ini nilai dan norma berfungsi sebagai rel terhadap perilaku - perilaku yang harus diperbuat oleh setiap masyarakat pada setiap kegiatan dari kepentingan, sehingga norma dan nilai benar - benar berfungsi sebagai petunjuk perilaku yang dianggap benar.

   Setiap masyarakat yang memiliki struktur budaya yang berbeda mempunyai pola perilaku dan sistem nilai yang berbeda - beda. Oleh karena itu, tidak tepat jika kita memaksakan semua orang untuk berperilaku seperti tatanan sistem perilaku dan tata nilai yang ada di dalam masyarakat kita. Sebagai salah satu pedoman yang dapat dikaji kebenarannya adalah bahwa dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,  artinya bahwa tatanan nilai dan norma itu sebaiknya hanya diberlakukan pada wilayah yang bersifat khusus pada daerah tersebut dan tidak berlaku di daerah lain. Sehingga di daerah lain yang memiliki struktur budaya yang berbeda adalah sistem tata nilai yang ada di daerah tersebut.

Related Posts: