Ekosistem Air Laut

Ekosistem Air Laut


   A. Pembagian Wilayah Perairan Air Laut

   Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi (kurang lebih 70%). Karena luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak, khususnya yang berkaitan dengan revolusi biru. Ciri - ciri ekosistem laut yaitu memiliki kadar mineral yang tinggi dan ion terbanyak ialah Cl (55%). Namun kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin). Selain itu ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. 
Daerah ekosistem laut dibagi menjadi : 

   1. Daerah Litoral / Daerah Pasang Surut

   Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Radiasi matahari, variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Biota yang hidup di daerah ini antara lain : ganggang yang hidup sebagai bentos, teripang, binatang laut, udang, kepiting, cacing laut.

   2. Daerah Neritik

   Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal. Daerah ini masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar. Kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton, nekton, neston dan bentos.

   3. Daerah Batial atau Daerah Remang - Remang

   Kedalamannya antara 200 - 2000 m. Di daerah ini sudah tidak ada produsen. Hewannya berupa nekton.

   4. Daerah Abisal

   Daerah abisal adalah daerah laut yang kedalamannya lebih dari 2000 m. Daerah ini gelap sepanjang masa, tidak terdapat produsen.

   Berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem laut dibedakan menjadi 3 bagian : 

   1. Daerah fotik 

   Daerah fotik merupakan daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman maksimum 200 m.

   2. Daerah twilight 

   Daerah twilight merupakan daerah remang - remang, tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis, kedalaman antara 200 - 2000 m.

   3. Daerah afotik 

   Daerah afotik merupakan daerah yang tidak tembus cahaya matahari. Jadi gelap sepanjang masa.

   B. Terumbu Karang

   Terumbu karang adalah sekumpulan organisme yang memiliki resistensi terhadap terpaan gelombang laut. Terumbu karang banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, Australia, Hawai, Florida, Kepulauan Galapagos, dan Kenya.

   Terumbu karang terbesar ditemukan di Australia yaitu The Great Barrier Reef. Kini terumbu karang banyak yang mengalami kerusakan akibat ulah manusia. Kerusakan utama tersebut disebabkan oleh penangkapan ikan menggunakan dinamit atau bahan peledak. Tumpahan minyak, perdagangan spesies ikan yang langka serta perdagangan hiasan akuarium.

Related Posts:

Persebaran Fauna di Indonesia

Persebaran Fauna di Indonesia

   Hewan - hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan.

   A. Kawasan Indonesia Barat (Oriental)

   Meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Hewan di kawasan ini memiliki ciri - ciri sebagai berikut.

   1. Banyak spesies mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
   2. Terdapat berbagai macam kera, misalnya : bekantan, tarsius, orang utan.
   3. Terdapat hewan endemik, seperti badak bercula satu, binturong (Aretictis binturang), monyet (Presbytis thomari), tarsius (Tarsius bancanus), kukang (Nycticebus coucang).
   4. Burung - burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Burung - burung yang endemik, misalnya : jalak bali (Leucopsar nothschili), elang jawa, murai mengkilat, elang putih (Mycrohyerax latifronx).

   Antara kawasan Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur dibatasi oleh Garis Wallace.

   B. Kawasan Indonesia Timur (Australia)

   Meliputi daerah Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara. Jenis - jenis hewan di Indonesia bagian timur, relatif sama dengan Australia. Ciri - ciri hewannya adalah : 
   1. Mamalia berukuran kecil
   2. Banyak hewan berkembang
   3. Tidak terdapat spesies kera.
   4. Jenis - jenis burung memiliki warna yang beragam

   Irian jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya : kanguru kuskus. Papua juga memiliki koleksi burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung Cenderawasih. Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo. Pulau komodo saat ini masuk dalam salah satu nominasi "New Seven Wonders In The World". Antara fauna kawasan Indonesia timur dan tengah dibatasi oleh garis Webber.

   C. Kawasan Peralihan

   Daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku. Jenis hewannya antara lain tarsius, maleo, anoa dan babi rusa. Kawasan Indonesia peralihan bisa disebut juga daerah Wallace.

   D. Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia

   Di Indonesia banyak terdapat hewan dan tumbuhan yang telah langka. Hewan langka misalnya babirusa, harimau Sumatra, Harimau Jawa, macan kumbang, orangutan di Sumatra dan di Kalimantan, badak Sumatra, tapir, gajah asia, bekantan, komodo, banteng, cendrawasih, kanguru pohon, maleo, kakatua raja, rangkong, kasuari, buaya muara, buaya irian, penyu tempayan, penyu hijau, ular sanca bodo, sanca hijau dan bunglon sisir. 

   Tumbuh - tumbuhan langka misalnya bedali, putat, kepuh, bungur, nangka celeng, kluwak, bendo, mundu, sawo kecil, winong, bayur, gandaria, matoa, sukun berbiji.

   E. Hewan dan Tumbuhan Endemik di Indonesia 

   Di Indonesia banyak terdapat hewan dan tumbuhan endemik. Hewan dan tumbuhan endemik Indonesia artinya hewan dan tumbuhan itu hanya ada di Indonesia. tidak terdapat di negara lain. Hewan yang endemik misalnya harimau jawa, harimau bali (sudah punah), jalak bali putih di Bali, badak bercula satu di Ujung Kulon, binturong, monyet, tarsius di Sulawesi Utara, kukang, maleo (hanya di Sulawesi), komodo di Pulau Komodo dan sekitarnya.

   Tumbuhan yang endemik terutama dari genus Rafflesia misalnya Rafflesia arnoldi (endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. Cilliata (Kalimantan Timur), R. horsfilldii (Jawa), R. Patma (Nusa Kambangan dan Pangandasran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R. contleyi (Sumatra bagian timur).

Related Posts:

Ekosistem Air Tawar

   Ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem air tenang (lentik), misalnya danau dan rawa. Dan ekosistem air mengalir (lotik), misalnya sungai dan air terjun. Ciri - ciri ekosistem air tawar yaitu : 

   a. Kadar garam / salinitasnya sangat rendah, bahkan lebih rendah dari kadar garam protoplasma organisme akuatik.
   b. Variasi suhu sangat rendah.
   c. Penetrasi cahaya matahari kurang.
   d. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

   Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar, baik tumbuhan tingkat tinggi (Dikotil dan Monokotil) maupun tumbuhan tingkat rendah (jamur, ganggang biru, ganggang hijau). Sedangkan fauna yang terdapat di ekosistem air tawar adalah hampir semua filum dari dunia hewan. Misalnya protozoa, spans, cacing, molluska, serangga, ikan, amfibi, reptilia, burung, dan mammalia. Ada yang selalu hidup di air, ada pula yang ke air bila mencari makanan saja.

   Hewan yang selalu hidup di air mempunyai cara beradaptasi dengan lingkungan yang berkadar garam rendah. Pada ikan dimana kadar garam protoplasmanya lebih tinggi daripada air, mempunyai cara beradaptasi dengan sedikit minum. Hal ini disebabkan air yang masuk ke dalam tubuh secara terus - menerus dikeluarkan melalui proses osmosis. Garam dari dalam air diabsorbsi melalui insang secara aktif. Air diekskresikan melalui ginjal secara berlebihan. Selain itu juga diekskresikan melalui insang dan saluran pencernaan.

   Organisme yang hidup di air tawar dikelompokkan menjadi : 

   A. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan

   1. Organisme Autotrof

   Organisme autotrof adalah organisme yang dapat mensintesis / membuat makanannya sendiri. Tumbuhan hijau tergolong organisme autotrof, peranannya sebagai produsen dalam ekosistem air tawar.

   2. Fagotrof dan Sapotrof

   Merupakan konsumen dalam ekosistem air tawar. Fagotrof adalah pemakan organisme lain, sedang Sapotrof adalah pemakan sampah atau sisa organisme lain.

   B. Berdasarkan Kebiasaan Kehidupan Dalam Air

   1. Plankton 

   Terdiri atas fitoplankton (plankton tumbuhan) dan zooplankton (plankton hewan), merupakan organisme yang gerakannya pasif selalu dipengaruhi oleh arus air.

   2. Nekton

   Organisme yang bergerak aktif berenang. Contoh : Ikan, serangga air

   3. Neston

   Organisme yang beristirahat dan mengapung di permukaan air.

   4. Bentos

   Organisme yang hidup di dasar perairan.

   5. Perifiton

   Organisme yang melekat pada suatu substrat (batang, akar, batu - batuan) di perairan.

   C. Berdasarkan Fungsinya

   1. Produsen

   Produsen terdiri dari Bolongan ganggang, ganggang hijau dan ganggang biru, golongan spermatophyta, misal eceng gondok, teratai, kangkung, genjer, kiambang.

   2. Konsumen

   Konsumen meliputi hewan - hewan, serangga, udang, siput, cacing dan hewan - hewan lainnya.

   3. Dekomposer / Pengurai

   Dekomposer / Pengurai sebagian besar terdiri atas bakteri dan mikroba lain.

   D. Berdasarkan Intesitas Cahaya

   1. Daerah Litoral 

   Daerah litoral adalah daerah air dangkal, sinar matahari dapat menembus sampai dasar perairan. Organisme daerah litoral adalah tumbuhan yang berakar, udang, cacing dan fitoplankton.

   2. Daerah Limnetik

   Daerah limnetik adalah daerah terbuka yang masih dapat ditembus oleh cahaya matahari. Organisme daerah ini adalah plankton, neston dan nekton.

   3. Daerah Profundal

   Daerah profundal adalah daerah perairan tawar yang dalam sehingga sinar matahari tidak dapat menembusnya. Produsen sudah tidak ditemukan lagi.

Related Posts:

Macam - Macam Sistem Demokrasi

   Ada banyak macam - macam demokrasi di dunia ini. Demokrasi terbagi berdasarkan cara penyampaian pendapat, berdasarkan titik perhatian atau prioritasnya, berdasarkan prinsip Ideologi, berdasarkan wewenang dan hubungan antar Alat Kelengkapan Negara.

   A. Demokrasi Berdasarkan Cara Penyampaian Pendapat

   1) Demokrasi Langsung

   Dalam demokrasi langsung, rakyat diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. Demokrasi langsung dikenal sebagai demokrasi bersih. Di sinilah rakyat memiliki kebebasan secara mutlak memberikan pendapatnya, dan semua aspirasi mereka dimuat dengan segera di dalam satu pertemuan. Jenis demokrasi ini dapat dipraktekan hanya dalam kota kecil dan komunitas yang secara relatif belum berkembang, di mana secara fisik memungkinkan seluruh pemilih untuk bermusyawarah dalam satu tempat, walaupun permasalahan pemerintahan tersebut bersifat kecil.

   Demokrasi langsung berkembang di negara kecil Yunani kuno dan Roma. Demokrasi ini tidak dapat dilaksanakan di dalam masyarakat yang kompleks dan negara yang besar.

   2) Demokrasi Tidak Langsung atau Demokrasi Perwakilan

   Demokrasi ini dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilih hanya melalui Pemilu. Rakyat memilih wakilnya untuk membuat keputusan politik. Aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil - wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat. Menurut Garner di dalam negara yang besar dan modern ini diperlukan sistem demokrasi secara repressentatif yaitu wakil rakyat yang akan menjalankan atau menyampaikan semua aspirasi rakyat di dalam pertemuan.

   3) Demokrasi Perwakilan dengan Sistem Pengawasan Langsung dari Rakyat

   Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk di dalam lembaga perwakilan rakyat, tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui referendum dan inisiatif rakyat.

   B. Demokrasi Berdasarkan Titik Perhatian atau Prioritasnya

   1) Demokrasi Formal

   Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang pada kedudukan yang sama dalam bidang politik, tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. Individu diberi kebebasan yang luas, sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal.

   2) Demokrasi Material

   Demokrasi material memandang manusia mempunyai kesamaan dalam bidang sosial - ekonomi, sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. Demokrasi semacam ini dikembangkan di negara sosialis - komunis.

   3) Demokrasi Campuran

   Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua demokrasi tersebut di atas. Demokrasi ini berupaya menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang.

   C. Demokrasi Berdasarkan Prinsip Ideologi

   1) Demokrasi Liberal

   Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Campur tangan pemerintah diminimalkan bahkan ditolak. Tindakan sewenang - wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. Pemerintah bertindak atas dasar konstitusi ( hukum dasar ). 

   2) Demokrasi Rakyat atau Demokrasi Proletar

   Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat dan tidak mengenal perbedaan kelas. Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik.

   D. Demokrasi Berdasarkan Wewenang dan Hubungan antar Alat Kelengkapan Negara

   1) Demokrasi Sistem Parlementer

   Ciri - ciri pemerintahan parlementer : 
   a) DPR lebih kuat dari pemerintah.
   b) Menteri bertanggung jawab pada DPR.
   c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen.
   d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol.
   e) Tidak dapat diganggu gugat.

   2) Demokrasi Sistem Pemisahan / Pembagian Kekuasaan (Presidensial)

   Ciri - ciri pemerintahannya : 
   a) Negara dikepalai presiden.
   b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan.
   c) Presiden mempunyai kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri.
   d) Menteri tidak bertanggung jawab kepada DPR, melainkan kepada presiden.
   e) Presiden dan DPR mempunyai kedudukan yang sama sebagai lembaga negara, dan tidak dapat saling membubarkan.

Related Posts:

Sejarah Demokrasi Dunia

   A. Pada Zaman Yunani

   Pada mulanya sistem demokrasi berada pada zaman yunani kuno abad ke 6 sampai dengan abad ke 3 SM, bangsa Yunani pada saat itu menganut demokrasi langsung yaitu dimana keputusan - keputusan politik dibuat berdasarkan keputusan mayoritas dari warga Yunani dan dijalankan langsung oleh seluruh warga negara.

   B. Lahirnya Magna Carta (Piagam Besar Tahun 1215)

   Pada perkembangan demokrasi abad pertengahan telah menghasilkan Magna Carta, yang merupakan semacam kontrak antara beberapa bangsawan dan Raja Johan dari Inggris di mana untuk pertama kali seorang raja yang berkuasa mengikatkan diri untuk mengakui dan menjamin beberapa hak dan previlagees dari bawahannya sebagai imbalan untuk menyerahkan dana untuk keperluan perang dan sebagainya. Biarpun piagam ini lahir dalam suasana yang feodal dan tidak berlaku pada rakyat jelata namun dianggap sebagai tonggak perkembangan gagasan demokrasi.

   C. Lahirnya Revolusi Prancis dan Revolusi Amerika Pada Akhir Abad ke 18

   Pada akhir abad ke 18 beberapa pemikiran menghasilkan Revolusi Prancis dan Amerika, pemikiran tersebut antara lain bahwa manusia mempunyai hak politik yang tidak boleh diselewengkan oleh raja dan menyebabkan dilontarkan kecaman terhadap raja, yang pada masa itu mempunyai kekuasaan tidak terbatas. Perlawanan terhadap kedudukan raja yang absolut didasarkan atas suatu teori rasionalistis yang dikenal dengan social contract (kontrak sosial). Menurut Jhon Locke hak - hak politik meliputi hak atas hidup, atau kebebasan dan hak untuk milik, Montesque mencoba menyusun suatu sistem yang dapat menjamin hak - hak politik, yang kemudian dikenal dengan trias politica.

   D. Demokrasi Konstitusional Pada Abad ke 19 dan 20

   Akibat dari keinginan menyelenggarakan hak - hak politik secara efektif timbullah gagasan bahwa cara yang terbaik untuk membatasi kekuasaan pemerintah ialah dengan suatu konstitusi. Undang - undang menjamin hak - hak politik dan menyelenggarakan pembagian kekuasaan Negara dengan sedemikian rupa, sehingga kekuasaan parlemen dan lembaga hukum. Gagasan ini dinamakan constitusionalism, sedangkan negara yang menganut gagasan ini disebut constitusional state.

   Pada permulaan abad ke 20 gagasan mengenai perlunya pembatasan kekuasaan mendapatkan perumusan yuridis, dari beberapa ahli hukum di antaranya ahli hukum Eropa Barat yaitu Immanuel Kant memakai istilah Rechtsstaa, sedangkan menurut A.V. Dicey memakai istilah Rule of Law. Dalam abad ke 20 gagasan bahwa pemerintah dilarang campur tangan dalam urusan warga negara baik dibidang sosial maupun ekonomi lambat laun berubah menjadi gagasan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat dan oleh karenanya harus aktif mengatur kehidupan ekonomi dan sosial.

   Sesudah perang Dunia II International Commission of Jurists tahun 1965 memperluas konsep mengenai Rule of Law, bahwa di samping hak - hak politik juga hak - hak sosial dan ekonomi harus diakui dan dipelihara, dalam arti bahwa standar dasar sosial ekonomi. International Commission of Jurists dalam konferensinya di Bangkok menetapkan perumusan yang paling umum mengenai sistem politik yang demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat suatu keputusan - keputusan politik diselenggarakan oleh warga negara melalui wakil yang dipilih oleh mereka dan yang bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas dan hal tersebut dinamakan "demokrasi berdasarkan perwakilan". Hendri B. Manyo merumuskan beberapa nilai yang mendasari demokrasi yaitu : 

   1) Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga.
   2) Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah.
   3) Menyelenggarakan pergantian pemimpin secara teratur.
   4) Membatasi pembatasan kekerasan sampai batas minimum.
   5) Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman.
   6) Menjamin tegaknya keadilan.

Related Posts:

Lembaga Peradilan Nasional

   Lembaga Peradilan Nasional

   Peradilan nasional berarti tata cara atau sistem peradilan yang dilaksanakan di Indonesia. Peradilan tidak dapat dipisahkan dengan kekuasaan kehakiman. Berikut lembaga peradilan di Indonesia.

   A. Mahkamah Agung (MA)

   Mahkamah Agung adalah pemegang pengadilan negara tertinggi dari semua lingkungan peradilan yang dalam melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh lain. Tugas dan Fungsi MA yaitu sebagai berikut : 
   
   1) Melakukan pengawasan tertinggi terhadap penyelenggaraan peradilan dalam menjalankan kekuasaan kehakiman.
   2) Mengawasi tingkah laku dan perbuatan hakim dalam menjalankan tugasnya.
   3) Mengawasi semua perbuatan hakim.
   4) Untuk kepentingan negara dan keadilan, MA memberi peringatan teguran dan petunjuk, baik melalui surat tersendiri maupun surat edaran.

   Wewenang MA adalah sebagai berikut.
   1) Memeriksa dan memutus permohonan kasasi.
   2) Memeriksa dan memutus sengketa tentang kewenangan mengadili.
   3) Memeriksa dan memutus permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
   4) Menguji secara materiil terhadap peraturan perundang - undangan di bawah UU.
   5) Meminta keterangan tentang hal - hal yang bersangkutan dengan teknis peradilan
   6) Memberi petunjuk serta teguran / peringatan kepada pengadilan tanpa mengurangi kebebasan hakim dalam memeriksa dan memutus perkara.
   7) Memeriksa dan memutus permohonan peninjauan kembali pada tingkat pertama dan terakhir atas putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

   B. Mahkamah Konstitusi (MK)

   Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu lembaga yang melaksanakan tugas di bidang kekuasaan kehakiman sesuai amanat UUD 1945. Wewenang Mahkamah Konstitusi menurut UUD 1945, antara lain sebagai berikut.
   
   1) Menguji UU terhadap UUD.
   2) Memutuskan sengketa kewenangan antar lembaga negara.
   3) Memutuskan pembubaran partai politik.
   4) Memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

   C. Komisi Yudisial (KY)

   Komisi yudisial dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan lembaga peradilan dan lembaga penegak hukum lainnya yang mandiri dan bebas dari pengaruh penguasa maupun pihak lain.

   Komisi yudisial berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung kepada DPR dan menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat, serta menjaga perilaku hakim di semua lingkungan peradilan.

   D. Pengadilan Umum

   Pengadilan umum merupakan salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya. Kekuasaan kehakiman di lingkungan pengadilan umum dilaksanakan oleh pengadilan negeri dan pengadilan tinggi.

   1) Pengadilan negeri (pengadilan tingkat pertama)

   Merupakan pengadilan umum yang memeriksa dan memutuskan perkara dalam tingkat pertama dari perkara perdata dan pidana sipil untuk semua golongan penduduk. Pengadilan negeri berkedudukan di ibukota kabupaten / kota. Susunan pengadilan negeri terdiri atas pimpinan, hakim anggota, panitera, sekretaris, dan juru sita.

   Tugas dan kewenangan pengadilan negeri adalah sebagai berikut.
   a) Memeriksa sah / tidaknya penangkapan / penahanan yang diajukan tersangka, keluarga atau kuasanya kepada ketua pengadilan dengan menyebut alasannya.
   b) Memeriksa dan memutus dan menyelesaikan perkara pidana dan perdata di tingkat pertama.
   c) Tentang ganti rugi / rehabilitasi seseorang yang perkaranya dihentikan.
   d) Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat hukum.
   e) Mengadakan pengawasan / pelaksanaan tugas dan tingkah laku hakim, panitera, sekretaris, dan juru sita.
   f) Mengawasi jalannya peradilan.
   g) Memberi petunjuk, teguran, dan peringatan.
   h) Mengawasi pekerjaan notaris di daerah hukumnya.

   2) Pengadilan tinggi (pengadilan tingkat kedua)

   Pengadilan tinggi mempunyai fungsi sebagai berikut.
   a) Menjadi pemimpin pengadilan negeri di dalam hukumnya.
   b) Mengawasi jalannya peradilan dan menjaga supaya peradilan diselesaikan dengan seksama dan wajar.
   c) Mengawasi dan meneliti perbuatan hakim pengadilan negeri.
   d) Untuk kepentingan negara dan keadilan dapat memberi peringatan, teguran, dan petunjuk kepada pengadilan negeri.

   Wewenang pengadilan tinggi adalah sebagai berikut.
   1) Mengadili perkara yang diputus oleh pengadilan negeri yang dimintakan banding.
   2) Memerintahkan pengiriman berkas perkara dan surat untuk diteliti dan menilai kecakapan hakim.

   E. Pengadilan di Lingkungan Peradilan Agama

   1) Pengadilan Agama

   Merupakan pengadilan yang memeriksa dan memutuskan perkara yang timbul antara orang Islam yang berkaitan dengan nikah, rujuk, talak, nafkah, waris, dan lain - lain.

   Wewenang pengadilan agama diantaranya sebagai berikut.
   a) Peradilan bagi rakyat pencari keadilan.
   b) Memeriksa, mengurus, dan menyelesaikan perkara perdata tertentu, yaitu perkawinan, warisan, wasiat, hibah, wakaf dan sedekah.

   2) Pengadilan Tinggi Agama

   Pengadilan tinggi agama merupakan pengadilan tingkat banding. Pengadilan ini berkedudukan di Ibu kota provinsi. Pengadilan tinggi agama mempunyai wewenang, yakni mengadili perkara yang menjadi kewenangan pengadilan agama tingkat banding dan berwenang mengadili di tingkat pertama dan terakhir sengketa antar pengadilan agama di daerah hukumnya.

   F. Pengadilan di Lingkungan Peradilan Militer

   Pengadilan ini memiliki wewenang sebagai berikut.
   1) Mengadili tindak pidana yang dilakukan oleh seorang yang pada waktu melakukan tindak pidana adalah prajurit, anggota suatu golongan atau badan atau yang dianggap atau dipersamakan atau dianggap sebagai prajurit berdasarkan UU.
   2) Memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa tata usaha angkatan bersenjata bersangkutan atas permintaan dari pihak yang dirugikan sebagai akibat yang ditimbulkan oleh tindak pidana yang menjadi dasar dakwaan dan sekaligus memutus kedua perkara tersebut dalam satu putusan.

   Pengadilan di lingkungan peradilan militer terdiri atas : 

   1. Pengadilan Militer 

   Pengadilan militer adalah pengadilan yang mengadili hanya dalam lapangan pidana bagi anggota TNI dan POLRI, seseorang yang dapat dipersamakan dengan TNI dan POLRI menurut UU, anggota jawatan / golongan yang dapat dipersamakan dengan TNI dan POLRI menurut UU, menurut keputusan menteri pertahanan yang ditetapkan dengan persetujuan menteri kehakiman harus diadili oleh pengadilan militer. Pelaksana tugas peradilan militer adalah mahkamah militer dan mahkamah militer tinggi.

   Tugas dan wewenang mahkamah militer adalah memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan seorang militer berpangkat kapten ke bawah.

   Tugas dan wewenang mahkamah militer tinggi yaitu sebagai berikut.
   1) Mengadili pada tingkat pertama tindak pidana yang dilakukan seorang militer berpangkat mayor ke atas.
   2) Melaksanakan peradilan tingkat banding.
   3) Memutuskan tingkat pertama dan terakhir sengketa antara mahkamah militer tentang kewenangan mengadili di daerah hukumnya.

   2. Pengadilan Militer Tinggi

   Kewenangan pengadilan militer tinggi adalah : 
   1) Memeriksakan dan memutus perkara pada tingkat pertama : perkara pidana yang terdakwanya adalah prajurit atau salah satu prajuritnya berpangkat Mayor ke atas; serta menyelesaikan sengketa tata usaha angkatan bersenjata.
   2) Memeriksa dan memutus pada tingkat banding perkara pidana yang telah diputus oleh pengadilan militer dalam daerah hukumnya yang dimintakan banding.
   3) Memutus pada tingkat pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antara Pengadilan militer dalam daerah hukumnya.

   3. Pengadilan Militer Utama

   Kewenangan pengadilan militer utama adalah memeriksa dan memutus pada tingkat banding perkara pidana dan sengketa tata usaha angkata bersenjata yang telah diputus pada tingkat pertama oleh pengadilan militer tinggi dimintakan banding.

   4. Pengadilan Militer Pertempuran

   Kewenangan pengadilan militer pertempuran adalah memeriksa dan memutus pada tingkat pertama dan terakhir perkara pidana yang telah dilakukan oleh seorang prajurit di daerah pertempuran. Pengadilan militer pertempuran bersifat mobil. Mengikuti gerakan pertempuran dan berkedudukan serta berada di daerah pertempuran.

   G. Pengadilan di Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN)

   1. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

   Pengadilan Tata Usaha Negara adalah badan usaha yang berwenang memeriksa dan memutuskan semua sengketa tata usaha negara dalam tingkat pertama. Sengketa dalam tata usaha negara adalah yang timbul dalam bidang tata usaha negara akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara.

   Masalah yang menjadi jangkauan PTUN diantaranya sebagai berikut.
   1. Bidang Sosial, permohonan keputusan administrasi tentang penolakan permohonan izin.
   2. Bidang Ekonomi, permohonan yang berkaitan dengan perpajakan, merek, agraria, dan sebagainya.
   3. Function public, permohonan yang berhubungan dengan status atau kedudukan seseorang.
   4. HAM, permohonan yang berkaitan dengan pencabutan hak milik seseorang serta penangkapan dan penahanan yang tidak sesuai prosedur hukum

   Tugas dan wewenang PTUN adalah memeriksa, mengadili, memutus, dan menyelesaikan perkara sengketa tata usaha negara pada tingkat pertama.

   2. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN)

   Pengadilan tinggi tata usaha negara berkedudukan di ibukota propinsi dan daerah hukumnya meliputi wilayah propinsi. Pengadilan tinggi tata usaha negara bertugas dan berwenang : 
   a. Memeriksa dan memutuskan sengketa tata usaha negara di tingkat banding.
   b. Memeriksa dan memutuskan di tingkat pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antara pengadilan tata usaha negara di dalam daerah hukumnya.
   c. Memeriksa, memutus, dan menyelesaikan di tingkat pertama sengketa tata usaha negara. PTTUN merupakan pengadilan tingkat banding.

Related Posts:

Agama Yang Diakui di Indonesia

Agama Yang Diakui di Indonesia

   Agama adalah prinsip kepercayaan kepada Tuhan dengan ajaran kebaktian dan kewajiban - kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu. Agama yang diakui di Indonesia adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.

   A. Islam

   1. Nama kitab suci : Al - Qur'an.
   2. Nama penyebar : Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam.
   3. Permulaan : +- 1400 tahun lalu.
   4. Nama tempat ibadah : Masjid
   5. Hari besar keagamaan : Muharram, Maulid Nabi, Isra' Mi'raj, Nuzulul Qur'an, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Hijriah.
 

   B. Kristen Protestan dan Katolik

   1. Nama kitab suci : Injil.
   2. Nama penyebar : Isa Al Masih / Yesus Kristus.
   3. Permulaan : +- 2000 tahun lalu.
   4. Nama tempat ibadah : Gereja.
   5. Hari besar keagamaan : Natal, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Isa Almasih, dan Pantekosta.

   C. Hindu

   1. Nama kitab suci : Weda
   2. Nama penyebar : Santana Dharma.
   3. Permulaan : Masa prasejarah.
   4. Nama tempat ibadah : Pura.
   5. Hari besar keagamaan : Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan dan Kuningan.

   D. Buddha

   1. Nama kitab suci : Tri Pitaka.
   2. Nama penyebar : Sidharta Guatama.
   3. Permulaan : +- 2500 tahun lalu.
   4. Nama tempat ibadah : Vihara.
   5. Hari besar keagamaan : Waisak dan Katina.

   E. Kong Hu Cu

   1. Nama penyebar : Kong Hu Cu.
   2. Permulaan : 5 abad SM.
   3. Kitab Suci : Wu Ching dan Shing Shu.

Related Posts:

Cara Menulis Rumus di Microsoft Word

  Cara Menulis Rumus di Microsoft Word

Gimana ya cara untuk menuliskan rumus / formula di microsoft word? Lagi kepepet nih soalnya buat tugas?? Tenang mudah kok soalnya microsoft word sudah menyediakan tools nya dan kita tinggal pake saja. Berikut langkah – langkahnya :
1. Buka microsoft word di komputer lo, pasti udah pada bisa dongg ngebukanya.
2. Kemudian setelah microsoft word sudah terbuka, cari Menu Insert di menu bar.
Cara Menulis Rumus di Microsoft Word
Tampilan Microsoft Word, Klik Menu Insert

3. Setelah menu insert di klik, akan tersedia banyak menu pilihan. Kemudian lihat di bagian kanan ada bagian menu “Symbols” yang terdiri dari Equation dan Symbol.
Cara Menulis Rumus di Microsoft Word
Tampilan Menu Symbols, Klik Untuk Memperbesar

4. Lalu pilih Equation untuk membuat rumus, akan tersedia banyak rumus diantaranya adalah menulis pecahan, menulis akar, menulis sigma. Silahkan pilih yang lo butuhkan.
Tampilan Menu Equation
Tampilan Menu Equation, Klik Untuk Memperbesar

5. Misalnya nih gue mau bikin rumus buat mencari pH, tinggal pake yg “Limit and Log” dan tadaa, jadi dehh !
Tampilan Menu Equation
Pembuatan Rumus Mencari pH, Klik Untuk Memperbesar

Catatan :
Untuk membuat pangkat di formula / equation, tekan shift + 6 untuk menghasilkan " ^ "
Contoh : membuat 2 pangkat 3 tinggal tekan 2^3




Related Posts:

Kelebihan dan Kekurangan BUMS

Kelebihan dan Kekurangan BUMS

  Kelebihan dan Kekurangan BUMS

   1. Kelebihan dan Kekurangan Badan Usaha Perseorangan

   Kelebihan : 
   a. Cara pendirian badan usaha perorangan lebih mudah.
   b. Pemenuhan modal berasal sepenuhnya dari pemilik.
   c. Pengaturan kegiatan organisasi lebih mudah dan sederhana.
   d. Dominasi pemilik yang besar menyebabkan manajemennya juga sederhana.
   e. Tingkat pengenaan pajak juga kecil, karena ada komponen Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP).
   f. Kerahasiaan Perusahaan lebih terjamin.
   g. Tingkat keuntungan lebih maksimal karena tidak dibagi dengan pihak lain.
   h. Bebas melakukan kegiatan sesuai dengan keinginan pemilik.

   Kekurangan : 
   a. Tanggung jawab badan usaha tidak terbatas, artinya jika terjadi kerugian maka harta pribadi pemiliknya juga menjadi jaminan.
   b. Jumlah modal dan manajemen yang terbatas pada satu orang akan mengurangi kapasitas besarnya perusahaan.
   c. Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin. Hal ini berkaitan dengan keberadaan pemilik yang cuma satu orang dimana bila pemiliknya berhalangan tetap atau meninggal maka penggantinya belum tentu dapat menjalankan perusahaan karena kurang berpengalaman.

   2. Kelebihan dan Kekurangan Firma

   Kelebihan : 
   a. Jumlah modal yang dapat dihimpun lebih besar daripada usaha perseorangan, sehingga kebutuhan terhadap modal lebih mudah terpenuhi.
   b. Seluruh pemilik firma saling bekerja sama mengelola sehingga perhatiannya terhadap badan usaha lebih besar.
   c. Pengambilan keputusan atau kebijakan lebih rasional dan akurat karena dilakukan oleh lebih dari satu orang.
   d. Kemampuan manajemen lebih besar karena adanya pembagian kerja diantara para anggota.
   e. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin.
   f. Mudah mendapatkan kredit dari pihak lain karena mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar.
   g. Risiko lebih ringan karena risiko firma tidak ditanggung sendiri, namun ditanggung bersama oleh para pemilik.

   Kelemahan : 
   a. Sangat mudah dan rawan terjadi konflik antara anggota sekutu yang berakibatnya pada bubarnya badan usaha ini.
   b. Tanggung jawab para pemilik tidak terbatas artinya semua anggota akan bertanggung jawab sampai pada harta milik pribadi jika terjadi risiko kerugian pada badan usaha.
   c. Sekutu yang mengundurkan diri akan kesulitan mengambil modal pribadinya.
   d. Kesulitan dalam pengaturan kepengurusan (manajemen), karena semua pemilik dapat mengatur jalannya perusahaan.
   e. Kesalahan seorang sekutu yang mengakibatkan kerugian bagi firma harus ditanggung bersama - sama.

   3. Kelebihan dan Kekurangan CV

   Kelebihan : 
   a. Kebutuhan berupa modal lebih mudah terpenuhi karena berbentuk persekutuan.
   b. Tanggung jawab sekutu komanditer / pasif bersifat terbatas.
   c. Pemimpin badan usaha bisa dilaksanakan oleh dua orang atau lebih sehingga akan memudahkan dalam menyusun perencanaan yang matang dan akurat.

   Kelemahan : 
   a. Adanya pembedaan tugas dari sekutu pasif untuk tidak mengelola langsung kegiatan badan usaha.
   b. Rawan menimbulkan konflik intern di kalangan anggota.
   c. Adanya tanggung jawab yang tidak terbatas bagi sekutu aktif.
   d. Kelangsungan hidup CV sewaktu - waktu dapat terganggu.
   e. Diperlukan pengawasan secara kompleks terhadap sekutu aktif.

   4. Kelebihan dan Kekurangan PT

   Kelebihan : 
   a. Modal yang dikumpulkan lebih besar, yaitu melalui penjualan saham.
   b. Lebih mudah untuk melakukan perluasan usaha.
   c. Kemampuan mendapat kredit lebih baik.
   d. Tanggung jawab pemegang saham terbatas.
   e. Manajemen dapat dilakukan dengan lebih baik.
   f. Kelangsungan hidup PT lebih terjamin.
   g. Saham dapat diperjualbelikan secara bebas.

   Kekurangan : 
   a. Saham - sahamnya mudah diperdagangkan sehingga mudah menimbulkan spekulasi.
   b. Rahasia perusahaan kurang terjamin karena seluruh kegiatan perusahaan harus dilaporkan kepada pemilik modal / saham.
   c. Para pemegang saham kurang peduli terhadap kondisi perusahaan karena lebih mengutamakan peroleh dividen.
   d. Pajak perusahaan besar.
   e. Pembagian kekuasaan dan pengawasan kompleks.
   f. Diperlukan biaya yang relatif besar untuk mendirikan dan menjalankan perseroan terbatas.
   g. Keputusan tidak dapat diambil deng 

Related Posts:

Pelaku Pasar Modal

Pelaku Pasar Modal

  Pelaku Pasar Modal

   Para pelaku utama dalam pasar modal adalah perusahaan yang akan melakukan penjualan saham (emiten) dan pembeli atau pemodal (investor) yang akan membeli instrumen yang ditawarkan oleh emiten. Pasar modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti : menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Para pelaku utamanya antara lain : emiten, perantara emisi, badan pelaksana pasar modal, bursa efek, perantara perdagangan efek dan investor.

   A. Emiten

   Yaitu badan usaha (perseroan terbatas) yang menerbitkan saham untuk menambah modal, atau menerbitkan obligasi untuk mendapatkan utang dari para investor di Bursa Efek.

   B. Perantara Emisi

   Perantara emisi, yang meliputi 3 pihak, yaitu sebagai berikut.
   a) Penjamin emisi (underwriter), yaitu perusahaan perantara yang menjamin penjualan emisi, dalam arti, jika saham atau obligasi belum laku, penjamin emisi wajib membeli agar kebutuhan dana yang diperlukan emiten terpenuhi sesuai rencana.
   b) Akuntan publik, yaitu pihak yang berfungsi memeriksa kondisi keuangan emiten dan memberikan pendapat apakah laporan keuangan yang telah dikeluarkan oleh emiten wajar atau tidak.
   c) Perusahaan penilai (appraisal), yaitu perusahaan yang berfungsi untuk memberikan penilaian terhadap emiten, apakah nilai aktiva emiten wajar atau tidak.

   C. Badan Pelaksana Pasar Modal

   Yaitu badan yang mengatur dan mengawasi jalannya pasar modal, termasuk mencoret emiten (delisting) dari lantai bursa dan memberikan sanksi kepada pihak - pihak yang melanggar peraturan pasar modal. Di Indonesia badan pelaksana pasar modal adalah BAPEPAM (Badan Pengawas dan Pelaksana Pasar Modal) yang merupakan lembaga pemerintah di bawah Menteri Keuangan.

   D. Bursa Efek

   Yaitu tempat diselenggarakannya kegiatan perdagangan efek pasar modal yang didirikan oleh suatu badan usaha. Di Indonesia, dahulu terdapat dua bursa efek, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang dikelola PT Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (BES) yang dikelola oleh PT Bursa Efek Surabaya. Saat ini bursa efek tersebut telah digabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange.

   E. Perantara Perdagangan Efek

   Yaitu makelar (pialang / broker) dan komisioner yang hanya lewat kedua lembaga itulah efek dalam bursa boleh ditransaksikan. Makelar adalah perusahaan pialang (broker) yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan orang lain dengan memperoleh imbalan. Adapun komisioner adalah pihak yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan sendiri atau untuk orang lain dengan memperoleh imbalan.

   F. Investor

   Yaitu pihak yang menanamkan modalnya dalam bentuk efek di bursa efek dengan membeli atau menjual kembali efek tersebut.

Related Posts:

Profesi Penunjang Pasar Modal

Profesi Penunjang Pasar Modal

  Profesi Penunjang Pasar Modal

   Profesi penunjang adalah pihak - pihak yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, yang persyaratan dan tata cara pendaftarannya ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Profesi penunjang ini terdiri dari akuntan, notaris, konsultan hukum, penilai dan profesi lain.

   A. Akuntan Publik

   Akuntan publik berperan dalam penyajian laporan informasi keuangan perusahaan baik yang akan berencana untuk go public maupun perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya (listed) di bursa. Salah satu tugas pokok dari akuntan publik adalah pasar modal melakukan audit atas laporan keuangan yang wajib disampaikan kepada regulator dan juga dipublikasikan secara berkala kepada publik lewat media massa setiap kuartal, semester dan tahunan.

   B. Notaris

   Notaris adalah pejabat umum yang berwenang dalam membuat akta perubahan anggaran dasar emiten. Notaris pasar modal juga menghadiri setiap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan oleh emiten.

   C. Konsultan Hukum

   Konsultan hukum adalah ahli hukum yang memberikan dan menandatangani pendapat hukum mengenai emisi atau emiten. Dalam proses go public, konsultan hukum berfungsi memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion) mengenai keadaan emiten.

   D. Penilai 

   Penilai (appraiser) adalah pihak yang memberikan jasa profesional dalam menentukan nilai wajar suatu aktiva suatu perusahaan. Sementara penasihat investasi (investmen advisor), yaitu lembaga atau perorangan yang memberikan nasihat kepada emiten atau calon emiten yang berkaitan dengan masalah keuangan, seperti nasihat mengenai struktur modal yaitu menyangkut komposisi utang dan modal sendiri.

   E. Profesi lain

   Profesi lain pihak jasa profesi lain yang dapat memberikan pendapat atau penilaian sesuai dengan perkembangan pasar modal di masa mendatang dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Related Posts:

Lembaga Penunjang Pasar Modal

Lembaga Penunjang Pasar Modal

   Lembaga Penunjang Pasar Modal

    Lembaga penunjang adalah institusi penunjang yang turut serta mendukung pengoperasian pasar modal dan bertugas melakukan pelayanan kepada pegawai dan masyarakat umum. Lembaga penunjang ini terdiri dari biro administrasi efek, bank kustodian, wali amanat dan pemeringkat efek.

   A. Biro Administrasi Efek

   Biro Administrasi Efek (BAE) adalah lembaga penunjang pasar modal yang membantu mengadministrasikan efek, baik pada pasar perdana maupun pasar sekunder. Bentuk pelayanan yang diberikan BAE antara lain dalam bentuk pencatatan dan pemindahan kepemilikan efek.

   BIro Administrasi Efek merupakan perseroan yang dapat menyelenggarakan kegiatan usaha berdasarkan kontrak dengan emiten untuk pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek sebagai Biro Administrasi Efek dan telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

   B. Bank Kustodian

   Bank kustodian adalah bank yang mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk bertindak sebagai pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga dan hak - hak lain, menyelesaikan transaksi efek, serta mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Persyaratan dan tata cara pemberian persetujuan bagi bank umum sebagai kustodian diatur peraturan pemerintah.

   C. Wali Amanat

   Wali amanat adalah pihak yang mewakili kepentingan pemegang efek bersifat utang atau sukuk untuk melakukan penuntutan baik di dalam maupun di luar pengadilan, yang berkaitan dengan kepentingan pemegang efek bersifat utang atau sukuk tersebut tanpa surat kuasa khusus.

   Kegiatan perwaliamanatan dilakukan oleh bank umum dan pihak lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah untuk dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai wali amanat. Bank umum atau pihak lain wajib terlebih dahulu terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Adapun persyaratan dan tata cara pendaftaran wali amanat diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

   D. Pemeringkat Efek

   Perusahaan pemeringkat efek adalah penasihat investasi berbentuk perseroan terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat. Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan pemeringkat efek wajib terlebih dahulu mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan.

   Perusahaan pemeringkat efek wajib melakukan kegiatan pemeringkatan secara bebas dari pengaruh pihak yang memanfaatkan jasa perusahaan pemeringkat efek, obyektif, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pemberian peringkat. Perusahaan pemeringkat efek dapat melakukan pemeringkatan atas obyek pemeringkatan sebagai berikut :
   1. Efek bersifat utang, sukuk, efek beragun aset, atau efek lain yang dapat diperingkat.
   2. Sebagai pihak entitas (company rating), termasuk reksa dana dan dana investasi real estate berbentuk kontrak investasi kolektif.

   Dalam menjalankan usahanya, perusahaan pemeringkat efek wajib berdomisili dan melakukan kegiatan operasional di Indonesia. Selain itu, perusahaan pemeringkat efek juga wajib memiliki prosedur dan metodologi pemeringkatan yang dapat dipertanggungjawabkan, sistematis, dan telah melalui tahapan pengujian serta dilaksanakan secara konsisten dan bersifat transparan. Selanjutnya, perusahaan pemeringkat efek yang melakukan atas permintaan pihak tertentu, wajib membuat perjanjian pemeringkatan dengan pihak dimaksud.


Sumber : Buku Ekonomi Erlangga Kelas XI

Related Posts:

Peranan Pasar Modal dalam Perekonomian

Peranan Pasar Modal dalam Perekonomian

  Peranan Pasar Modal dalam Perekonomian

   Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu : 

   Pertama, sebagai sarana pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain - lain. 

   Kedua, pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain - lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing - masing instrumen.

   Keberadaan pasar modal dalam perekonomian modern sudah tidak dapat terelakkan lagi bagi seluruh negara di dunia ini, tidak terkecuali di Indonesia, Tingginya permintaan akan barang dan jasa akibat dari semakin banyaknya umat manusia di dunia ini membuat perusahaan, baik yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan, harus mampu memenuhi semua order yang diinginkan masyarakat dunia secara global. Indonesia, merupakan negara yang masuk dalam kategori negara berkembang, kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya perusahaan baru yang bermunculan di Indonesia, baik domestik maupun asing, karena pangsa pasar yang potensial ada di Indonesia.

   Pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia. Keberadaannya yang semakin berkembang semakin membuktikan bahwa pasar modal semakin dibutuhkan sebagai bagian dari realisasi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat baik barang maupun jasa. Kebutuhan perusahaan dalam hal modal dapat terealisasikan manakala perusahaan tersebut berkecimpung di pasar modal.

   Pasar modal memiliki posisi yang sangat penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Kemajuan teknologi serta tingginya arus globalisasi membuat pasar modal Indonesia dapat menjadi icon pasar modal Asia Tenggara. Perkembangan pasar modal tersebut tidak akan dapat terealisasikan apabila tidak ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat bagi pasar modal Indonesia. Peran pemerintah dapat berupa menciptakan stabilitas politik dan hukum, stabilitas iklim investasi Indonesia, dan sebagai pelindung dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi. Sementara masyarakat dapat berpartisipasi dengan menginvestasikan sahamnya di pasar modal.

   Peranan pasar modal dalam perekonomian nasional antara lain :
   1. Lembaga intermediasi (lembaga perantara) keuangan selain bank.
   2. Memungkinkan para pemodal berpartisipasi pada kegiatan bisnis yang menguntungkan (investasi).
   3. Memungkinkan kegiatan bisnis mendapat dana dari pihak luar dalam rangka perluasan usaha (ekspansi).
   4. Memungkinkan kegiatan bisnis untuk memisahkan operasi bisnis dan ekonomi dari kegiatan keuangan.
   5. Memungkinkan para pemegang surat berharga memeroleh likuiditas dengan menjual surat berharga yang dimiliki kepada pihak lain.

Related Posts:

Peran dan Fungsi Pasar Dalam Perekonomian

Peran dan Fungsi Pasar Dalam Perekonomian

  Peran dan Fungsi Pasar Dalam Perekonomian

   Keberadaan pasar mempunyai peran yang sangat penting. Peran pasar dalam perekonomian adalah sebagai berikut.

   1. Peranan Pasar Bagi Produsen

   Pasar mempunyai peranan yang sangat penting bagi produsen yaitu membantu memperlancar penjualan hasil produksi dan dapat pula digunakan sebagai tempat untuk mempromosikan atau memperkenalkan barang dan jasa hasil produksi. Selain itu produsen juga dapat memperoleh barang atau jasa yang akan digunakan untuk keperluan proses produksi.

   2. Peranan Pasar Bagi Konsumen

   Pasar mempunyai peranan yang sangat penting bagi konsumen, karena konsumen mudah untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan. Apabila pasar semakin luas, konsumen akan semakin mudah memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan.

   3. Peranan Pasar Bagi Pembangunan

   Peranan bagi pembangunan adalah menunjang kelancaran pembangunan yang sedang berlangsung. Upaya dalam meningkatkan pembangunan, pasar berperan membantu menyediakan segala macam barang dan jasa yang bermanfaat bagi pembangunan. Pasar juga dapat dijadikan sumber pendapatan pemerintah untuk membiayai pembangunan melalui pajak dan retribusi.

   4. Peranan Pasar Bagi Sumber Daya Manusia

   Kegiatan perdagangan di suatu pasar membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit. Semakin luas suatu pasar, semakin besar tenaga kerja yang dibutuhkan. Dengan banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan, berarti pasar turut membantu menguranti pengangguran, memanfaatkan sumber daya manusia, serta membuka lapangan kerja.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Related Posts:

Alat Pembayaran Nontunai

  Alat Pembayaran Nontunai

   1. Kartu Kredit

Kartu Kredit
   Kartu kredit dapat didefinisikan kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pemilik kartu kredit tersebut membeli barang - barang yang dibutuhkannya secara hutang. Kartu kredit berbeda dengan kartu debit dimana penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening.

   2. Cek

Cek

   Cek adalah surat perintah yang tidak bersyarat kepada bank tertarik untuk membayar sejumlah uang yang tertulis di lembar cek itu dari dana yang tersedia pada rekening di bank penarik cek.
   Keterangan yang harus ada di dalam cek :
  • Tertulis kata - kata Cek atau Cheque
  • Tertulis Bank Penerbit
  • nomor cek
  • Tanggal penulisan cek (di bawah rekening cek)
  • Perintah membayar "bayarlah kepada... atau pembawa"
  • Jumlah uang (nominal angka dan huruf)
  • Tanda tangan dan atau cap perusahaan pemilik cek

   3. Bilyet Giro

Bilyet Giro

   Diperkenalkan pertama kali di Indonesia sejak tanggal 1 Januari 1907. Saat itu fungsi dari bilyet giro adalah sebagai suatu formulir pemindahbukuan yang tidak dapat ditukarkan secara tunai di bank. Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank yang menyimpan dana untuk memindahbukukan dana kepada rekening orang lain pada bank yang sama. Bilyet giro ini kemudian berkembang dari alat pembayaran transaksi pemindahbukuan di bank yang sama menjadi pemindahbukuan antar bank melalui kriling.

   4. Nota Debet

Nota Debet

   Dalam peraturan kliring, nota debet adalah warkat atau surat yang digunakan untuk menagih nasabah bank lain atau bank lain melalui kliring. Nota Debet merupakan dokumen yang digunakan untuk menambahkan hutang pembeli.





Related Posts:

Nilai Uang : Nilai Intrinsik, Nilai Nominal dan Nilai Riil

Nilai Uang : Nilai Intrinsik, Nilai Nominal dan Nilai Riil

  Nilai Uang : Nilai Intrinsik, Nilai Nominal dan Nilai Riil

   Setiap uang memiliki nilai masing - masing. Nilai uang dapat dibedakan berdasarkan segi manfaat dan kegunaan uang sebagai alat pembayaran dan alat tukar. Nilai uang dapat dibedakan sebagai berikut.

   A. Nilai Intrinsik

   Nilai intrinsik lebih menekankan pada sisi bahan dasar pembuatan uang. Nilai intrinsik merupakan nilai uang berdasarkan pada bahan yang digunakan untuk membuat mata uang itu. Misalnya sebuah uang dibuat dari emas maka nilai intrinsiknya adalah sebesar kadar dan berat emas yang terkandung dalam mata uang tersebut. Begitu juga apabila uang itu terbuat dari kertas, maka nilai intrinsik adalah nilai kertas itu. Contohnya untuk membuat uang kertas Rp. 50.000,00 diperlukan kertas dan bahan lainnya seharga Rp.5.000,00, maka nilai intrinsik uang tersebut adalah Rp.5.000,00.

   B. Nilai Nominal

   Nilai nominal adalah nilai uang yang tertulis atau tertera pada setiap mata uang. Contohnya pada mata uang logam tertulis Rp.100,00 ; Rp.1.000,00. Berarti nilai nominalnya adalah seratus rupiah atau seribu rupiah walaupun bahan membuatnya sama.

   C. Nilai Riil

   Nilai rill didasarkan pada kemampuan daya beli uang terhadap barang atau jasa. Pengertian nilai rill yaitu kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah barang dan atau jasa. Daya beli atau kekuatan beli uang ditentukan oleh tingkat harga umum. Jadi nilai rill erat hubungannya dengan uang sebagai alat tukar. Apabila tingkat harga umum turun, maka nilai rill uang akan naik, sebaliknya jika harga umum naik maka nilai riil uang menjadi turun. Misalnya, sepuluh tahun yang lalu uang senilai Rp.100,00 bisa digunakan untuk membeli tiga buah permen, tetapi sekarang nilai Rp 100,00 hanya bisa untuk membeli 1 buah permen saja. Berdasarkan daya belinya uang dibedakan menjadi nilai internal dan nilai eksternal.

   1) Nilai Internal, yaitu kemampuan uang untuk membeli barang di dalam suatu negara. Pengertian lain nilai internal uang adalah daya beli uang untuk dipertukarkan dengan barang - barang di dalam negeri. Misalkan uang sebesar Rp 8.000,00 mampu ditukar dengan 1 kilogram beras. Ini berarti bahwa uang sebesar Rp. 8.000,00 memiliki nilai internal sebesar 1 kilogram beras.

   2) Nilai eksternal, yaitu kemampuan uang dalam negeri iuntuk ditukar dengan mata uang asing. Nilai eksternal lebih dikenal dengan istilah nilai kurs. Contoh : Nilai uang Rp. 13.000,00 bisa ditukarkan dengan $1. Hal ini berarti bahwa uang Rp. 13.000,00 memiliki nilai eksternal sama dengan $1.

Related Posts:

Fungsi Uang : Fungsi Asli dan Fungsi Turunan

Fungsi Uang : Fungsi Asli dan Fungsi Turunan

  Fungsi Uang : Fungsi Asli dan Fungsi Turunan

   Dalam kegiatan perekonomian, fungsi uang dikategorikan menjadi dua macam, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

   A. Fungsi Asli (Fungsi Primer)

   1) Uang Sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange)

   Uang dapat dipertukarkan dengan segala sesuatu yang dibutuhkan seseorang, yang berupa barang atau jasa. Kita dapat memenuhi semua kebutuhan dengan cara menukarkan uang yang dimiliki dengan barang / jasa yang dibutuhkan. Contohnya, Anda memiliki uang Rp. 10.000 sedangkan anda membutuhkan sebuah buku tulis, maka uang tersebut dapat ditukarkan dengan sebuah buku tulis yang dibutuhkan.

   2) Uang Sebagai Alat Satuan Hitung (Unit of Exchange)

   Fungsi uang ini dapat digunakan untuk mengukur dan menentukan nilai suatu barang. Di Indonesia, rupiah dijadikan sebagai dasar pengukuran nilai suatu barang dan jasa yang diperjualbelikan di pasar. Contohnya, harga sebuah pensil Rp. 1500 sedangkan harga sebuah pulpen Rp. 3000. Maka dapat ditentukan bahwa pulpen memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebuah pensil. Dapat pula dikatakan bahwa nilai sebuah pulpen dua kali lipat dari sebuah pensil.

   B. Fungsi Turunan (Fungsi Sekunder)

   1) Uang Sebagai Alat Pembayaran Hutang

   Uang dapat digunakan untuk melunasi berbagai bentuk kewajiban terhadap pihak lain. Dalam hal ini fungsi uang dilakukan dengan cara penyerahan uang kepada pihak lain tanpa diimbangi dengan penerimaan barang lain. Contohnya yaitu uang untuk membayar pajak, membayar denda, membayar utang, membayar iuran, dan memberikan sumbangan.

   2) Uang Sebagai Alat Penimbun Kekayaan

   Menyimpan kekayaan dalam bentuk uang akan lebih fleksibel daripada dalam wujud barang. Keuntungan apabila menyimpan kekayaaan dalam bentuk uang, yaitu jika terjadi sesuatu yang bersifat mendadak dapat segera dipenuhi.

   3) Uang Sebagai Alat Pemindah Kekayaan

   Uang dapat berfungsi untuk memindahkan kekayaan dari satu daerah ke daerah lain. Contohnya : Jika seseorang memiliki rumah di desa dan ingin memindahkan ke kota maka bisa dilakukan dengan cara menjual rumah yang di desa, lalu membeli rumah yang ada di kota.

   4) Uang sebagai Alat Pembentuk Modal dan Pendorong Kegiatan Ekonomi

   Arus peredaran uang dalam kegiatan ekonomi dapat dijadikan acuan bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan usaha. Semakin cepat arus peredaran uang yang diikuti dengan meningkatnya kegiatan produksi akan membawa kemajuan bagi perekonomian bangsa. Modal usaha dalam bentuk uang dapat di investasikan untuk mendirikan perusahaan atau badan - badan usaha.

Related Posts:

Upaya Mengatasi Konflik Sosial

Upaya Mengatasi Konflik Sosial

  Upaya Mengatasi Konflik Sosial

   Pengendalian suatu konflik hanya mungkin dapat dilakukan apabila berbagai pihak yang berkonflik terorganisir secara jelas. Menekankan sebuah konflik agar tidak berlanjut menjadi sebuah tindak kekerasan memerlukan strategi pendekatan yang tepat.

   1. Pengendalian Secara Umum

   Secara umum, terdapat beberapa cara dalam upaya mengendalikan atau meredakan sebuah konflik, yaitu sebagai berikut.

   a. Konfiliasi (consiliation)

   Konsiliasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial yang dilakukan oleh lembaga - lembaga tertentu yang dapat memberikan keputusan dengan adil. Dalam konsiliasi berbagai kelompok yang berkonflik duduk bersama mendiskusikan hal - hal yang menjadi pokok permasalahan. Contoh bentuk pengendalian bentuk seperti ini adalah melalui lembaga perwakilan rakyat.

   b. Arbitrasi (arbitration)

   Arbitrasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial melalui pihak ketiga dan kedua belah pihak yang berkonflik menyetujuinya. Keputusan - keputusan yang diambil pihak ketiga hanya dipatuhi oleh pihak - pihak yang berkonflik

   c. Mediasi (mediation)

   Mediasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial di mana pihak - pihak yang berkonflik sepakat menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Namun berbeda dengan arbitrasi, keputusan - keputusan pihak ketiga tidak mengikat manapun.

   d. Adjudication

   Adjudication merupakan cara penyelesaian konflik melalui pengadilan yang tetap dan adil. Pada bentuk ini, telah terjadi konflik yang terjadi antara dua belah pihak, kemudian pihak tersebut memilih untuk menyelesaikan konfliknya di pengadilan.

   e. Segregasi (segregation)

   Upaya saling menghindar atau memisahkan diri untuk mengurangi ketegangan.

   f. Stalemate

   Konflik yang berhenti dengan sendirinya karena kekuatan yang seimbang.

   g. Kompromi (compromise)

   Kedua belah pihak yang bertentangan berusaha mencari penyelesaian dengan mengurangi tuntutan. Contohnya perjanjian antarnegara tentang batas wilayah perairan.

   h. Coercion

   Penyelesaian konflik dengan paksaan. Hal ini terjadi disebabkan salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah dibandingkan dengan pihak lawan.

   i. Konversi

   Salah satu pihak mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.

   j. Gencatan Senjata

   Penghentian konflik untuk sementara waktu yang biasanya dalam bentuk peperangan untuk menyembuhkan korban.

   2. Pengendalian Menggunakan Manajemen Konflik

   Di samping cara - cara di atas, gaya pendekatan seseorang atau kelompok dalam menghadapi situasi konflik dapat dilaksanakan sesuai dengan tekanan relatif atas apa yang dinamakan cooperativeness dan asssertiveness. Cooperativiness adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan minat individu atau kelompoknya lain, sedangkan assertivenes merupakan keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan minat individu atau kelopok sendiri. Ada lima gaya manajemen konflik berkaitan dengan adaanya tekanan relatif di antara keinginan untuk menuju ke arah cooperativeness atau assertiveness sesuai dengan intensitasnya, yaitu sebagai berikut.

   a. Tindakan Menghindari

   Bersikap tidak kooperatif dan assertif, menarik diri dari situasi yang berkembang atau bersikap negral dalam segala macam cuaca.

   b. Kompetisi atau Komando Otoritatif

   Bersikap tidak kooperatif, tetapi asertif, bekerja dengan cara menentang keinginan pihak lain, berjuang untuk mendominasi dalam situasi menang atau kalah dan memaksakan segala sesuatu agar sesuai dengan kesimpulan tertentu dengan menggunakan kekuasaan yang ada.

   c. Akomodasi atau Meratakan

   Bersikap tidak kooperatif, tetapi tidak asertif, membiarkan keinginan pihak lain menonjol, meratakan perbedaan - perbedaan guna mempertahankan harmoni yang diusahakan secara buatan.

   d. Kompromis

   Bersikap cukup kooperatif dan juga asertif dalam intensitas yang cukup. Bekerja menuju ke arah pemuasan pihak - pihak yang berkepentingan, mengupayakan tawar - menawar untuk mencapai pemecahan yang dapat diterima kedua belah pihak meskipun tidak sampai tingkat optimal, tak seorangpun merasa menang, dan tak seorangpun merasa bahwa yang bersangkutan menang atau kalah secara mutlak.

   e. Kolaborasi (kerja sama)

   Bersikap kooperatif maupun asertif, berusaha untuk mencapai kepuasan bagi pihak - pihak yang berkepentingan dengan jalan bekerja melalui perbedaan - perbedaan yang ada, mencari dan memecahkan masalah hingga setiap individu atau kelompok mencapai keuntungan masing - masing sesuai dengan harapannya.

   3. Hasil Manajemen Konflik

   Dari gaya manajemen konflik tersebut kemungkinan hasil yang didapat sebagai berikut.

   a. Konflik Kalah - Kalah

   Konflik kalah - kalah terjadi apabila tak seorangpun di antara pihak yang terlibat mencapai tujuan yang sebenarnya dan alasan atau faktor - faktor penyebab konflik tidak mengalami perubahan. Hasil kalah - kalah biasanya akan terjadi apabila konflik dikelola dengan sikap menghindari, akomodasi, meratakan dan atau melalui kompromis.

   Sikap menghindari merupakan sebuah bentuk ekstrim tidak ada perhatian. Seseorang bersikap seakan - akan konflik tidak ada dan mereka hanya berharap bahwa konflik tersebut akan terselesaikan dengan sendirinya. Akomodasi berusaha menekan perbedaan - perbedaan antara pihak yang berkonflik dan menekankan pada persamaan - persamaan pada bidang - bidang kesepakatan.

   Kompromis akan terjadi apabila dibuat akomodasi sedemikian rupa, sehingga masing - masing pihak yang berkonflik mengorbankan hal tertentu yang dianggap mereka sebagai hal yang bernilai. Akibatnya, tidak ada satu pihakpun yang mencapai keinginan mereka dengan sepenuhnya dan menciptakan kondisi - kondisi anteseden untuk konflik - konflik yang mungkin akan muncul pada masa yang akan datang.

   b. Konflik Menang - Kalah

   Pada konflik menang - kalah, salah satu pihak mencapai apa yang diinginkannya dengan mengorbankan keinginan pihak lain. Hal tersebut mungkin disebabkan karena adanya persaingan, dimana orang mencapai kemenangan melalui kekuatan, keterampilan yang superior, atau karena unsur dominasi. Ia juga dapat merupakan hasil dari komando otoratif, ketika seorang otoriter mendikte sebuah pemecahan, kemudian dispesifikasikan apa yang akan dicapai, apa yang akan dikorbankan, dan oleh siapa. Jika figur otoritas tersebut merupakan pihak aktif di dalam konflik yang berlangsung, maka dapat diperkirakan siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang akan kalah. Strategi - strategi menang - kalah juga tidak memecahkan sebab pokok terjadi konflik, kemungkinan pada lain waktu konflik - konflik akan muncul lagi.

   c. Konflik Menang - Menang

   Konflik menang - menang dilaksanakan dengan jalan menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam konflik yang terjadi. Hal tersebut dapat dicapai jika dilakukan konfrontasi persoalan - persoalan yang ada dan digunakan cara pemecahan masalah untuk mengatasi perbedaan - perbedaan pendapat dan pandangan.

   Kondisi menang - menang meniadakan alasan - alasan untuk melanjutkan atau menimbulkan kembali konflik yang ada karena tiada hal yang dihindari ataupun ditekankan. Semua persoalan - persoalan yang relevan diperbincangkan dan dibahas secara terbuka.

   Pemecahan masalah dan kerja sama dapat dikatakan sebagai pendekatan yang paling berhasil dan paling baik dalam usaha manajemen konflik. Akan tetapi, bukan berarti pemecahan yang lain tidak memiliki nilai potensial dalam pengelolaan suatu konflik. Namun juga terdapat konflik yang tidak dapat dikelola dengan kolaborasi. Untuk hal - hal demikian dapat dipakai prinsip "minnus mallun" (terbaik di antara yang kurang baik). Dalam menangani konflik, terutama yang sifatnya destruktif, kita harus menjunjung tinggi demokrasi, transparansi, dan toleransi dalam segala aspek kehidupan.

   4. Perdamaian Melalui Kekuatan

   Konsep perdamaian melalui kekuatan mendukung penggunaan cara apapun yang diperlukan. Pendekatan ini melahirkan model kekerasan kriminal dan mengandalkan pencegahan melalui intimidasi untuk mengurangi perilaku kekerasan dan mendukung pengembangan teknologi. Tindakan tersebut dijalankan oleh negara, polisi atau militer, dan sistem pengadilan kriminal, tetapi pada tingkat yang ekstrim, jika negara dirasa tidak efektif, maka kelompok - kelompok yang peduli akan turut campur tangan.

   5. Pola Kontrol Hukum 

   Pendekatan ini menekankan pada negosiasi dan perjanjian pengendalian senjata di lingkungan Internasional, penegakan hukum secara efektif yang digabungkan dengan program sosial untuk menghadapi para pelanggar hukum di tingkat lokal, serta kerangka hukum untuk melindungi hak asasi manusia. Inti pendekatan ini adalah salah satunya jalan untuk menghentikan kekerasan dengan mempertahankan aturan hukum. Pertikaian antarkelompok harus diselesaikan di ruang pengadilan, bukan di medan perang karena manusia pada dasarnya bersifat rasional, sehingga dapat diajarkan untuk melakukan cara yang rasional.

   6. Keamanan Bersama dan Konflik Tanpa Kekerasan

   Pendekatan ini menuntut adanya konstruksi institusi yang bisa menghambat munculnya sebab - sebab kekerasan, dan tidak menekankan pada organisasi agen kontrol sosial seperti militer dan kepolisian. Pendekatan ini menekankan pada kerja sama dan konflik tanpa kekerasan.

   Adapun asumsi mendasar pendekatan ini antara lain sebagai berikut.
   a. Tidak ada manusia yang akan aman sampai setiap orang merasa aman.
   b. Kekuatan diperlukan untuk mempertahankan perdamaian.
   c. Penyelesaian masalah dengan cara kekerasan hanya akan menghasilkan kepuasan sementara.
   d. Kekerasan struktur bisa menjadi destruktif seperti bentuk kekerasan lain.
   e. Konflik tidak harus menjadi suatu kemenangan bagi salah satu pihak dan kekalahan pada pihak lain.
   f. Perjuangan tanpa kekerasan secara moral dan strategi lebih bernilai dari perjuangan dengan kekerasan.
   
   Secara singkat, pendekatan keamanan bersama menghendaki adanya permulaan kembali semua pendekatan mendasar terhadap hubungan manusia dari tngkat keluarga sampai pada sistem dunia.

Related Posts:

Dampak Konflik Sosial

Dampak Konflik Sosial

  Dampak Konflik Sosial

   Setiap konflik yang terjadi dalam masyarakat akan membawa dampak, baik dampak secara langsung maupun tidak langsung, dampak positif maupun dampak negatif.

   1. Dampak Secara Langsung

   Dampak ini dirasakan oleh pihak - pihak yang terlibat dalam konflik. Adapun dampak secara langsung antara lain sebagai berikut.
   a. Menimbulkan keretakan hubungan antarindividu atau kelompok dengan individu atau kelompok lainnya.
   b. Adanya perubahan kepribadian seseorang, seperti selalu muncul rasa curiga, rasa benci dan akhirnya dapat berubah menjadi tindak kekerasan.
   c. Hancurnya harta benda dan korban jiwa, jika konflik tersebut berubah menjadi tindak kekerasan.
   d. Kemiskinan bertambah akibat tidak kondusifnya keamanan.

   2. Dampak Tidak Langsung

   Dampak tidak langsung merupakan dampak yang dirasakan oleh pihak - pihak yang tidak terlibat langsung dalam sebuah konflik ataupun dampak jangka panjang suatu konflik yang tidak secara langsung dirasakan oleh pihak - pihak yang berkonflik.

   3. Dampak Positif Adanya Konflik

   Sebuah konflik juga memiliki sisi positif. Adapun sisi positif sebuah konflik antara lain sebagai berikut.
   a. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok.
   b. Munculnya pribadi - pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai situasi konflik.
   c. Membantu menghidupkan kembali norma - norma lama dan menciptakan norma - norma baru.
   d. Munculnya kompromi baru apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan seimbang.
   e. Konflik dapat memperjelas berbagai aspek kehidupan yang masih belum tuntas.
   f. Konflik dapat mengurangi rasa ketergantungan terhadap individu atau kelompok.

   4. Dampak Negatif Adanya Konflik

   Adapun dampak negatif yang ditimbulkan oleh konflik adalah sebagai berikut.
   a. Konflik dapat menimbulkan keretakan hubungan antara individu dan kelompok.
   b. Konflik menyebabkan rusaknya berbagai harta benda dan jatuhnya korban jiwa.
   c. Konflik menyebabkan adanya perubahan kepribadian.
   d. Konflik menyebabkan dominasi kelompok pemenang.

Related Posts: