Bentuk - Bentuk Perilaku Menyimpang

Bentuk - Bentuk Perilaku Menyimpang

  Bentuk - Bentuk Perilaku Menyimpang

   Melalui perubahan - perubahan sosial budaya di satu sisi memang memberikan dampak positif berupa peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja manusia yang ditandai dengan munculnya peralatan - peralatan teknologi canggih serta produk - produk barang - barang pemuas kebutuhan yang sangat beraneka ragam dengan penampilan yang sangat menarik. Berdasarkan peningkatan perubahan sosial budaya di satu sisi akan memunculkan suatu pengaruh negatif yang berupa penyimpangan - penyimpangan perilaku oleh warga masyarakat tertentu yang tidak dapat menyikapi perubahan - perubahan sosial budaya.

   Secara umum ada 4 macam bentuk penyimpangan, yaitu sebagai berikut.

   A. Penyimpangan Gaya Hidup

   Penyimpangan gaya hidup pada dasarnya merupakan salah satu jenis penyimpangan perilaku yang tergolong ringan. Misalnya dalam bentuk perilaku sebagai berikut.
   1) Penyimpangan dalam mengenakan make up.
   2) Penyimpangan model pakaian.
   3) Penyimpangan gaya pembicaraan, dan sebagainya.

   B. Penyimpangan Pemakaian Barang - Barang Konsumsi

   Penyimpangan model ini sudah mempunyai bobot yang lebih berat karena sudah ada unsur perdata maupun unsur yang pidana. Penyimpangan terhadap barang - barang konsumsi dapat dicontohkan sebagai berikut.
   1) Penyimpangan terhadap gaya minum - minuman keras.
   2) Penyimpangan dalam pemakaian obat - obat terlarang

   C. Penyimpangan Seksual

   Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan oleh masyarakat. Faktor - faktor penyimpangan seks yaitu sebagai berikut.
   1) Mengalami kegagalan dalam rumah tangga.
   2) Lemahnya hukum dan peradaban yang ada di dalam masyarakat.
   3) Faktor genetika dari tiap - tiap orang yang mempunyai konsumsi seks yang berbeda - beda.

   D. Kriminalitas

   Pada penyimpangan kriminal termasuk penyimpangan yang paling berat, yaitu dalam bentuk perilaku - perilaku yang secara langsung bertentangan dengan hukum positif dalam masyarakat. Contoh - contoh penyimpangan kriminalitas, antara lain :
   1) Aktivitas penipuan
   2) Aktivitas pemalsuan dokumen dan tanda tangan
   3) Penganiayaan dan pembunuhan.
   4) Pencurian, perampokan, pemerkosaan, dan lain - lain.

   Berdasarkan esensi dari penyimpangan perilaku itu sendiri, perilaku menyimpang dapat diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.


   A. Penyimpangan Primer

   Penyimpangan primer adalah perilaku menyimpang yang hanya dilakukan sementara saja dan tidak berulang kali. Hal ini bisa diakibatkan karena keterbatasan pengetahuan dan pemahaman terhadap suatu hal.

   B. Penyimpangan Sekunder

   Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan perilaku secara khas yang dilakukan berulang kali oleh individu ataupun kelompok. Perilaku menyimpang yang demikian yang patut mendapat perhatian dari kita semua terutama oleh aparat keamanan dan aparat peradilan.

   C. Penyimpangan Prosedur Individual

   Penyimpangan prosedur individual adalah penyimpangan perilaku yang dilakukan oleh seseorang. Penyimpangan ini dapat berupa penyimpangan prosedur maupun penyimpangan kekuasaan yang seringkali dilakukan oleh kelompok penguasa kepada kelompok yang dikuasai.

   D. Penyimpangan Kelompok

   Penyimpangan kelompok adalah suatu bentuk penyimpangan perilaku yang dilakukan secara bersama - sama melalui prosedur yang melembaga dan direncanakan dalam perkembangan atau sering disebut kolusi.


   Dalam kenyataannya di lapangan, bentuk - bentuk perilaku menyimpang yang kita jumpai dalam kehidupan sehari - hari di tengah masyarakat adalah penyimpangan - penyimpangan yang bersifat komprehensif artinya dapat dilakukan oleh siapa saja dalam berbagai bidang kehidupan. Bentuk - bentuk perilaku menyimpang itu antara lain.

   A. Penyalahgunaan Narkotika

   Narkotika adalah sejenis obat bius yang sangat berbahaya jika disalahgunakan. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan untuk memperoleh kenikmatan. Penggunaan narkotika sudah diatur dengan norma - norma yang jelas, apabila penggunaannya tidak sesuai dengan norma - norma tersebut dan bukan untuk kepentingan yang positif, maka tindakan tersebut tergolong penyimpangan.

   B. Perkelahian Pelajar

   Perkelahian antarpelajar termasuk perilaku menyimpang karena bertentangan dengan norma - norma dan nilai - nilai masyarakat dan tergolong kenakalan remaja. Masalah perkelahian antarpelajar termasuk dan berkaitan dengan krisis moral, sebab tindakan - tindakan ini berlawanan dengan kaidah - kaidah masyarakat dan kaidah - kaidah agama. Tujuannya bukan untuk mencapai nilai yang baik, tetapi sekadar balas dendam atau sebagian pamer kekuatan.

   C. Hubungan Seksual di Luar Nikah

   Secara umum kita ketahui bahwa hubungan seksual di luar nikah tidak dapat dibenarkan, baik oleh norma moral maupun norma agama. Hubungan seksual dapat dibenarkan setelah seseorang secara resmi menikah. Hubungan seksual di luar nikah merupakan tindakan menyimpang sehingga ditentang oleh masyarakat. Jenis hubungan seksual di luar nikah ialah kumpul kebo, pelacuran, dan pemerkosaan. Kumpul kebo dan pelacuran tidak dibenarkan dan tidak diakui oleh masyarakat karena bertentangan dengan nilai - nilai dan norma - norma masyarakat dan dianggap perbuatan asusila.

   D. Homoseksualitas

   Homoseksualitas adalah kecenderungan seseorang untuk tertarik pada orang yang berjenis kelamin sama sebagai mitra seksual. Jika pria yang melakukan tindakan ini disebut homoseks, sedangkan jika perempuan yang melakukan tindakan ini disebut lesbian. Pada umumnya seseorang menjadi homoseks maupun lesbian karena pengaruh lingkungan sosial. Homoseksualitas bertentangan dengan norma - norma sosial dan agama, sehingga dianggap sebagai perilaku menyimpang.

   E. Alkoholisme

   Minuman yang mengandung alkohol tinggi dapat membuat orang menjadi mabuk dan tidak berpikir secara normal. Minuman alkohol mempunyai dampak negatif terhadap saraf, sehingga berakibat seorang pemabuk kurang mampu mengendalikan diri secara fisik, sosial maupun psikologis. Dampak negatif tersebut dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, misalnya : melakukan keonaran, keributan, pencurian, pemerkosaan dan lain - lain.

   F. Pembunuhan

   Pembunuhan merupakan tindakan kriminal berat yang tidak berperikemanusiaan. Oleh karena itu, seseorang yang melakukan pembunuhan, selain akan disingkirkan oleh masyarakat, juga dapat dikenai hukuman yang ber

Related Posts: