Sejarah Kerajaan Pajajaran

Sejarah Kerajaan Pajajaran : Kehidupan Politik, Sosial, Ekonomi dan Budaya

  Kerajaan Pajajaran

   Kerajaan Pajajaran beribu kota di Pajajaran Jawa Barat yang terletak di Parahyangan. Mengenai raja - raja Kerajaan Pajajaran yang memerintah dari Ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah - naskah Babad Pajajaran, Carita Parahyangan, dan Carita Waruga Guru. Selain naskah - naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti : 

   1) Prasasti Batu Tulis, Bogor.
   2) Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi.
   3) Prasasti Kawali, Ciamis.
   4) Prasasti Rakyan Juru Pangambat.
   5) Prasasti Horren.
   6) Taman Perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor.
   7) Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522).

   A. Segi Geografis

   Kerajaan Pajajaran terletak di Parahyangan. Pakuan sebagai ibukota Sunda dicatat oleh Tome Pires (1513 M) di dalam "The Suma Oriantal", ia menyebutkan bahwa ibu kota Kerajaan Sunda disebut Dayo (dayeuh) itu terletak sejauh dua hari perjalanan dari Sunda Kelapa (Jakarta).

   B. Puncak Kejayaan

   Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan, Sri Baduga atau Siliwangi adalah Raja yang tak pernah purna, senantiasa hidup abadi dihati dan pikiran masyarakat. Pembangunan Pajajaran di masa Sri Baduga menyangkut seluruh aspek kehidupan.

   Ia memperteguh pertahanan ibu kota, memberikan desa perdikan kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Kemudian membuat Kabinihajian (kaputren), kesatriaan (asrama prajurit), pagelaran (bermacam - macam formasi tempur), pamingtonan (tempat pertunjukan), memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja - raja bawahan dan menyusun undang - undang kerajaan. Pembangunan yang bersifat material tersebut terlacak pula di dalam Prasasti Kabantenan dan Batutulis.

   C. Kondisi Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya

   Pada umumnya masyarakat Kerajaan Pajajaran hidup dari pertanian. Di samping itu, Pajajaran juga mengembangkan pelayaran dan perdagangan. Kerajaan Pajajaran memiliki enam pelabuhan penting, yaitu Pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara, Sunda Kelapa (Jakarta), dan Cimanuk (Pamanukan).

   Kehidupan masyarakat Pajajaran dapat digolongkan menjadi golongan seniman (pemain gamelan, penari, dan badut), golongan petani, golongan perdagangan. Kehidupan budaya masyarakat Pajajaran sangat di pengaruhi oleh agama Hindu. Peninggalan - peninggalannya berupa kitab Cerita Parahyangan dan kitab Sangyang Siksakanda, prasasti - prasasti, dan jenis - jenis batik.

Related Posts: