Kriteria Perbedaan Sosial

Kriteria Perbedaan Sosial

  Kriteria Perbedaan Sosial

   1. Kriteria Diferensiasi Sosial

   Diferensiasi sosial ditandai dengan adanya perbedaan berdasarkan ciri - ciri sebagai berikut.

   A. Ciri Fisik

   Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri - ciri tertentu. Misalnya warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dan sebagainya.

   B. Ciri Sosial

   Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk di dalam kategori ini adalah perbedaan peranan, prestise dan kekuasaan. Contohnya pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawan kantor.

   C. Ciri Budaya

   Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai -nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan ketangguhan (etos). Hasil dari nilai - nilai yang dianut suatu masyarakat dapat kita lihat dari bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian adat, agama dan sebagainya.

   Kriteria yang menjadi pokok dan lokasi nyata suatu uraian tentang kebudayaan suku bangsa (etnografi) adalah sebagai berikut.
   a. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih.
   b. Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh identitas penduduk sendiri.
   c. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh wilayah - wilayah geografis (wilayah secara fisik).
   d. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologis.
   e. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mempunyai pengalaman sejarah yang sama.
   f. Kesatuan penduduk yang interaksi di antara mereka sangat dalam.
   g. Kesatuan masyarakat dengan sistem sosial yang seragam.

   Di antara suku - suku bangsa di Indonesia, terdapat persamaan mendasar, yaitu :
   a. Kehidupan sosial yang berdasarkan kekeluargaan.
   b. Hukum adat.
   c. Sistem hak milik tanah.
   d. Kekerabatan, adat perkawinan serta persekutuan dalam masyarakat.

   2. Kriteria Stratifikasi Sosial

   Kriteria atau ukuran yang umumnya digunakan untuk mengelompokkan para anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan tertentu. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut.

   A. Kekayaan

   Kekayaan atau sering juga disebut ukuran ekonomi. Orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihargai dan dihormati daripada orang yang miskin.

   B. Kekuasaan

   Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas, sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah.

   C. Keturunan

   Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Keturunan yang dimaksud adalah keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. Kaum bangsawan akan menempati lapisan atas, misalnya seperti gelar - gelar berikut ini :
   1) Andi di masyarakat Bugis.
   2) Raden di masyarakat Jawa.
   3) Teungku di masyarakat Aceh, dan sebagainya.

   D. Kepandaian Ilmu Pengetahuan

   Seseorang yang berpendidikan tinggi dan meraih gelar kesarjanaan atau yang memiliki keahlian / professional dipandang berkedudukan lebih tinggi, jika dibandingkan orang berpendidikan rendah. Status seseorang juga ditentukan dalam penguasaan pengetahuan lain, misalnya pengetahuan agama, keterampilan khusus, kesaktian, dan sebagainya.

   Selain kriteria yang telah dibahas tersebut, terdapat juga beberapa ciri umum mengenai faktor - faktor yang menentukan adanya lapisan atau stratifikasi sosial, yaitu sebagai berikut.

   a. Status atas dasasr fungsi dan pekerjaan, misalnya sebagai dokter, guru dan militer. Semuanya sangat menentukan kedudukan dalam masyarakat.
   b. Status seseorang yang beragama. Jika seseorang bersungguh - sungguh dengan penuh ketulusan dan taat dalam menjalankan agamanya, kedudukan orang yang bersangkutan pada masyarakat akan terangkat.
   c. Latar belakang sosial dan lamanya seseorang atau kelompok yang tinggal pada suatu tempat. BIasanya seseorang yang berada di suatu daerah atau kampung akan dihargai masyarakatnya jika yang bersangkutan turut mendirikan daerah atau kampung tersebut. Oleh karena itu, tidak sedikit warga masyarakatnya segan dan hormat terhadapnya.
   d. Status atas dasar jenis kelamin dan umur. Orang yang lebih tua di masyarakat pada umumnya mendapat penghormatan dari yang lebih muda.

Related Posts: