Sejarah Kerajaan Majapahit : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya

Sejarah Kerajaan Majapahit : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya

  Sejarah Kerajaan Majapahit : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya

   Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu - Buddha yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia Timur.

   A. Sejarah Terbentuknya

   Ketika Singasari jatuh ke tangan Jayakatwang, Raden Wijaya menantu Kertanegara lari ke Madura. Atas bantuan Arya Wiraraja, ia diterima kembali dengan baik oleh Jayakatwang dan diberi sebidang tanah di Mojokerto. Ketika tentara Kubilai Khan menyerbu Singasari, Raden Wijaya berpura - pura membantu menyerang Jayakatwang. Namun, setelah Jayakatwang dibunuh, Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Mongol dan berhasil mengusirnya. Setelah itu, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit (1293) dan menobatkan dirinya dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.

   B. Perkembangan Pemerintahan

   1) Pemerintahan Raden WIjaya


   2) Pemerintahan Jayanegara

   Masa Pemerintahan Jayanegara dipenuhi pemberontakan akibat kepemimpinannya kurang berwibawa dan kurang bijaksana. Pemberontakan - pemberontakan itu sebagai berikut.
   a) Pemberontakan Ranggalawe pada tahun 1231. Pemberontakan ini dapat dipadamkan pada tahun 1309.
   b) Pemberontakan Lembu Sora pada tahun 1311.
   c) Pemberontakan Juru Demung (1313) disusul Pemberontakan Gajah Biru.
   d) Pemberontakan Nambi pada tahun 1319. Nambi adalah Rakryan Patih Majapahit Sendiri.
   e) Pemberontakan Kuti pada tahun 1319. Pemberontakan ini adalah yang paling besar dan berbahaya. Kuti berhasil menduduki ibu kota kerajaan sheingga Jayanegara terpaksa melarikan diri ke daerah Bedander.

   Jayanegara kemudian dilindungi oleh pasukan Bhayangkari pimpinan Gajah Mada. Berkat kepemimpinan Gajah Mada, pemberontakan Kuti dapat dipadamkan. Namun, meskipun berbagai pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan, Jayanegara justru meninggal akibat dibunuh oleh salah seorang tabibnya yang bernama Tanca.

   3) Pemerintahan Tribhuwanatunggadewi

   Jayanegara tidak berputra, sementara Gayatri sebagai Rajapatni telah menjadi biksuni, takhta kerajaan Majapahit diserahkan kepada Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana (1328 - 1350) yang menjalankan pemerintahan dibantu suaminya, Kertawardhana. Masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi diwarnai permasalahan dalam negeri, yakni meletusnya pemberontakan Sadeng. Pemberontakan ini dapat dipadamkan oleh Gajah Mada yang pada saat itu baru saja diangkat menjadi Patih Daha.

   4) Pemerintahan Hayam Wuruk

   Hayam Wuruk naik takhta pada usia 16 tahun dengan gelar Rajasanegara. Dalam menjalankan pemerintahan, ia didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Gajah Mada diangkat menjadi mahapatih di Majapahit pada tahun 1331. Dalam upacara pelantikan tersebut, Gajah Mada mengucapkan sumpahnya yang terkenal dengan nama Sumpah Palapa, berisi tekadnya untuk mempersatukan Nusantara di bawah Majapahit.

   Dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa pada zaman Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mengalami masa kejayaan dan memiliki wilayah yang sangat luas. Luas kekuasaan Majapahit pada saat itu hampir sama dengan Luas Negara Republik Indonesia sekarang. Namun, sepeninggal Gajah Mada pada tahun 1364, Hayam Wuruk tidak berhasil mendapatkan penggantinya yang setara. Kerajaan Majapahit pun mengalami kemuduran.

   C. Kehidupan Sosial Ekonomi

   Kehidupan sosial ekonomi kerajaan aman, damai dan tentram. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling ke daerah - daerah untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Dalam kehidupan ekonomi, masyarakat Majapahit hidup dari pertanian dan perdagangan. Prasarana perekonomian dibangun seperti jalan, lalu lintas sungai, dan pelabuhan.

   D. Kehidupan Kebudayaan

   Zaman Majapahit menghasilkan banyak karya sastra. Periodisasi sastra masa Majapahit dibedakan menjadi dua, yaitu sastra zaman Majapahit awal dan sastra zaman Majapahit akhir. Karya sastra zaman Majapahit awal adalah :
1. Kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca (1365), 
2. Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, 
3. Kitab Arjuna Wiwaha karangan Mpu Tantular,
  Karya sastra zaman majapahit ditulis dengan bahasa Jawa dalam bentuk tembang (kidung) dan gancaran (prosa). Karya - karya sastra pada zaman ini adalah kitab Pararaton yang berisi tentang riwayat raja - raja Majapahit dan kitab Sundayana berisi tentang Peristiwa Bubat.

   Jenis Peninggalan Kebudayaan yang lain dari Kerajaan Majapahit adalah candi. Candi - candi peninggalan Majapahit, antara lain :
1. Candi Sumberjati
2. Candi Sanggapura
3. Candi Panataran
4. Candi Tikus
5. Candi Pari 


Related Posts: